
Kayla yang melihat Kevin yang sedang terbaring dan untung saja dia tidak kenapa-kenapa hanya mabuk saja, tapi kayla tidak tega melihat Kevin yang seperti ini.
“Kak Kevin, Maafin kayla yah, Maafin kalau kayla salah, Maaf kalau kayla harus berpacaran dengan orang lain”ucap kayla yang berada di sampingnya Kevin sambil meneteskan air matanya.
“Menurut kayla mungkin ini adalah pilihan yang terbaik untuk kita tidak bersama kak, kayla harap kita bisa bahagia dengan pilihan mading-masing dan kayla harap kakak berhenti seperti ini, kayla harap kakak akan selalu baik-baik saja walaupun kayla tidak ada di samping Kakak”ucap kayla sambil memegang tangannya Kevin.
“Kayla harap kakak lupain kayla dan memulai hidup baru, selamat malam, selamat tidur kak”ucap kayla yang keluar dari kamarnya meninggalkan Kevin sendirian.
“Kayla gak kenapa-kenapa kan?”tanyq Ervan yang sedang duduk di kursi ruang tengah dan melihat kayla yang keluar dari kamar tamu dengan mata yang sembab.
“Enggak kak, kayla tidur dulu yah, titip kak Kevin”ucap kayla berjalan ke atas menuju ke kamarnya.
“Iya”ucap Ervan sambil melihat bahwa adiknya tidak baik-baik saja.
***
Pagi harinya kayla sudah bangun lebih pagi dan dia sudah menyiapkan makanan untuk Kevin serta obat pengar agar dia tidak pusing. Kayla mencari obat tersebut dari internet.
Kevin bangun dan ia bingung kenapa dia berada disini padahal seingat dia semalam dia berada di bar bersama dengan edwar, Kevin keluar dari kamar tamu dan di sana sedang ada Ervan dan yang lainnya sarapan sedangkan Bu wulan dan pak Farhan ada kerjaan sehingga sudah pergi terlebih dahulu.
“Vin lo gak kenapa-kenapa kan?”tanya Nathan yang melihat Kevin sudah bangun dan mendekat ke arah meja makan.
“Enggak, cuman pusing doang”ucap Kevin yang ikut duduk.
“Ini makan ini, kayla udah bikinin ini buat lo”ucap Ervan sambil memberikan obat pengarnya kepada Kevin.
__ADS_1
“Kayla kemana van?”Tanya Nathan karena tidak melihat adik iparnya.
“Kayla udah berangkat, dia mau sidang dulu, jadi harus datang lebih lagi”ucap Ervan menjelaskan.
“Oh iya van, kenapa gue bisa ada disini?”tanya Kevin karena dia tidak ingat sama sekali.
“Semalam lo mabuk berat Vin, dan lo gak mau pulang tapi lo panggil-panggil kayla terus, jadinya edwar telpon kayla dan gue sama kayla datang jemput lo”ucap Ervan menjelaskan apa yang terjadi.
“Lagian lo minum banyak amat Vin, lo gak biasanya kaya gitu”ucap Nathan yang heran dengan dahaganya tersebut.
“Kak Kevin, Lisa minta tolong yah. Jangan ganggu kayla, tolong biarkan kayla hidup bahagia sama kak Reynad, dan lagian juga ini semua salah kak Kevin jadi bukan salah kayla kalau dia pacaran dengan orang lain”ucap Lisa yang sudah kesal karena Kevin yang terus mengejar kayla.
“Lis”ucap Nathan agar Lisa diam.
“Udah Vin jangan dengerin Lisa”ucap Nathan yang tak ingin sahabatnya tersinggung.
“Tapi gue mohon Vin, gue harap lo lupain kayla karena dengan begini kayla yang juga tersiksa”ucap Ervan yang tak ingin adiknya tersiksa begitupun juga dengan sahabatnya.
