Jakarta love Story

Jakarta love Story
Mengingat Kevin


__ADS_3

Kayla yang seketika kaget karena Reynad yang memasangkan sabuk pengamannya dan seketika mereka saling berpandangan dan membuat kayla yang mengingat Kevin kembali, dia mengingat bagaimana kenangan dia dan Kevin seketika dia menetaskan air matanya dan menangis dan membuat Reynad yang bingung.


“Kamu kenapa kay?”tanya Reynad yang melihat kayla tiba-tiba menangis.


“Enggak kak”ucap kayla yang mencoba menahan tangisannya karena ia merasa malu.


“Aku tau kamu sedih gara-gara Kevin, menangis lah sampai hati kamu tenang”ucap Reynad yang mengerti keadaan kayla yang mungkin sangat kehilangan Kevin bagaimana tidak selama beberapa tahun terakhir Kayla yang selalu bersama Kevin tetapi sekarang mereka berjauhan.


“Maafin kayla kak, kayla jadi nangis di mobil kakak”ucap kayla sambil mengusap air matanya yang menetas.


“Jadi gimana? Mau ke mall sekarang?”tanya Reynad yang tau kalau kayla memang tengah bersedih dan pasti tidak ingin pergi ke mall karena di sana ia akan tambah menangis karena di mall tersebut juga terukir banyak kenangan kayla dan Kevin.


“Kita ke mall kak, kasihan stefanie sama Lisa pasti nungguin aku”ucap kayla yang merasa tidak enak hati kepada sahabatnya karena bagaimana pun mereka memang sudah berjanji untuk ke mall dan jalan-jalan.


“Yaudah”ucap Reynad sambil menjalankan mobilnya, ia tau bahwa kayla memang masih mencintai Kevin dan belum move dari Kevin tetapi ia masih tetap berusaha untuk mendekati Kevin karena mungkin semakin lama mereka bersama semakin akan tumbuh juga cinta kayla untuk Reynad, Reynad tidak keberatan kalau ia harus menjadi pelampiasan kayla.


Sedangkan kayla di dalam mobil hanya berdiam tak banyak bicara sedangkan Reynad hanya mengamati kayla dan tidak berbicara sama sekali karena takutnya kayla enggan mendengarkan ucapannya.


Dan tak lama mobil yang di kendarai Reynad pun sampai di parkiran sebuah mall yang akan mereka singgahi dan ternyata di sana Lisa, stefanie yang sudah sampai duluan dan terlihat kesal karena menunggu kayla yang lama.


“Maaf yah, tadi gue isi bensin dulu”ucap Reynad berbohong karena mana mungkin ia menjelaskan karena keterlambatannya dan mana mungkin ia berbicara sebenarnya kepada sahabatnya.

__ADS_1


“Santai aja bro”ucap edwar yang merasa tidak masalah kalau harus menunggu sebentar.


“Kay lo gak apa-apa kan?”tanya Lisa tak kala melihat mata kayla yang terlihat berkaca-kaca seperti habis menangis.


“Enggak kok, tadi cuman kelilipan aja”ucap kayla berbohong karena ia tidak berani menangis di depan sahabatnya karena mereka akan marah kalau sampai tau bahwa ia menangis karena mengingat Kevin.


“Yaudah ayo”ucap stefanie mengajak sahabatnya untuk masuk ke dalam mall tersebut.


“Ky kamu kenapa dari tadi aku lihat kamu kok bengong aja?”tanya kayla yang melihat sahabatnya aneh dan cenderung kesal.


“Giamna gue gak bengong, dari tadi gue seakan jadi nyamuk kalian”ucap Rizky dengan wajah masamnya ia merasa kesal karena hanya dirinya yang sendirian dan tidak mempunyai patner mungkin efek jomblo jadinya begini.


“Santai aja Ky, kan gue juga sendirian”ucap Lisa yang memang dia pun sendirian dan jomblo.


“Kak Ervan tadi pamit katanya dia ada janji sama kak nasya”ucap Lisa yang dimana Ervan hanya mengantarnya saja.


