
Kevin yang merasa sangat marah karena kejadian dimana kayla yang di pecat akibat ulahnya mereka yang membuat keributan di cafe tempat kayla bekerja.
“Gue berharap kalian minta maaf sama kayla”ucap Kevin sambil melihat ke arah Silvi dan teman-temannya kalau ia tidak menegurnya sekarang kapan lagi ia akan menegur geng tersebut.
“Kita gak salah memang kaylanya aja yang kerjanya gak bener”ucap Sarah yang tak ingin kalah dan meminta maaf kepada kayla.
“Maksud lo apa Vin?”tanya Ervan yang mendengar itu semua dan merasa bingung karena ia tidak tau apa-apa.
“Kayla di pecat gara-gara mereka”ucap Kevin memberikan penjelasan kepada Ervan yang memang kayla tidak memberi tahu apa yang terjadi kepada orang lain.
“Apa? Tapi gue gak tau”ucap Ervan yang memang tidak mengetahui.
“Lo gak akan tau van, kayla memang selalu memendam segalanya sendirian”ucap Nathan
“Pokoknya gue minta kalian minta maaf sama kayla”ucap Ervan yang marah juga.
Saat suasana tengah tegang karena Kevin yang marah terhadap Rose dan teman-temannya tiba-tiba kayla datang sehingga mencairkan suasana kembali.
“Kak Kevin”ucap kayla yang melihat ketegangan di kelas tersebut.
“Sayang?”ucap Kevin tak kala melihat kayla datang dan menghampirinya dengan wajah yang bingung.
“Kenapa kok tegang?”Kak Kevin gak lulus?”tanya kayla saat melihat suasana kelas yang tidak baik-baik saja dengan wajah Kevin yang tampak menahan amarahnya.
“Kakak gak mungkin gak lulus tenang aja”ucap Kevin sambil mengusap rambut kayla untuk menghilangkan amarahnya karena hanya kayla yang dapat menurunkan amarahnya yang bergejolak.
“Udah jangan main bucin di kelas”ucap Edwar yang merasa jijik melihat interaksi antara kayla dan Kevin.
__ADS_1
“Lo syirik aja”ucap Kevin yang memegang tangannya kayla dan tak mau melepaskannya.
“Jadi kenapa kakak marah-marah?”tanya kayla
“Kakak mau buat perhitungan sama mereka yang membuat kamu di pecat”ucap Kevin yang marah.
“Kak Kevin gak usah marah-marah, lagian kayla juga gak apa-apa kok, kayla kan udah mau kelas XII ini jadi kayla pengen focus belajar aja”ucap kayla yang tak ingin menambah masalah lagi biarkanlah semua yang sudah berlalu.
“Tuh kan bukan salah kita”ucap Rose yang merasa senang.
“Intinya kalau sampai kalian berani-berani lagi ribut sama kayla gue gak bakalan segan-segan buat perhitungan sama kalian”ucap Kevin yang seketika mereda amarahnya.
“Udah-udah kak intinya sekarang kita rayakan kelulusan kak Kevin”ucap kayla tersenyum memandang Kevin ini adalah pandangan terakhir dan mungkin hari terakhir mereka bertemu di sekolah kedepannya selama di sekolah kayla akan merasa jombo tidak ada yang akan cemburuan lagi.
Sedangkan Reynad yang melihat interaksi tersebut hanya terdiam tidak berkata apa-apa ia cemburu hanya saja ia harus bagaimana karena memang kayla yang pacaran bersama dengan Kevin.
“Jadi kakak gak di tanyain?”ucap Ervan yang melihat kayla tapi tidak mengucapkan sepatah kata pun dan membuat ia ingin menggoda sang adik angkat.
“Iya bener kay, gak usah di ragukan lagi”ucap Nasya yang ikut berbicara.
