
Ervan yang masih saja khawatir akan kayla mencoba terus bertanya karena ia tau pasti hari kayla sakit setelah kepergian Kevin yang tanpa pamit.
“Udah kak jangan tanya kayla terus, mungkin kayla memang gak mau jawab”ucap Lisa yang kesal karena sang kakak yang terus-terusan bertanya kepada kayla padahal sedari tadi kayla hanya terdiam membatu.
“Biar gue yang bicara sama kayla, ayo kay gue Anter ke toko buku”ajak Nathan agar kayla lebih leluasa berbicara dengannya karena memang mereka dekat dan saling berbagi cerita.
“Kayla ke toko buku dulu kak, bilangin sama papah dan mamah”ucap kayla yang mengikuti Nathan dan menaiki motornya karena menurut kayla Nathan adalah orang yang selalu mendengarkan ceritanya dan kenapa ia tidak berbicara dengan Lisa dan stefanie takutnya cerita itu sampai ke orang tua angkatnya.
Nathan melajukan motornya dengan kayla yang di belakang, ia butuh udara segar agar melupakan Kevin walaupun pergi bersama Nathan bukan pelampiasan ia hanya ingin bercerita dengan Nathan sekaligus bertanya tentang Nathan dan Lisa karena ia tau bahwa benih-benih cinta Nathan kepada Lisa memang sudah tumbuh hanya saja egois dan gengsinya Nathan begitu besar.
Lisa yang melihat itu semua cemburu yah cemburu walaupun ia berusaha untuk melupakan Nathan tetapi tetap saja cintanya akan Nathan tak pernah hilang sedikitpun.
“Apa kak Nathan masih suka yah sama kayla”tanya Rizky tak kala melihat Nathan dan kayla yang meninggalkan mereka dengan berboncengan.
“Diam Rizky”ucap stefanie yang merasa kesal karena Rizky berbicara seperti itu, stefanie yang melihat ke arah lisa yang berkaca-kaca ia pun tau bagaimana perasaan itu karena ia pun pernah mempunyai cinta yang bertepuk sebelah tangan hanya saja lihat dapat mengungkapkannya sedangkan stefanie hanya cinta dalam diam saja.
“Kayanya Nathan cari kesempatan dalam kesempitan”ucap edwar yang menurutnya Kevin memanfaatkan keadaan ini untuk mendekati kayla agar kayla dapat bersama dengannya.
“Diam kak edwar”ucap stefanie yang merasa kesal karena tidak sahabatnya tidak pacarnya sama saja.
“Ayo van kita juga kan harus belajar, gak usah khawatir kayla itu perempuan”ucap Nasya mengajak Ervan untuk belajar. Menurut nasya kayla adalah perempuan yang kuat dan dapat bertahan dalam situasi apapun.
“Yaudah kak lebih baik kita pulang, setahun kayla sama kak Nathan”ucap Lisa walaupun ia cemburu tapi bagaimana lagi mungkin Nathan yang bisa menghibur kayla.
“Iya kita pulang aja van dan semoga aja Kevin hanya liburan kesana”ucap edwar yang berharap bahwa Kevin di sana hanya sebatas liburan saja dan sebentar.
__ADS_1
Mereka pun pulang dimana Lisa, nasya dan Ervan menaiki mobil begitupun dengan edwar dan stefanie serta Rizky yang tak ketinggalan.
**
Nathan membawa kayla ke suatu danau untuk menangkan pikiran kayla, ia tau bagaimana hancurnya hati kayla karena dimana dia pun memang pernah merasakan hancurnya saat kayla yang berpacaran dengan Kevin hanya saja ia dapat menahannya.
Nathan memberhentikan motornya dan kayla pun mulai turun, dengan wajah yang masih sangat terlihat cemas dan lelah serta tatapan kosong.
“Ayo duduk disana”ucap Nathan menunjuk kursi agar mereka lebih santai berbicara ketika duduk karena kalau berdiri akan merasa canggung.
“Iya kak”ucap kayla yang hanya bisa mengikuti Nathan,
Mereka duduk di kursi dengan menikmati pemandangan danau yang terlihat sangat indah dan sehat. Sebelum berangkat ke danau Nathan mampir dulu ke minimarket karena tau dan yakin kalau kayla belum makan.
