
Kevin hanya memandangi kayla dari kejauhan ia juga tau bagaimana hancurnya kayla tak kala kayla yang di tinggalkan oleh Reynad. Perasaan seperti itu juga datang saat Kevin yang terpaksa meninggalkan kayla hanya saja Kevin dapat kembali bertemu dengan kayla sementara kayla tidak dapat bertemu kembali dengan Reynad yang memang sudah berbeda dunia.
“Kayla ayo pulang yuk”ucap Kevin yang mendekat ke arah kayla karena sebentar lagi hujan akan turun.
“Kayla masih mau disini kak, kak Kevin pulang aja”ucap kayla sambil terus menangis, rasanya ia tak ingin jauh dari Reynad walaupun hanya sebuah makan saja.
“Yaudah Kakak tunggu di mobil”ucap Kevin yang tak akan memaksa ia kembali ke mobilnya sambil melihat kayla dari jarak jauh.
Tak lama hujan turun tetapi kayla masih saja tak ingin beranjak dari tempatnya dan membuat Kevin khawatir, Kevin membawa payung dan mendekat kembali ke arahnya kayla tapi belum juga Kevin sampai kayla sudah terjatuh dan pingsan.
“Kayla”ucap Kevin yang berlari meninggalkan payung yang tengah jalan karena dia yang sangat khawatir dengan keadaan kayla.
“Kayla bangun”ucap Kevin yang mencoba membangunkan kayla tapi kayla tak bangun juga.
Kevin menggendong kayla menuju ke dalam mobilnya, ia berjalan dengan sangat cepat karena khawatir kepada kayla. Kevin memasukan kayla ke dalam mobilnya dan di selimuti oleh jaket yang tadi ia bawa untung saja tadi jaketnya ia taruh di mobil tidak ia kenakan.
Kevin mencoba tenang saat menyetir, ia melihat kebelakang dimana kayla berada ia tampak sangat khawatir, tadinya ia memutuskan akan membawa kayla ke rumahnya hanya saja terlalu jauh sehingga ia membawa kayla ke klinik terdekat saja agar kayla segera di obati.
“Dok tolong periksa teman saya”ucap Kevin yang mengendong kayla hendak membawa kayla ke dalam.
“Iya Silahkan kita periksa dulu pak”ucap seorang perawat yang menghampiri.
Kevin menaruh kayla di tempat tidur pasien tapi baju kayla yang basah dan membuat Kevin yang bingung dan khawatir.
“Tenang saja pak, pakaiannya akan kami ganti dengan pakaiannya pasien”ucap perawat yang tau tentang kekhawatiran Kevin.
“Terima kasih suster”ucap Kevin yang lega, Kevin menunggu di luar tak kala kayla yang sedang di periksa ia juga sangat cemas. Ia tidak memikirkan bagaimana dirinya padahal ia juga yang memakai pakaian yang basah akibat hujan tadi. Tak berselang lama dokter dan perawat datang menghampiri Kevin yang sedang duduk menunggu kayla.
“Bagiamana dok keadaan pasien?”tanya Kevin tak kala keluar dari ruangannya kayla.
__ADS_1
“Pasien hanya syok saja pak. Saya minta pasien jangan banyak pikiran agar kedaannya tidak drop dan kalau pasien sadar hari ini juga bisa pulang”ucap dokter yang memang kayla baik-baik saja hanya saja mental dan pikirannya yang tidak baik-baik saja, kepergian Reynad membut kayla drop karena untuk kesekian kalinya ia di tinggalkan oleh orang yang ia sayangi.
“Terima kasih dokter”ucap Kevin dan ia segera masuk melihat keadaan kayla.
“Kayla bangun lo harus kuat jangan seperti ini”ucap Kevin sambil memegang tangan kayla berharap kayla segera sadar kembali.
“Kayla ayo bangun yuk, lo perempuan kuat yang gue kenal, gue yakin lo akan bisa melewati ini semua”ucap Kevin sambil terus memegang tangannya kayla.
“Kakak Reynad jangan tinggalin aku”ucap kayla yang bangun dengan tiba-tiba dan membuat Kevin yang kaget.
