
Kayla baru saja pulang bersama dengan Kevin dan juga Arsen. Kayla melihat sang Kakak yang tengah duduk di taman rumahnya dengan tatapan yang kosong dan terlihat sangat bersedih.
“Kak anterin Arsen ke dalam yah, di dalam ada Lisa kok, aku mau nyamperin kak Ervan dulu”ucap kayla yang berjalan di belakang Kevin yang sedang menggendong Arsen yang tertidur karena kenyang dan juga lelah bermain.
“Iya sayang”ucap Kevin yang masuk ke dalam rumah dan kayla berjalan untuk menghampiri Ervan yang tengah duduk sendirian.
“Kak lagi apa?”tanya kayla yang duduk di samping kakanya, kayla juga menyapa kepada Ervan tapi Ervan sama sekali tidak menjawab pertanyaannya dan malah bengong saja.
“Kak”panggil kayla lagi dan akhirnya Ervan Sadar dari lamunannya dan melihat ke arah kayla yang duduk di sampingnya.
“Iya kenapa?”tanya Ervan kaget.
“Kak Ervan kenapa? Ada masalah?”tanya kayla karena dari raut wajahnya memang Ervan ada masalah.
“Nasya pergi ke luar negeri kayla”ucap Ervan menjawab walaupun dengan sedih dan lesu nya.
“Kok bisa? Kak nasya ngapain kesana? Cuma liburan kali kak santai aja”ucap kayla yang tau betapa cintanya Nasya sama Ervan ia yakin bahwa nasya tak akan segampang itu meninggalkan Ervan.
“Nasya kuliah kay, kemungkinan dia akan tinggal disana lama, terus kakak harus gimana?”tanya Ervan sambil melihat ke arahnya kayla mencoba meminta solusi harus bagimana dirinya.
“Yah lo kejar dia lah van, bukan malah minta solusi sama kayla”ucap Kevin yang tiba-tiba saja datang dan ikut nimbrung dengan obrolan antara Ervan dan juga kayla.
“Yah kejar gimana toh dia di luar negeri”ucap Ervan dengan bingung.
__ADS_1
“Van lo bego atau Gimana sih. Lo tinggal pesan tiket dan pergi aja atau mau gue pesenin tiketnya?”tanya Kevin yang duduk di tengah-tengah antara kayla dan juga Ervan.
“Kalau dia gak mau ketemu gue gimana? Sia-sia gue datang jauh-jauh kalau sama dia di abaikan”ucap Ervan yang sudah pesimis padahal ia belum juga mencoba datang.
“Yah gak apa-apa lah, lo buktiin aja dulu kalau gak di buktiin gimana Nasya mau ketemu lo dan balikan lagi sama lo”ucap Kevin dengan geleng-geleng kepala memikirkan bagaimana sahabatnya mengejar wanita padahal dia yang terkenal pacaran lama seharusnya dia lebih mengerti bukan harus di nasehati orang lain.
“Tapi gak gampang gitu lah, lo tau kan nasya gak pernah semarah ini sama gue dan minta putus kalau udah begini tanda nya dia gak mau sama gue lagi Vin”ucap Ervan yang malah kacau pikirannya bukan mendapatkan solusi dari Kevin.
“Bener juga yah”ucap Kevin yang mulai berpikir dan bagaimana caranya agar bisa memberikan solusi yang untuk Ervan, padahal ia juga yang punya masalah dan bingung juga dengan solusinya sampai akhirnya Ervan, Kevin dan kayla hanya bengong saja berpikir harus bagaimana menjalani hubungan ini.
“Udahlah, gue mau masuk, lo pikirin aja hubungan lo sama kayla”ucap Ervan yang berjalan untuk masuk ke dalam rumahnya karena percuma berbicara dengan Kevin pun tak akan mendapatkan solusi malahan tambah pusing saja.
Kevin juga malah berpikir bagaimana caranya mendapatkan restu orang tuanya, apa yang harus ia lakukan agar orang tuanya menerima kayla dan mau melamar kayla untuknya.