“Iya van Sorry yah”ucap Kevin yang sudah mengerti bahwa dia memang salah, apalagi setengah sadar semalam dia mendengar ucapan kayla yang membuatnya ingin menangis dan sedih, dia kira itu semua hanya mimpi ternyata itu adalah nyata saat kayla menangis kayla ada di sampingnya.
“Gue pamit yah, makasih makanannya”ucap Kevin yang beranjak dari tempat duduknya.
“Gue anterin aja Vin”ucap Nathan karena khawatir kepada Kevin.
“Gak usah Nath, gue balik duluan”ucap Kevin yang berjalan menuju keluar rumahnya Ervan dia akan pulang apalagi sudah dua hari tidak pulang. Kevin yang sangat prustasi dan terkadang saat sedang mengendarai motor dia menangis.
__ADS_1
Tak perlu waktu lama Kevin sampai di rumahnya dengan orang tuanya yang sangat khawatir karena Kevin tidak pulang.
“Dari mana aja Vin?”tanya Bu liliana saat Kevin datang. Kevin tidak menjawab dan ia berjalan menuju ke kamarnya.
“Vin dari mana? Kamu kok bau alkohol? Kamu Abis mabuk?”tanya pak David yang dimana dia mencium aroma minuman keras.
“Mamah dan papah gak usah ngurusin Kevin”ucap Kevin yang beranjak dari tempat dia berdiri.
“Dari mana Kevin? Papah gak pernah ngajarin kamu seperti ini”ucap pak David yang marah kepada anaknya.
“Papah memang gak ngajarin Kevin seperti ini, tapi gara-gara papah dan mamah hidup Kevin hancur, orang yang Kevin cintai sudah milik orang lain dan semua itu salah siapa? Salah kalian yang memisahkan Kevin”ucap Kevin dengan marah sambil menetaskan air matanya.
“Mamah dan papah melakukan ini semua demi kebaikan dan kebahagiaan kamu, kamu harus mendapatkan orang yang satu level Kevin”ucap Bu liliana yang marah.
“Buat kebahagiaan Kevin atau kalian, Kevin gak ingin harta yang banyak tapi Kevin ingin keluarga yang bahagia, apa papah dan mamah pernah punya waktu buat jaga Kevin, selama ini Kevin kesepian tapi apa kalian lebih mementingkan urusan kalian sendiri”ucap Kevin yang mengeluarkan ubek-uneknya karena sedari kecil dia yang sudah terbiasa jauh dari orang tua nya dan dia sering di jaga oleh tantenya yaitu orang tuanya stefanie. Sampai dia bersama kayla orang yang selalu membawa dia kebahagiaan dan kesederhanaan.
“Cukup Kevin, kayla itu hanya anak tidak kelas asal usulnya dan hanya menumpang di keluarga pak Farhan saja, dia hanya beban Kevin”ucap Bu liliana yang tak ingin kalah.
“Apakah segitu rendahnya mah anak yatim piatu? Harusnya kita sebagai manusia menyayangi anak yatim piatu, dan ingat yah mah sampai kapanpun Kevin gak akan menikahi siapaun kecuali kayla”ucap Kevin yang berjalan meninggalkan kedua orang tuanya.
Bagi Kevin kayla itu membawa warna baru dalam hidupnya, dan kayla juga yang selalu ada di sampingnya walaupun dia yang terkadang egois dan cemburuan kepada kayla.
Saat sampai di kamar ketika Kevin membuka jaketnya dia tak sengaja merana jaketnya dan di sana ada surat dari kayla.
“Maafin kayla kak, Maafin kayla yang udah buat kakak kecewa, tapi kayla mohon kakak jangan ganggu kayla lagi, dan semoga saja kita bisa hidup bahagia walaupun kita tidak bersama dan kayla harap kak Kevin lupain kayla.
__ADS_1
Maaf dari kayla.
Kevin yang membaca itu semua dia sangat sedih karena orang yang sangat dia cintai sudah mencintai Orang lain.