“Kak Nathan juga pasti luluskan? Mana mungkin gak lulus karena kak Nathan kan sebelas dua belas pinter nya sama kak Ervan”ucap kayla yang melihat ke arahnya Nathan.
“Iya gue lulus kok kay”ucap Nathan melihat ke arahnya kayla yang memang ia sudah tidak mencintai kayla tetapi tetap saja ia yang menganggap kayla sebagai seorang adik, karena kalau ia mencintai kayla pun akan sangat sulit melihat kayla dan Kevin yang seakan tidak terpisahkan.
“Kalau kalian mau pacaran jangan di kelas ganggu aja”ucap Silvi jutek tak kala melihat Kevin dan kayla.
“Lo sirik aja”ucap Nasya yang membalas ucapan dari Silvi.
__ADS_1
“Kayla kok gak tungguin kita?”tanya Lisa yang berjalan terburu-buru menghampiri kayla yang tengah berdiri di dekatnya Kevin.
“Maaf tadi buru-buru”ucap kayla yang dimana tadi Lisa dan stefanie ke toilet dahulu sehingga ia lebih dulu saja menghampiri Kevin karena sudah tak sabar ingin mendengar bahwa Kevin lulus.
“Kamu kangen sama kakak sampai lupa sama teman?”tanya Kevin yang melihat kayla dengan wajah yang seketika memerah.
“Enggak kak”ucap kayla berbohong padahal ia memang sangat rindu akan Kevin apalagi dia yang sudah hampir beberapa minggu tidak bertemu dengan Kevin dan hanya sebatas mengirim pesan saja.
“Jangan bohong kay, bukannya waktu itu pernah bilang sama kita kalau kamu kangen kak Kevin”ucap stefanie sambil tersenyum dan ingin mengejek sahabatnya yang senantiasa bucin.
“Jadi kamu kangen sama kakak? Maaf kakak lagi persiapan buat kuliah jadi gak sering buat nemuin kamu”ucap Kevin yang merasa bersalah dan memang ia tengah mempersiapkan untuk perkuliahannya agar bisa kuliah dekat dengan sekolah ini.
“Tau tempat dong”ucap Sarah yang melihatnya begitu risih.
“Lebih baik kita keluar aja”ucap Kevin menarik tangannya kayla karena ia yang merasa risih karena di kelasnya banyak orang.
“Gimana kak edwar lulus?”tanya stefanie menghampiri edwar
“Lulus Fanie, kalaupun gak lulus juga gak apa-apa asal sering bertemu dengan kamu”ucap edwar dengan gombalnya.
“Kak Ervan peringkat pertama?”tanya Lisa yang ia sangat yakin bahwa kakaknya bukan hanya lulus tetapi ia akan mendapatkan nilai yang sangat bagus berbeda akan dirinya yang hanya mendapatkan nilai pas-pasan.
“Iya lis, kakak peringkat pertama lagi, kamu juga yang semangat yah belajarnya”ucap Ervan yang mengusap rambut adiknya, ia sangat menyayangi adiknya walaupun adiknya menyebalkan.
“Kak nasya juga lulus?”tanya Lisa melihat ke arah nasya yang berada di sampingnya Ervan.
“Iya lis kakak lulus”ucap nasya tersenyum.
__ADS_1
Dan tak lama terdengar suara bel tanda istirahat dan mereka pun segera pergi ke kantin untuk makan siang karena mungkin ini adalah hari terakhir buat mereka untuk makan bersama di kantin sekolah karena kedepannya yang sudah lulus akan melanjutkan pendidikannya.
Mereka duduk di satu meja yang sama seperti biasanya apalagi Lisa yang enggan untuk berpisah dengan kakaknya walaupun kakaknya terlihat cuek dan dingin tetapi ia juga sangat penyayang serta Lisa juga yang merasa sedih karena ia yang tidak akan bertemu dengan Nathan walaupun hatinya berusaha untuk melupakan Nathan tapi nyatanya sangat susah.