“Ini minum”ucap Nathan sambil memberikan sebotol air putih kepada kayla.
“Apa ada kabar dari Kevin?”tanya Nathan penasaran apakah Kevin sudah memberikan kabar kepada kayla atau belum, dan ia juga penasaran apa yang terjadi sehingga kayla tidak banyak bicara.
“Belum kak, kayla mohon gak usah bahas kak Kevin kayla ikut kakak karena memang ingin mencari udara segar bukan mau bahas kak Kevin”ucap kayl yang enggan untuk membahas Kevin karena kalau ia membahas Kevin air matanya akan turun dan menangis.
“Yaudah Maafin kakak, kamu makan dulu aja”ucap Nathan sambil memberikan beberapa camilan kepada kayla sambil melihat wajah kayla yang seakan menangis dari situlah Nathan tidak akan bertanya apapun mengenai kayla dan Kevin biar saja mereka yang memutuskan apa yang akan terjadi.
“Terima kasih kak udah ajak kayla jalan”ucap kayla tersenyum mencoba berbahagia agar ia lupa dengan luka yang Kevin berikan kepadanya.
Kayla pun terdiam dengan memandangi danau sambil meminum dan memakan cemilannya hatinya sudah mulai tenang dan air matanya sudah tidak akan keluar lagi alam yang selalu membuat manusia menjadi orang yang lebih kuat dan tenang, menjalani hidup memang tak semudah yang di bayangkan apalagi ketika kita hidup hanya seorang diri tanpa orang tua dan keluarga.
__ADS_1
Nathan tak berani bertanya apapun karena kayla yang sudah mulai tersenyum sedikitpun sudah membuat bahagia, mungkin perasaan suka Nathan dengan kayla memang sudah hilang tapi baginya kayla seorang adik yang harus ia jaga apalagi kayla yang merupakan anak yatim piatu.
“Kak Nathan bagaimana hubungan kakak sama Lisa?”tanya kayla yang mencoba bertanya sesuatu karena ia pun ingin tau perasaan Nathan kepada Lisa karena tidak ingin Lisa yang bersedih.
“Entahlah”ucap Nathan dengan singkat bagaimana tidak ia masih merasa bingung atas perasaannya terhadap Lisa apakah ada cinta atau tidak.
“Kalau kak Nathan cinta sama Lisa perjuangkan kak, jangan tunggu Lisa menyerah kak”ucap kayla ia tau kalau udah sakit hati orang yang tulus pun akan menyerah karena buat apa menunggu orang yang memang tidak mencintai kita.
“Gue masih perlu waktu buat berpikir kay. Gue masih harus benahi hati gue dulu, apalagi hati gue masih sakit karena lo tolak”ucap Nathan dengan wajah lesunya.
“Maafin kayla kak. Kayla gak maksud”ucap kayla yang merasa bersalah akan Nathan padahal Nathan begitu baik kepadanya dan selalu ada saat ia butuh.
“Santai aja gue bercanda kok”ucap Nathan ia hanya bercanda dan ingin melihat expresi kayla yang panik.
“Aku udah kaget aja”ucap kayla yang memang ia merasa kaget dan bersalah atas semuanya. Tetapi memang kayla lebih mencintai dan menyayangi Kevin walaupun Kevin yang selalu menyakitinya.
“Yaudah mau pulang atau masih mau disini?”tanya Nathan karena waktu yang menunjukkan sore dan takut kemalaman nanti Ervan marah kepadanya.
“Yaudah kak ayo pulang”ucap kayla yang membereskan makanannya dan memasukan ke kantong kresek.
Mereka pun berjalan menyusuri jalan di danau sampai akhirnya sampai dimana Nathan memarkirkan motornya. Kayla memasang helm tapi tak kala itu ia mengingat sosok Kevin yang selalu memakaikan helm kepadanya dan membuat dia menetaskan air matanya.
“Kenapa?”tanya Nathan bingung tak kala kayla yang menetaskan air mata.
“Enggak kak”ucap kayla yang tidak mau Nathan tau bahwa ia menangis.
__ADS_1
“Yaudah ayo berangkat”ucap Nathan yang sudah menaiki motornya dan diikuti oleh kayla dan segera melajukan motornya.