Jakarta love Story

Jakarta love Story
Belum move on


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain Kevin dan sahabatnya berkumpul, Ervan pergi meninggalkan rumah karena dia enggan terus di tanya masalah pernikahan oleh nasya apalagi dia yang masih ingin mengejar karir nya.


“Vin lo gak serius sama nasya?”tanya Kevin karena sedari tadi Ervan hanya diam saja.


“Gue serius lah”ucap Ervan yang ia memang serius membina hubungan sama nasya.


“Apa lo gak cinta lagi sama nasya? Apa lo bosen? Tapi maklumlah kalau lo bosen secara lo udah lama pacaran sama nasya”tanya edwar yang juga penasaran mengapa Ervan belum juga melamar nasya.


“Gue masih sayang sama dia dan juga gue gak bosan, kalau kalian bertanya kenapa gue belum lamar Nasya yah karena gue belum siap dan lagian juga menikah perlu biaya besar”ucap Ervan apalagi dia yang baru saja mendapatkan proyek dan akan cukup sibuk.


“Modal? Lo kan orang kaya kenapa lo mikirin biaya?”tanya edwar yang heran.


“Iya lo kaya orang susah aja”ucap Kevin sambil menggelengkan kepalanya.


“Yah lo pikir lah, kayla yang nerusin perusahaan bokap masa gue yang pake uangnya kan gak mungkin”ucap Ervan yang dia juga sudah berprinsip tidak akan meminta uang orang tuanya karena dia yang sudah menolak untuk melanjutkan perusahaan.


“Tapi lo gak takut perusahaan di ambil oleh kayla dan semuanya menjadi milik dia”tanya edwar.


“Lo gila apa? Gak sebrengsek itu kayla”ucap Kevin yang mendengar itu dan ia sangat marah karena bisa-bisanya edwar berpikiran seperti itu kepada kayla yang dimana kayla adalah perempuan yang baik-baik.


“Kenapa lo jadi marah kan gue cuman tanya”ucap edwar yang kaget juga karena mendengar Kevin yang marah kepadanya.


“Yah lo si ed, bisa-bisanya lo berpikiran seperti itu, gue yakin kayla gak bakalan seperti itu dan kalaupun memang kayla begitu gue gak apa-apa makannya gue fokus ke Karir gue agar gue gak menganggu karir kayla dan gue juga gak ingin kalau gue datang ke orang tua gue saat gue butuh aja”ucap Ervan yang memang sudah memikirkan bagaimana kedepannya dia tidak pernah mengambil keputusan sebelum memikirkan berulang kali.


“Iya gue percaya dan yakin kok kayla gak begitu, lo jangan asal bicara ed kalau depan kayla apalagi kayla lagi sibuk takutnya dia kepikiran”ucap Kevin yang dimana dia sangat memperdulikan kayla dan kalau orang lain tau dia masih tetap memasang walpapernya bersama dengan kayla karena dia yang masih cinta kepada kayla.


“Lo masih sayang sama kayla? Lo care banget sama dia?”tanya edwar yang ingin tau perasaan sahabatnya apalagi sahabatnya yang membela kayla mati-matian.

__ADS_1


“Bohong kalau gue udah move on dari kayla, gue masih sayang sama kayla tapi gue berusaha melupakan kayla karena bagaimanapun kayla udah bukan milik gue lagi”ucap Kevin yang terlihat lesu.


“Sabar Vin, kalau jodoh gak akan kemana”ucap Ervan yang mencoba memberikan semangat kepada sahabatnya.


“Iya gue juga berharap begitu, bentar yah nyokap gue telpon”ucap Kevin saat melihat telpon dari ibunya dan segera mengangkat telponnya tapi Ervan lihat walpaper handphone masih photo kayla.


***


Sedangkan di rumah sakit pak Revan dan Bu Amelia masih saja berdoa untuk kesehatan anaknya dan semoga saja anaknya cepat sembuh dan bisa berkumpul lagi bersama dengan mereka.