“Kak kok diam sih?”tanya kayla yang sudah beberapa kali memanggil Kevin tapi tak ada jawaban dari sang kekasih.
“Iya kenapa sayang?”tanya Kevin yang kaget dengan suara panggilan kayla yang cukup keras
“Kak Kevin kok bengong aja, ada apa? Ada masalah?”tanya kayla yang khawatir dengan sang kekasih.
“Enggak kok kayla, ada apa?”tanya Kevin kembali sambil melihat ke arahnya kayla dengan tatapan penuh cintanya, tak bisa di pungkiri memang Kevin sangat mencintai kayla dan dia juga sangat bersyukur karena kayla yang mau menerimanya kembali padahal ia yang sudah putus asa dan takut kalau kayla tidak menerimanya dan untungnya saja kayla mau menerimannya kembali.
“Oh, udah kak jangan di pikirin masalah papah nyuruh kakak cepat lamar kayla, kayla yakin kok papah mengerti keadaan kak Kevin”ucap kayla tersenyum ia akan berusaha mendukung Kevin untuk meminta restu, memang berat menerima ini semua apalagi kayla yang harus berusaha menerima Kevin kembali begitupun dengan keluarga Kevin yang harus menerima orang yang di bawah level mereka tapi kayla selalu berdoa semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuknya dan juga Kevin.
__ADS_1
“Enggak kok sayang. Kakak akan berusaha minta restu sama papah dan mamah kamu sabar yah dan berdoa”ucap Kevin memohon dan tersenyum untuk menutupi semua masalah yang sedang ia hadapi.
“Yaudah semoga aja yah, om dan tante merestui kita”ucap kayla tersenyum.
“Yaudah kakak pulang dulu yah, gak enak kalau om Farhan tau nanti mereka berubah pikiran”ucap Kevin berpamitan karena merasa tidak enak dengan pak Farhan, ia yang sudah berani datang padahal ia belum mendapatkan restu dari orang tuanya.
“Yaudah kak hati-hati yah”ucap kayla terseyum tak kala sang kekasih pamit tak lupa juga Kevin mencium keningnya kayla.
Kevin pulang dengan mobilnya sedangkan kayla masuk ke dalam rumahnya dan disana ada Nathan dan juga Lisa dengan ngobrol karena kebetulan Nathan sudah pulang bekerja.
“Kay ada masalah?”tanya Lisa tak kala melihat kayla yang tidak semangat.
“Enggak kok”ucap kayla duduk di depan Lisa dengan menghela nafasnya.
“Kenapa kay? Ada masalah? Cerita aja”ucap Nathan juga yang khawatir karena kayla memang selalu terbuka kepadanya.
“Kayla cuman bingung aja kak apa keputusan kayla kembali lagi sama kak Kevin adalah yang terbaik”ucap kayla yang berpikir takutnya ia akan sakit hati lagi apalagi kalau sampai Kevin meninggalkannya gara-gara orang tuanya yang tidak setuju.
“Kamu kenapa? Kok ragu? Apa Kevin nyakitin kamu kay?”tanya Lisa yang mendadak serius sambil melihat ke arahnya kayla dengan cemas.
“Bukan begitu lis. Hanya saja aku takut kalau orang tuanya kak Kevin pisahin aku sama kak Kevin lagi seperti dulu”ucap kayla karena rasa cemasnya itu masih tetap ada seakan trauma tentang perpisahan.
“Kay dengerin kakak yah, kakak yakin kok Kevin gak akan ninggalin kamu lagi dan kakak yakin kalau om David dan tante Liana akan merestui kamu, kamu harus sabar yah gak semudah itu bagi mereka memberikan restu”ucap Nathan berusaha meyakinkan kayla agar kayla tidak ragu dan merasa trauma, walaupun Nathan yang tidak tau bagaimana kehilangan seseorang atau di campakkan seseorang tapi dia berusaha memahami kayla begitupun Kevin.
__ADS_1