
Lisa yang masih saja kesal dengan orang tuanya dan alhamdulilah sekarang dia sudah boleh pulang tetapi dia sangat risih karena Nathan yang selalu ada mengikutinya.
“Selamat datang sayang di rumah”ucap Bu wulan sambil memeluk anaknya.
“Iya mah, Lisa udah kangen sama masakan ruamhan, masakan rumah sakit gak enak”ucap Lisa yang memang masakannya sangat hambar.
“Iya sayang, kita makan kok, kebetulan kayla udah masak tadi buat nyiapin kamu pulang”ucap Bu wulan yang tersenyum mempersilahkan anaknya untuk duduk di meja makan.
“Mah tapi kenapa dia disini? Usir aja”ucap Lisa yang sangat kesal karena Nathan yang selalu mengikutinya.
“Sayang jangan begitu dia Suami kamu dan lagian Nathan bakalan tinggal disini kok”ucap Bu wulan yang memang agar Nathan dan Lisa kembali dekat lagi.
“Gak mau mah, Lisa gak mau lihat kak Nathan”ucap Lisa yang memberontak.
“Lisa jangan begitu, kamu sadar berkat doa dan Nathan yang selalu ada disini”ucap pak Farhan yang dimana anaknya yang memarahi Nathan sedari kemarin.
“Yaudah”ucap Lisa yang duduk di kursi makannya begitupun yang lainnya.
“Lis nih aku udah masak makanan kesukaan kamu, aku harap kamu suka yah”ucap kayla yang tersenyum ke arahnya Lisa.
“Pasti suka dong kay, masakan kamu terbaik lebih baik dari pada masakan mamah”ucap Lisa sambil tertawa karena memang Bu wulan yang tidak terlalu pintar dalam hal memasak.
“Iya Iya masakan mamah kalah deh sama kayla”ucap Bu wulan ikut bercanda juga.
“Enggak juga masakan mamah enak kok, kayla suka”ucap kayla tersenyum.
“Jangan ngobrol terus ayo makan”ucap pak Farhan karena anaknya dan istrinya yang berbicara terus.
Iya pah”ucap semuanya.
__ADS_1
Mereka akhirnya makan dengan Lisa yang sangat lahap makannya, Nathan yang perhatian dan ingin membawakan makanan kepada Lisa tapi Lisa yang menolak karena dia tak ingin berharap lagi kepada Nathan takutnya dia akan sakit hati lagi.
Semua orang selesai makannya dengan kayla dan Bu wulan yang membereskan bekas makannya sedangkan Nathan, Lisa dan pak Farhan menonton televisi, pak Farhan dan Bu wulan senang dan menerima Nathan di keluarga ini apalagi Nathan yang sudah mereka kebal sejak lama.
Kayla dan Bu wulan pun sudah selesai beres-beres dan ikut bergabung dengan orang yang berada di ruang keluarga.
“Lisa jadinya gimana ? Mau kuliah kapan?”tanya Bu wulan yang penasaran.
“Kayanya tahun depan deh mah, karena kan semester sekarang Lisa banyak tertinggal kadinya gak enak kalau masuk pertengahan”ucap Lisa yang apa boleh buat dia harus menunggu satu tahun lagi, andai saja dia yang tidak kecelakaan dia pasti sudah kuliah.
“Yaudah papah dan mamah hanya bisa dukung aja, kamu istirahat aja tunggu badan kamu baikan”ucap pak Farhan menasehati anaknya.
“Iya pah, oh iya kay, gimana di kampus banyak yang ganteng gak?”tanya Lisa yang penasaran apakah banyak pria tampan seperti yang sering ia lihat di televisi atau di drama.
“Banyak banget lis. Kalau kamu lihat pasti sama kaya tipe kamu”ucap kayla menjelaskan.
“Wah beneran kay? Pasti kamu udah ada yang naksir lagi kan di kampus”ucap Lisa yang ia tahu bahwa pesona kayla sangat bagus dan dapat memikat siapapun.