“Rey bangun sayang. Kamu pasti kuat kamu harus bangun katanya kamu mau bantu papah di perusahaan”ucap Bu Amelia sambil menangis dan memegang tangan sang anak yang tidak sadarkan diri.


“Mah yang kuat yah, papah yakin Rey bakalan kuat dan kembali sama kita lagi”ucap pak Revan yang banya bisa menenangkan istrinya yang terus menangis.


Sedangkan Reynad masih belum sadarkan diri, dia drop kembali padahal hari ini dia jadwal untuk bertemu dengan kayla. Handphonenya pun terus berbunyi banyak pesan dari kayla dan juga telpon mungkin kayla juga yang merasa khawatir kepada Reynad.


**


“Kak Rey kemana aja sih? Apa kakak sibuk”ucap kayla sambil melihat handphonenya berharap ada pesan dari Reynad tetapi ternyata tidak.


Kayla khawatir kalau sampai Reynad meninggalkannya seperti saat dahulu Kevin meninggalkannya rasa trauma di tinggalkan oleh seseorang masih saja melekat dalam diri kayla. Karena orang yang dicintainya satu persatu pergi sampai dia menjadi anak yatim piatu tanpa orang tua yang hanya hidup menumpang di majikan ibunya tapi dia merasa beruntung karena dia masih mempunyai tempat untuk ia pulang.


Kayla yang masih di meja belajarnya mengecek beberapa laporan yang harus ia persiapkan untuk besok dan juga skripsi yang harus ia bereskan agar dia lulus tepat waktu.


Sedangkan Arsen yang mengetuk pintu kayla tetapi tidak ada balasan dari dalam dan Arsen membuka pintunya.


“Mamah”panggil Arsen saat kayla yang duduk di kursinya dan tidak menjawab panggilan dari Arsen.

__ADS_1


“Mamah”panggil Arsen lagi karena kayla belum menjawab panggilan dari sang keponakan.


“Eh iya sayang kenapa?”tanya kayla yang dimana Arsen sudah beberapa kali memanggil kayla dan tidak kunjung di jawab.


“Mamah kenapa sih? Mamah sakit?”tanya Arsen yang mendekat ke arah kayla dan memegang jidatnya kayla.


“Mamah baik-baik aja sayang. Kamu mau apa?”tanya kayla yang duduk sejajar dengan Arsen.


“Arsen mau jajan mamah, Arsen pengen ice cream”ucap Arsen dengan wajah imutnya dan lucunya.


“Bunda sama papah kemana?”tanya kayla karena bingung mengapa anaknya memanggil dia untuk meminta jajan bukannya kepada Lisa dan Nathan.


“Mamah pintunya di kunci dan Arsen panggil gak di jawab”ucap Arsen yang terlihat bersedih.


“Yaudah ayo pergi sama mamah”ucap kayla yang mau tidak mau dia harus menemani Arsen karena kasihan Arsen yang terlihat bersedih.


Kayla jalan berdua bersama Arsen menuju ke lantai bawah dan sebelum itu dia bertemu dengan Lisa yang terlihat habis keramas saja.


“Kalian kemana?”tanya Lisa melihat kayla dan Arsen.


“Arsen mau beli ice sama mamah kayla”ucap Arsen menjawab.


“Lagian lis, ngapain lo sama kak Nathan masih siang ini”ucap kayla kerena dia tau biasanya Lisa akan mandi kalau mau tidur kecuali ada hal yang mendesak.


“Namanya juga gak kuat kay, makannya lo nikah biar tau”ucap Lisa yang tersenyum dan membuat kayla jijik.


“Yaudah aku sama Arsen ke minimarket dulu”ucap kayla yang berjalan bersama keponakannya dari pada dia meladeni Lisa yang ujung-ujungnya bicara aneh.

__ADS_1


__ADS_2