Jakarta love Story

Jakarta love Story
Nathan lisa baikan


__ADS_3

Sedangkan Ervan yang melihat itu semua heran dan menghampiri mereka yang terlihat tengah berdebat dan terlihat marah.


“Kalian kenapa lagi sih berantem terus”ucap Ervan yang pusing dengan masalah adik-adiknya apalagi Lisa yang enggan untuk keluar dari kamarnya dan makan pun harus di Anter kan ke kamarnya.


“Enggak kok kak, ini biasa kita lagi ngobrol”ucap kayla karena tak ingin ada perdebatan di antara mereka, kalau tau mereka berdebat Ervan pasti marah.


“Enggak van, ini gue cuman goda Reynad aja”ucap Nathan yang memang sengaja, karena memang dia tak ada rasa cinta kepada kayla hanya dia yang menganggap kayla sebagai adik saja dan tidak lebih.


“Ayo pergi”ucap reyand sambil menarik tangannya kayla yang tengah berbicara dengan Reynad.


“Rey lo bawa kayla kemana?”tanya Ervan tak kala melihat Reynad yang menarik tangannya kayla meninggalkan mereka yang masih berada di sana dan membuat Ervan yang khawatir.


“Biarin aja van. Reynad gak bakalan nyakitin kayla kok”ucap Nasya yang dimana menurut dia Reynad tak akan menyakiti kayla karena bagaimana mungkin Reynad menyakiti kayla padahal Reynad sangat mencintai kayla.


“Tapi kan?”ucap Ervan yang masih khawatir.


“Gue duluan”ucap Nathan yang berjalan lebih dulu meninggalkan nasya dan Ervan.


Nathan hari ini berniat untuk datang ke rumahnya Lisa dia akan meminta penjelasan mengapa Lisa tidak membalas pesannya dan tidak ingin bertemu dengannya apa ada yang salah dengannya selama ini.


Nathan yang menjalankan motornya menuju ke rumahnya Lisa. Nathan memang menyukai Lisa hanya saja dia yang tidak memanjakan perempuan dan dia yang sudah terbiasa cuek.


Tak perlu waktu lama akhirnya Nathan sampai ke rumahnya Lisa dan yah di sore hari di rumahnya Lisa tidak ada siapa-siapa hanya ada pengurus rumah tangga dan satpam karena memang kayla dan Ervan belum pulang sedangkan kedua orang tua mereka belum pulang juga.


“Eh den Nathan, den Ervan nya belum pulang”ucap pak satpam saat melihat Nathan yang datang padahal Ervan memang belum pulang.


“Saya bukan mau ketemu Ervan pak, mau ketemu Lisa nya ada?”tanya Nathan dengan hati-hati.

__ADS_1


“Oh non Lisa, non Lisa lagi di taman belakang den”ucap pak satpam yang dimana memang dia tidak tau bahwa Nathan akan bertemu Lisa karena biasanya Nathan datang selalu mencari Ervan.


“Oh yah makasih pak”ucap Nathan tersenyum dan dia berjalan ke arah taman belakang.


Lisa yang sedang berada di taman untuk menyejukkan hatinya karena dia tau bahwa di rumah tidak ada orang sehingga dia bebas dan tidak akan ada orang yang bertanya kepadanya.


Lisa yang tengah mendengarkan musik sambil sesekali memejamkan matanya yah walaupun matanya bengkak karena semalam dia menangis, karena dia yang sangat kecewa kepada Nathan, dia berpikir kalau mereka pacaran Nathan akan memperlakukannya dengan baik tapi nyatanya tetap saja Nathan yang cuek sekali.


Nathan duduk di samping Lisa dan Lisa masih tidak sadar karena ia memejamkan matanya, Nathan yang melihat itu semua terkadang dia juga terpesona oleh Lisa, Lisa yang memiliki wajah cantik dan mempesona serta kaya hanya saja Lisa tidak sepintar kayla yang dimana dia serba bisa tetapi kayla hidupnya lebih malang dari pada Lisa.


