
Rose yang mendengar itu semua pun menjadi sangat bahagia akhirnya orang tuanya Kevin menyetujui apa yang ia ucapkan walaupun hari ini ia yang tidak bisa jalan bareng bersama Kevin tapi setidaknya dia mempunyai restu dari orang tua Kevin.
“Oh iya Tante bagaimana kalau Kevin kuliah aja di Amerika bersama Rose dan Rose yakin lama kelamaan Kevin akan kembali mencintai Rose kalau dia dekat bersama Rose”ucap Rose dan berharap akan dapat persetujuan dari orang tuanya Kevin.
“Kebetulan om juga memang berniat untuk Kevin kuliah di luar negeri agar dia bisa belajar bisnis yang baik disana”ucap pak David yang memang Kevin harus kuliah bisnis agar dapat melanjutkan perusahaannya apalagi ia anak tunggal dan pewaris dari keluarga cortizo.
“Ide bagus, biar sekalian Kevin melupakan kayla”ucap Bu liliana yang menurutnya Kevin adalah orang yang tidak pernah bisa hubungan jarak jauh karena yang ia tau di tinggal Rose 2 tahun pun Kevin dapat berpindah hati apalagi saat Kevin yang kuliah disana selama 4 tahun pasti akan melupakan kayla.
“Yaudah pokoknya Rose berharap Kevin setuju yah tante”ucap Rose dengan hari tersenyum bahagia akhirnya ia akan bisa berdekatan lagi dengan Kevin dan tidak ada pengganggu.
“Pokoknya masalah itu tenang saja Rose biar om yang urus”ucap pak David dengan memikirkan cara agar bagaimana pun Kevin harus kuliah di luar negeri.
“Terima kasih om tante”ucap Rose dengan tersenyum bahagia.
“Iya sama-sama sayang”ucap Bu liliana memeluk calon menantunya.
“Yaudah kalau begitu Rose pulang dulu yah tante”ucap Rose dan lagian buat apa dia lama-lama tinggal di rumah itu kalau Kevin nya sendiri enggan untuk bertemu dengan dia.
“Yaudah sayang hati-hati”ucap Bu liliana tak kala melihat Rose yang pulang, Rose pulang dengan hati yang bahagia walaupun hari ini ia tidak bisa jalan-jalan bersama dengan Kevin seenganya dia bisa punya kesempatan kedepannya untuk terus-terusan bersama dengan Kevin.
Waktu itu dia meninggalkan Kevin karena ingin mengejar cita-citanya dan memilih menyakiti Kevin dengan ia berpura-pura berpacaran dengan Reynad tetapi kini ia menyesal telah meninggalkan Kevin sehingga saat kelas 3 SMA ia memutuskan untuk kembali lagi ke Indonesia mengejar cintanya Kevin tetapi apa daya Kevin sangat sulit untuk di dapatkan kembali karena Kevin yang sudah mempunyai kekasih.
__ADS_1
***
Hari telah berlalu mentari menyinari pagi yang begitu indah yah walaupun terasa sangat kosong karena hari ini adalah hari pertama mereka sekolah setelah kakak kelas ujian dan begitu sedih tidak ada kakak kelas yang selalu mereka incer.
“Suasana sekolah jadi kosong yah”ucap Lisa tak kala melihat ke kiri dan ke kanan karena biasanya parkiran penuh tetapi ini terasa kosong karena biasanya yang banyak membawa kendaraan adalah kelas XII
“Iya bener beda banget”ucap stefanie
“Yah kalian terasa beda karena gak bisa ketemu gebetan sama pacar tapi menurut gue sama aja”ucap Rizky
“Tapi bukannya lo juga naksir kak Silvi yah? Kok gak merasa kesepian?”tanya Lisa yang setianya memang Rizky mencintai Silvi hanya saja dia takut duluan mendekati Silvi.
“Udah enggan, udah berpaling gue”ucap Rizky yang memang hari ini ia tidak mencintai siapapun.
