
Nathan yang sekarang tidak fokus kuliah karena dia yang terus memikirkan Lisa. Perasaan menyesal menghantuinya bagaimana tidak dia selalu saja tidak menghiraukan Lisa dan memilih belajar.
Untung saja otak Nathan memang pintar walaupun dia sedang banyak pikiran tetapi dia bisa menyelesaikan ujiannya walaupun mungkin gak semaksimal biasanya.
“Nath Woy”ucap edwar karena sahatatnya yang sedari tadi bengong terus.
“Apaan sih ed lo ngagetin aja”ucap Nathan yang kaget karena tiba-tiba edwar muncul di depan wajahnya.
“Gue dari tadi udah ada disini Nath, lo aja yang bengong terus”ucap edwar sambil meminum-minumannya.
“Iya gue lagi banyak pikiran ed, gue sedih dan gak tau apa yang harus gue lakuin agar Lisa sadar”ucap Nathan sambil terus berpikir bagaimana agar Lisa sadar.
“Lo nikahin dia aja, kali-kali kan kalau lo nikahin dia sadar”ucap edwar dengan tertawa.
Nathan berpikir apakah ini adalah jalan yang terbaik untuknya agar Lisa sadar karena memang sudah banyak hal yang ia lakukan saat ada kesempatan mulai dari berdoa dan mencari pengobatan Lisa yang lainnya.
“Bener juga gue baru kepikiran”ucap Nathan dengan beranjak dari tempat duduk ya dengan penuh semangat.
“Nath lo mau kemana ?”tanya edwar saat melihat Nathan yang berjalan menuju ke luar dari kantin.
“Gue mau ke rumah sakit”ucap Nathan berteriak.
“Nath lo serius? Gue cuman bercanda aja”ucap edwar yang juga berlari karena dia hanya bercanda tetapi mengapa Nathan seperti serius, akhirnya edwar berlari mengejar Nathan tapi Nathan tak terkejar dan sudah menaiki motornya sedangkan edwar juga segera masuk ke dalam mobilnya karena dia ingin mengejar Nathan apakah Nathan serius akan menikahi Lisa atau hanya bercanda saja.
Nathan yang melajukan motornya dengan cukup kencang karena dia tidak sabar ingin sampai ke rumah sakit dan menceritakan keinginannya untuk menikahi Lisa.
Sekitar 30 menit akhirnya dia sampai di rumah sakit dan segera ke ruangan Lisa dan sekarang Lisa yang telah di pindahkan keruangan rawat nya, sesampainya di rumah sakit Nathan melihat kayla dan teman-temannya sedang duduk tetapi dia tidak melihat adanya Bu wulan dan pak Farhan.
__ADS_1
“Kayla tante wulan sama om Farhan kemana?”tanya Nathan dengan napas yang masih memburu.
“Mamah sama papah ada di dalam, ada apa kak?”tanya kayla yang bingung karena tidak biasnya Nathan bertanya tentang kedua orang tuanya.
“Yaudah makasih”ucap Nathan dan masuk ke dalam ruangannya Lisa untuk berbicara dengan Bu wulan dan pak Farhan dan membuat kayla dan sahabatnya Merasa heran apa yang terjadi kepada Nathan.
Tak lama edwar berlari menghampiri mereka yang tengah kebingungan oleh Nathan.
“Kak edwar kok lari?”tanya stefanie yang melihat sang kekasih berlari.
“Itu si Nathan ngaco tau”ucap edwar dengan nafasnya yang masih belum teratur dan ia yang cape karena mengejar Nathan.
“Ngaco kenapa? Memang apa yang terjadi?”tanya kayla karena dia tidak tau apa yang terjadi dan bingung melihat Nathan yang barusan terburu-buru.
“Itu si Nathan mau nikahin Lisa”ucap edwar dengan keras.
“Enggak lah, makannya gue kejar juga takutnya dia lagi kesambet”ucap edwar yang akan masuk ke dalam ruangannya Lisa.
Sedabgkan Nathan yang terburu-buru masuk dan mengucapkan Salam kepada Bu wulan dan pak Farhan.