Dan tak lama datang motor yang udah mereka kenal dan seketika mereka bengong siapa yang datang dab seakan tidak percaya. Laki-laki itu memarkirkan motornya dan terlihat aura kegantengan, tetapi berapa dinginnya bagaikan di musim salju siapa lagi kalai bukan Nathan.


Lisa yang melihat itu semua kaget dan tak percaya mengapa Nathan datang, padahal dia tidak memberitahu atau menyuruh Nathan datang karena memang di yang ingin melupakan Nathan.


“Nath lo ngapain kesini?”tanya edwar tak kala melihat kedatangan Nathan.

__ADS_1


“Gue di suruh sama Ervan katanya, ada hal yang harus dia bicarakan sama gue”ucap Nathan karena saat tadi dia berangkat dari sekolah menuju ke arah mall Ervan memberitahukan kepada Nathan bahwa ada sesuatu yang harus ia bicarakan dengan nya padahal ia sengaja agar ada waktu berdua antara Nathan dan Lisa serta bisa berbicara dari hati ke hati dan kalau Nathan tau tentang rencananya pasti dia akan menolak dan tak datang.


“Tapi Ervannya memang udah pergi, tadi dia ada janji sama nasya”ucap edwar yang merasa bingung kenapa Ervan menyuruh Nathan datang di saat dia sendiri tidak ada disini.


“Kak edwar pura-pura polos apa gimana sih, ayo kita pergi”ucap kayla sambil berjalan menarik tangannya Reynad sedangkan edwar yang masih bingung.


“Ayo kak”ucap Stefenie yang sudah tau apa maksud dari itu semua, ia menarik tangan edwar dan Rizky berbarengan karena ia yang merasa kasihan kalau Rizky sendirian.


“Lah kok gue di tinggal”ucap Lisa yang melihat sahabatnya meninggalkannya sendirian, dia yang merasa canggung saat bersama dengan Nathan.


“Yaudah kak Lisa duluan”ucap Lisa yang hendak pergi dari hadapannya Nathan karena ia tau kalau Ervan memang sengaja membuat Nathan datang kesini agar bisa berjalan dengannya hanya saja Lisa tak mau berharap lebih kalau Nathan akan mengikuti kemauan Ervan dan pasti Nathan memilih pergi dari pada harus jalan berduaan bersama dengan Lisa yang jelas-jelas Nathan tidak menyukai Lisa.


“Tungguin gue”ucap Nathan yang membuka pembicaraan ia yang mengerti maksud sahabatnya meninggalkannya agar ia bisa jalan berdua bersama dengan Lisa.


“Iya kak”ucap Lisa masih dengan simpel karena ia yang masih tidak berharap akan jalan berdua bersama Nathan.


“Ayo”ucap Nathan sambil menarik tangannya Lisa dan Lisa yang kebingungan mengapa Nathan meraih tangannya ia senantiasa berdiam dan tak bergerak sama sekali.


“Ayo cepet”ucap Nathan menarik tangan Lisa mungkin ini adalah kesempatan dia untuk berbicara dengan Lisa, ia akan mencoba membuka hatinya untuk Lisa karena bagaimana pun Lisa yang sudah mengejarnya lama.


Nathan yang mencoba membuka hatinya karena ia yang merasa tidak enak oleh sahabatnya Ervan yang memohon kepadanya untuk bersama dengan Lisa, karena menurut Ervan, Nathan adalah orang yang tepat untuk Lisa yang sangat manja. Walaupun Nathan belum sepenuhnya mencintai Lisa tapi dia akan berusaha semampunya untuk mencintai Lisa.

__ADS_1


Lisa yang sangat bahagia karena pada akhirnya Nathan mau jalan bareng berdua bersamanya dengan tanpa paksaan karena sebelumnya Nathan selalu menolak ketika dia meminta Nathan untuk menemaninya. Lisa senantiasa memandang Nathan sambil berjalan begitu tampannya Nathan dan membuat cinta Lisa seakan kembali ingin memperjuangkan Nathan lagi, apalagi sekarang Nathan yang mengenggam erat tangannya.


__ADS_2