“Memangnya kamu gak kangen sama kak Kevin apa kay?”tanya stefanie yang memang melihat kayla yang biasa-biasa aja seakan-akan tidak ada masalah saat ia tidak bisa bertemu dengan Kevin.
“Biasa aja, lagian kemarin juga kan udah ketemu sama kak kevin dan mungkin sekarang dia lagi persiapan daftar kuliah”ucap kayla yang begitu percaya akan kevin.
Yah memang hari ini Kevin tidak menjemput kayla seperti biasanya entah apa yang terjadi dan hanya sesekali juga kevin memberikan pesan kepada kayla tetapi kayla yakin bahwa kevin memang sibuk menyiapkan kuliahnya dan harus memikirkan matang-matang jurusan apa yang akan ia buat.
“Gitu dong, jangan kaya mereka kay lebay”ucap Rizky yang mengejek teman-temannya bagaimana tidak stefanie dan Lisa yang terlihat begitu lesu karena tidak ada Kakak kelas.
__ADS_1
“Yaudah ayo masuk aja”ucap Lisa yang berjalan lebih dahulu meninggalkan tenan-temanya dan tak lama mereka pun mengikuti Lisa berjalan dari belakang.
Dan tak lama setelah mereka sampai ke kelas suara bel berbunyi tanda upacara telah di mulai dan semua siswa berjalan menuju ke lapangan yah walaupun sangat enggan untuk upacara tetapi itu adalah sebuah kewajiban untuk siswa.
Lisa yang sangat malas untuk upacara sampai akhirnya ia meminta izin kepada kayla.
“Kay gue gak upacara yah lagi pusing”bohong Lisa yang memang ia malas untuk upacara apalagi dengan waktu yang lama.
“Oke Yaudah kamu ke uks aja, bisa sendiri kan?”tanya kayla yang tidak banyak bertanya karena sudah tau kelakuan sahabatnya sekaligus kakak angkatnya yang dimana ia selalu enggan untuk upacara apalagi sekarang penyemangatnya tidak ada.
Sedangkan kayla dan yang lainnya memutuskan untuk kelapangan yang sudah terisi semua siswa dan kayla yang sebagai ketua osis mengawasi jalannya upacara karena hari ini bukan jadwalnya menjadi petugas upacara melainkan jadwalnya kelas lain.
Terik matahari yang datang menyinari, ada beberapa siswa pun yang meminta izin karena pusing dan ada juga yang memang pingsan disana dan segera di bawa ke UKS.
Setelah beberapa puluh menit akhirnya upacara pun selesai dan mereka kembali lagi menuju ke kelasnya masing-masing begitu pun dengan kayla dan teman-temannya.
Sedangkan stefanie yang di perjalanan tengah melihat handphonenya dan membaca pesan dari edwar yang tersenyum senyum bagaimana tidak edwar yang hampir tiap hari memberikan gombalan untuk stefanie dan membuat stefanie yang selalu tertawa akan tingkahnya dan perlahan stefanie pun mulai menerima adanya edwar walaupun belum mencintai edwar.
“Lo kenapa ketawa-ketawa?”tanya Rizky yang bingung sahabat perempuannya tersenyum-senyum seperti orang gila.
“Pasti itu kak edwar kan yang Chat kamu jadinya kamu ketawa?”tanya kayla yang memang edwar terkadang terlihat sepeti orang yang tidak waras saat bercanda.
__ADS_1
“Tau aja kay”ucap stefanie yang kembali tersenyum.
“Setidaknya kamu udah lupain dia, aku berharap kamu bisa mencintai edwar dengan setulus hatimu, toh kak edwar juga baik dan sangat mencintai kamu”ucap kayla memberikan nasihatnya ia tidak mau sahabatnya hanya terpaku pada cinta yang memang tidak akan ia dapatkan kecuali Tuhan yang memang menakdirkan.