“Gimana gak bakal marah, dia bucin banget kay, andai aku kuliah pasti dapat yang ganteng”ucap Lisa juga yang ikut lemas dan membuang nafasnya.
“Jangan begitu Lisa kamu udah punya suami”ucap Bu wulan sambil melihat ke arah Lisa,”dan kayla jangan begitu juga Reynad begitu juga cinta sama kamu, kalian harus jadi perempuan setia”ucap Bu wulan menasehati anaknya apalagi Lisa yang berbicara seperti itu si depan Nathan.
“Iya sayang, kalian itu harus setia seperti papah yang selalu setia kepada mamah”ucap pak Farhan dengan genitnya.
“Mulai-mulai”ucap kedua anaknya yang sudah tau kelakuan ayahnya yang sangat bucin.
“Lisa lebih baik kamu istirahat dulu jangan banyak pikiran apalagi kalau kamu memikirkan laki-laki lain”ucap Bu wulan sedangkan Nathan hanya diam karena takut Lisa yang marah-marah.
“Iya istirahat sayang, jangan dulu kecapean”ucap pak Farhan”Nath anterin Lisa ke kamarnya dan kamu juga sekamar sama Lisa yah”ucap pak Farhan menjelaskan.
__ADS_1
“Satu kamar”ucap Lisa dan Nathan berbarengan karena dia yang tidak tau bahwa tinggal serumah itu harus satu kamar.
“Ih satu kamar Kenapa kaget? Kan kalian udah menikah”ucap Bu wulan menjelaskan.
“Tapi kan tante”ucap Nathan yang ingin menolak apalagi karena Lisa juga yang tak ingin bersamanya.
“Tapi kan mah, kalau satu kamar bagaimana kalau Lisa hamil”ucap Lisa dengan polosnya mengatakan itu di depan semua orang dan membuat semua orang yang terdiam karena kaget.
“Kalau hamil yah gak apa-apa, jadi papah sama mamah punya cucu”ucap pak Farhan menggoda anaknya.
“Iya lis jadinya aku punya keponakan gak sabar pasti lucu”ucap kayla sambil membayangkan bagaimana Lisa mempunyai anak dan dia yang menjaga anaknya Lisa.
“Kok jadi bahas anak dan hamil sih, ayo lis istirahat”ucap Nathan yang membawa istrinya untuk ke kamar.
“Bisa sendiri”ucap Lisa yang enggan untuk di gandeng oleh Nathan.
Nathan mengikuti Lisa dari belakang dan dilihat oleh keluarganya.
“Jangan lupa kasih mamah dan papah cucu”ucap Bu wulan yang berteriak.
Sedangkan Lisa yang malu karena dia yang keceplosan karena berbicara seperti itu ia berjalan dengan cepat agar segera memasuki kamarnya.
“Oh iya mah, kayla mau keluar sebentar boleh”ucap kayla meminta izin.
“Mau kemana sayang?”tanya Bu wulan.
“Kayla ada tugas dan harus membeli buku, jadi kayla mau ke toko buku dulu”ucap kayla yang memang sudah semakin banyak tugas dan ia juga harus mencari buku untuk dia yang masih bekerja sebagai pengajar, mungkin agak melenceng kuliah kayla dengan pekerjaannya tetapi kayla sangat menikmati prosesnya ini, apalagi jurusan ini yang menyarankan pak Farhan selaku orang Tua angkatnya setidaknya dia harus membalas budi. Bagaimana jadi nya jika saat itu kayla hidup di kampung sendirian apakah ia masih mampu untuk berkuliah dan hidup dengan layak.
“Yaudah sayang hati-hati, kamu mau papah anterin?”tanya pak Farhan memberikan ingin memberikan tumpangan.
__ADS_1
“Papah sama mamah istirahat aja yah, biar kayla pergi sendiri, mamah kan kurang tidur jadi sekarang manfaatkan waktu mamah dan papah untuk istirahat”ucap kayla yang merasa kasihan kepada orang tuanya.