“Kayla lo kenapa?”tanya Kevin saat mendengar kayla yang berteriak.
“Kak Kevin, kak Reynad ninggalin aku”ucap kayla yang menangis sejadi-jadinya.
“Sabar kayla, lo pasti kuat”ucap kevin sambil memeluk kayla ia berusaha ada untuk kayla karena dia tak ingin orang yang dia cintai menderita.
“Tapi kak, kak Reynad pergi, orang yang mencintai kayla pergi semuanya”ucap kayla sambil menangis.
Kayla hanya diam karena dia bingung harus menjawab bagaimana, saat mereka tengah berpelukan Ervan datang bersama dengan stefanie sedangkan yang lainnya berada di rumahnya Reynad.
“Kayla lo gak apa-apa?”tanya Ervan dari luar dan ia langsung berhenti saat melihat kayla berpelukan dengan Kevin.
Kevin melepaskan pelukannya dari kayla agar Ervan tidak salah paham kepadanya.
“Kayla baik-baik aja kok kak”ucap kayla yang masih menangis.
Sedangkan Kevin keluar bersama dengan stefanie yang membiarkan kayla berbicara dengan Ervan.
“Kak Kevin kenapa sih?”tanya stefanie yang kesal karena kakak sepupunya yang berpelukan dengan kayla.
__ADS_1
“Kenapa apanya?”tanya Kevin yang bingung dan tidak tau apa yang di tanyakan oleh stefanie.
“Ngapain sih meluk kayla, jangan mencari kesempatan dalam kesempitan dong, kak Reynad baru aja meninggal ini kak Kevin udah berani-beraninya godain kayla”ucap stefanie yang kesal dan marah dengan kelakuan kakak sepupunya itu.
“Gue gak sebrengsek itu kali, gue cuman niat menghibur kayla aja”ucap Kevin yang bagaimana bisa adik sepupunya itu berpikiran seperti itu.
“Yah kirain aja, kak Kevin kan masih ngejar-ngejar kayla kan, jadi gue yakin kak Kevin berusaha keras mendekati kayla lagi”ucap stefanie dengan tatapan jijik kepada sepupunya itu.
“Udahlah gak ada untungnya debat sama lo”ucap Kevin yang malas dan memilih memainkan handphonenya.
Sedangkan di dalam sana Ervan mencoba menenangkan kayla yang masih saja menangis.
“Kay jangan nangis terus dong. Kamu harus kuat yah”ucap Ervan saat melihat adiknya yang menangis.
“Iya kak, kayla kuat kok, Yaudah kak ayo pulang kayla udah baik-baik aja kok”ucap kayla yang tak ingin berlama-lama di klinik karena dia juga harus hadir dan menguatkan kedua orang tuanya Reynad.
“Yaudah pakaiannya ganti dulu, ini tadi kakak bawa dari rumah”ucap Ervan yang dimana saat menelpon tadi Kevin berbicara bahwa pakaiannya kayla basah.
“Yaudah sebentar yah, kayla ganti dulu baju”ucap kayla yang membawa paper bag berisi pakaian ke dalam toilet sedangkan Ervan keluar menemui Kevin dan stefanie.
“Kalian balik duluan aja, kayla lagi ganti pakaian”ucap Ervan sambil melihat ke arah stefanie dan Kevin yang tengah duduk.
“Gue nunggu kayla aja, kita pulang barengan, lagian kan kita juga mau ke rumah Reynad juga”ucap kevin yang enggan pulang lebih dulu.
“Ayolah kak pulang duluan aja, jangan ganggu kayla”ucap stefanie menarik tangannya kevin yang masih saja sibuk dengan handphonenya.
“Gue mau nunggu kayla. Palingan sebentar lagi, lo gak sabar banget”ucap kevin sambil melihat ke arah adik sepupunya itu.
“Terserah”ucap Stefanie yang cemberut.
__ADS_1
“Kayla udah beres ayo”ucap kayla yang mencoba tegar dan tidak menangis lagi.
“Iya ayo”ucap Ervan yang berjalan mengiringi kayla diikuti oleh stefanie dan kevin dari belakang.