“Selamat siang om tante”ucap Nathan.
“Selamat siang nak Nathan”jawab Bu wulan saat Nathan mengucapkan salam.
“Om tante Nathan mau Bicara”ucap Nathan sambil menghela nafasnya karena dia yang merasa lelah.
“Minum dulu Nath, jangan buru-buru om dan tante gak akan kemana-mana”ucap Bu wulan sambil memberikan minumnya karena memang ia heran dengan tingkahnya Nathan.
__ADS_1
Nathan meminum minumannya dan ia segera menaruh gelasnya di meja.
“Mau bicara apa Nath? Ayo duduk biar enak”ucap pak Farhan sambil berjalan menuju ke arah sofa mempersilahkan Nathan untuk duduk karena kalau berbicara saat sedang berdiri tidak sopan.
Nathan pun terduduk dan mencoba mengatur nafasnya dan teman-temannya pun masuk karena mereka penasaran dengan apa yang diucapkan oleh Nathan apakah benar Nathan akan menikahi Lisa tau hanya sebatas candaan dia dan edwar.
“Tante om Nathan minta izin buat nikahin Lisa”ucap Nathan sambil melihat ke arahnya Bu wulan dan pak Farhan, semua orang kaget mereka tidak menyangka Nathan akan berbicara seperti itu dan refleks semua orang yang ada disana tertawa karena lelucon Nathan.
“Gak udah bercanda Nath? Kamu mau hibur tante dengan lelucon seperti itu”ucap Bu wulan karena dia yang tidak percaya Nathan mau menikahi Lisa padahal jelas-jelas dia juga seperti terpaksa berpacaran dengan Lisa
“Kok om sama tante tertawa? Nathan mau nikahin Lisa ? Apakah boleh tante”ucap Nathan sekali lagi meminta izin kepada Bu wulan.
“Kamu serius Nath?”ucap pak Farhan yang masih tidak percaya.
“Kak Nathan gak lagi kesambet kan”ucap kayla mendekat ke arah Nathan sambil menyentuh keningnya apakah ada yang aneh terjadi kepada Nathan karena tiba-tiba dia yang mau menikah dengan Lisa.
“Nath lo sadar Nath”ucap edwar yang juga masih bingung karena dia tidak menyangka bahwa sahabatnya benar-benar serius akan menikah dengan Lisa.
“Om tante dan yang lainnya saya serius. Saya mau nikahin Lisa”ucap Nathan yang mencoba berbicara serius agar semua orang tau bahwa dia benar akan menikahi Lisa karena dia yang sangat mencintai Lisa dan takut kehilangan Lisa.
”tapi kenapa kamu mau menikahi Lisa?”tanya Bu wulan karena dia ingin tau alasan dari Nathan yang ingin menikahi Lisa.
“Karena saya mencintai dan menyayangi Lisa, dan saya berharap kalau saya menikahi Lisa, Lisa akan sadar”ucap Nathan dengan tegas.
“Kalau masalah itu gak usah di pikirkan Nath, om sama tante juga lagi berusaha mencari pengobatan yang bagus agar Lisa segera sadar”ucap pak Farhan bukannya dia tak ingin melihat Nathan menikah dengan Lisa hanya saja hal itu tidak perlu karena takut Nathan yang merasa terbebani.
“Om Nathan mohon izinkan Nathan menikahi Lisa, Nathan janji bakalan jaga Lisa dan merawat Lisa dengan baik”ucap Nathan memohon karena menurutnya ini adalah satu-satunya cara untuk membuat Lisa bangun dan agar dia yang tidak terus-terusan merasa bersalah kepada Lisa dan kedua orang tuanya Lisa.
__ADS_1
“Tapi Nath, kalian masih sangat muda, kamu juga masih awal kuliah dan begitupun dengan Lisa”ucap bu wulan yang ia tak ingin menganggu pendidikan Nathan. Padahal sebenarnya dalam hatinya bu wulan setuju Lisa dan Nathan menikah agar Lisa kembali sadar, karena mungkin saja kalau orang yang di cintai nya mencintainya dia akan semangat lagi untuk sadar.