“Kak Nathan”ucap Lisa yang baru saja membuka matanya untuk memutarkan lagu lain tetapi betapa kagetnya karena di sampingnya ada Nathan yang tengah menatap wajahnya.


“Kenapa kaget begitu? Emang gue hantu”ucap Nathan tak kala Lisa yang kaget.


“Bukannya gitu, tapi Kakak mau apa kesini”ucap Lisa yang di mana dia canggung bersama Nathan karena masalah kemarin, biasanya dia akan biasa aja saat bersama dengan Nathan.


“Apaan sih”ucap Lisa yang bersikap biasa aja.


“Kamu gak kangen sama aku”ucap Nathan menggoda Lisa yang wajahnya memerah.


“Enggak”ucap lisa yang berdiri dan berniat untuk meninggalkan Nathan karena ia tak ingin berbicara dengan Nathan karena ia yang sangat kesal kepada Nathan.


“Mau kemana?”tanya Nathan sambil mencekal tangannya Lisa yang hendak pergi.


“Mau tidur ngantuk”ucap Lisa dengan cemberut dan nada marah.


“Gak kangen”tanya Nathan sambil tersenyum.

__ADS_1


“Enggak, aku mau tidur jangan ganggu”ucap Lisa yang hendak berjalan lagi dia akan mengabaikan Nathan karena Nathan juga selalu mengabaikannya.


“Jangan pergi dulu dong. Kenapa kamu marah sama kakak?”tanya Nathan yang dimana dia tidak tau mengapa Lisa marah dan dia yang merasa aneh.


“Kalau kakak gak tau aku marah ngapain Kakak kesini”ucap Lisa yang bisa-bisanya Nathan tidak tidak tau kesalahannya dan dia hanya bersikap biasa aja kaya yang tak ada masalah.


“Kamu kenapa sih bilang sama Kakak jangan marah”ucap Nathan yang mencoba membujuk Lisa walaupun dia yang tak tau bagaimana membujuk tetapi dia hanya mengikuti sahabatnya ketika membujuk perempuan yang marah.


“Pikir aja sendiri”ucap Lisa sambil membelakangi Nathan.


Nathan yang malah bingung dan prustasi karena dia tidak tau salah dia dimana yang membuat Lisa sangat marah, dia berpikir sejenak kesalahan dia dimana tetapi tetap saja dia tidak tau kesalahannya.


Saat Nathan bengong Lisa punya waktu untuk pergi karena biasanya orang yang bengong tidak akan sadar bahwa seseorang pergi meninggalkannya, dia berdiri dengan pelan agar Nathan tidak sadar.


“Mau kemana?”tanya Nathan yang menarik tangan Lisa kembali.


“Mau berdiri kak pegel”ucap Lisa yang keget karena Nathan yang tidak bengong seperti pikirannya.


“Jangan ngambek lagi yah, kedepannya kakak akan lebih baik lagi oke”ucap Nathan dengan tersenyum gemasnya dan terlihat ke tampannya.


“Bener kak?”tanya Lisa yang memang dia tidak bisa lama marah kepada Nathan karena dia baru melihat wajah Nathan saja sudah terpesona sekuat tenaga dia tadi memendam rasa kangennya dan senyumnya untuk Nathan tetapi tetap saja dia tergoda oleh pesona Nathan.


“Iya bener jangan marah yah”ucap Nathan yang menarik tangannya Lisa untuk duduk dan mereka pun duduk berdua.


“Iya gak kok kak”ucap lisa tersenyum bahagia akhirnya Nathan membujuknya walaupun Nathan tidak mengucapkan maaf kepadanya tetapi dengan begitu dia sudah merasa di hargai apalagi efortnya Nathan yang sudah mau datang kerumahnya karena biasanya Nathan tak pernah datang ke rumahnya kalau bukan ada keperluan kepada Ervan.


Lisa tersenyum sambil bersandar di pundaknya Nathan dan Nathan hanya diam saja dan merasa lega karena lisa yang sudah tidak marah kepadanya,

__ADS_1


__ADS_2