Jakarta love Story

Jakarta love Story
Tidak percaya


__ADS_3

Lisa memeluk Nathan dengan erat karena ia bahagia akhirnya cintanya di terima juga.


“Udahlah ayo pulang”ucap Nathan berusaha melepaskan pelukan dari Lisa karena ia malu di lihat oleh orang lain.


“Enggak kak, Lisa gak bakalan lepasin kakak, kapan lagi kan dapat pelukan dari kakak”ucap Lisa sambil mempererat pelukannya dari Nathan.


“Yaudah pulang dulu, biar gak di cariin sama Ervan”ucap Nathan agar Lisa mau melepaskan pelukannya.


“Yaudah deh”ucap Lisa sambil melepaskan pelukannya karena ia juga yang tampak kesal karena Nathan yang memintanya untuk tidak memeluknya lagi, padahal ia sangat bahagia hari ini.


“Yaudah ayo naik”ucap Nathan menyuruh Lisa untuk naik ke motornya sambil ia memberikan helmnya kepada Lisa. Lisa yang sudah memakai helmnya akhirnya pun naik ke atas motor.


Motor pun melaju dengan kecepatan sedang karena Nathan tak ingin ngebut karena ia khawatir kepada Lisa. Lisa yang senantiasa memeluk Nathan sambil tersenyum-senyum ia bahagia sekali, Nathan yang merasa risih karena di peluk oleh Lisa tetap ia tak dapat berbuat apa-apa karena takut Lisa marah apabila di tegur.


Perjalanan memerlukan waktu sekitar satu jam, mungkin ini perjalanan pertama Lisa yang bisa memeluk Nathan dengan sesuka hatinya karena biasanya saat di bonceng oleh Nathan Lisa tak pernah memeluk karena Nathan yang selalu marah.


Nathan dan Lisa akhirnya sampai di rumah dan terlihat masih saja ada edwar dan Reynad karena kendaraan mereka masih berjejer rapih, Lisa turun dari motor begitupun dengan Nathan.


“Ayo kak”ucap Lisa sambil memegang tangannya nathan.


“Tapi kayanya gak usah pegangan deh”ucap Nathan yang risih karena ia yang enggan berpegangan tangan karena ia yang tak ingin di ejek oleh teman-temannya.


“Pokoknya ayo”ucap Lisa sambil menarik tangannya Nathan, Nathan tak dapat berbuat apa-apa karena tarikan Lisa yang begitu kuat.


“Kak Lisa pulang”ucap Lisa yang datang menghampiri kakaknya dan yang lainnya dan seketika orang-orang yang berada disana pun melihat ke arah mereka.


Semua orang melihat ke arah mereka dan saling bengong karena melihat Lisa dan Nathan yang bergandengan tangan bagaikan mimpi di siang bolong dan hal mustahil yang pernah terjadi.

__ADS_1


“Hei gue gak salah lihat”ucap Rizky Sambil mengucek- mengucek matanya karena ia tidak percaya dengan apa yang dia lihat karena itu semua adalah hal yang mustahil terjadi.


“Kalian Apa itu nggak salah, karena nathan enggak lagi hilap kan?”tanya stefanie sambil melihat ke arah mereka karena ia yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, oh yah kebetulan stefanie, Rizky dan nasya datang ke rumah Ervan untuk berkumpul.


“Woy lepas-lepas”ucap edwar sambil mendekat ke arahnya Lisa dan Nathan untuk melepaskan pegangan di antara mereka.


“Apaan sih kalian, kaya yang lihat hantu kaya gitu”ucap Lisa heran dengan sikap semua orang yang berada disana.


“Gue lagi gak mimpikan?”ucap Reynad yang melihat itu semua karena ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


“Kayanya gue salah makan deh makannya jadi halusinasi”ucap Ervan sang kakak yang tidak percaya, karena ia tau bagaimana Nathan yang tidak menyukai Lisa sama sekali.


“Mungkin ada keajaiban”ucap nasya juga.


“Kalian kenapa sih kok kaya yang gak percaya aja gue pegangan sama Nathan. Hei yah gue udah pacaran sama Nathan”ucap Lisa menjelaskan apa yang terjadi.


“Nah kan kayla aja percaya”ucap Lisa.


“Beneran Nath gak bohong?”tanya Ervan yang masih tidak percaya.


“Iya”ucap nathan yang simpel dan melepaskan pegangannya dari Lisa dan berjalan untuk duduk karena yang pegal sedari tadi dia berdiri terus.


“Ah akhirnya gak sia-sia perjuangan lo lis”ucap Rizky sambil melihat ke arahnya Lisa.


“Iya dong Ky, semua akan indah pada waktunya”ucap Lisa dambil tersenyum dan berjalan untuk duduk berdekatan dengan nathan.


“Haha jangan lupa pajak jadian nya”ucap edwar sambil ke arah mereka berdua.

__ADS_1


“Lo makan aja yanh dipikirin ed”ucap nasya sambil memukul pundaknya edwar yang tidak ada hari tanpa makanan apalagi kalau ada yang jadian.


“Jangan dulu minta pajak jadian, gue masih gak percaya dengan semua ini”ucap Ervan ia yang masih saja ragu dengan apa yang dilihatnya.


“Gue juga masih perlu pembuktian”ucap Reynad juga yang berasa tak mungkin dengan apa yang ia lihat karena yang ia tau dari dulu Lisa selalu mengejar Nathan tapi Nathan tidak pernah menerima cintanya Lisa, menerima cintanya Lisa adalah hal yang mustahil dekat pun Nathan sangat enggan bersama dengan Lisa.


“Kak Ervan kak Reynad beneran, makannya berjuanglah sampai orang yang mencintai kamu mencintai dan yakin bahwa kedepannya mereka akan luluh dengan segala perhatian yang kalian berikan”ucap Lisa yang berbicara bijak.


“Baru juga pacaran udah bicara bijak aja”ucap stefanie ketika mendengar ucapan dari Lisa, tetap dalam hatinya ia juga tengah berpikir apakah keputusannya untuk menerima cintanya edwar padahal ia sama sekali tidak mencintai edwar tetapi kalau ia menunggu Ervan tak akan mungkin karena Ervan yang sudah mempunyai pacar.


“Yah kalau kalian pacaran, cuman gue aja yang jomblo”ucap Rizky dengan wajah lesu dan memelasnya karena ia yang masih saja jomblo.


“Santai aja Ky, gue juga jomblo, lebih baik jomblo dari pada disakiti Ky”ucap kayla ia yang masih belum ingin berpacaran karena ia yanh tau bagimana rasa sakitnya ketika di tinggalkan.


“Apaan sih malah sedih sih kay, lebih baik gue teraktirin makanan aja”ucap Lisa yang tak ingin kayla menjadi sedih kembali.


“Emang lo punya uang”ucap Ervan yang ia berusaha menyambung pembicaraan karena tak ingin kayla yang sedih.


“Di tanggung kak Ervan aja”ucap Lisa yang dimana ia tidak punya uang karena uang yang di kasih orang tuanya selalu ia belikan make up dan hanya tersisa untuk jajan di sekolah aja.


“Kalian pesan aja, gue yang bayar”ucap Nathan dengan wajah yang tetap datarnya.


“Tapi gue kayanya lihat nya lo Nath terpaksa deh”ucap edwar yang bercanda karena ia yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


“Jangan mulai deh kak”ucap stefanie sambil menepuk pundaknya edwar dimana edwar yang selalu membuat tambah masalah saja.


“Heran gue ed. Lo gitu banget sama mereka”ucap nasya yang merasa kesal kepada edwar yang selalu saja berbicara semaunya.

__ADS_1


__ADS_2