
Mereka yang sudah kesana kemari mencari kayla dengan menyusuri kota Jakarta tapi kayla masih tidak di temukan dan mereka merasa bingung harus mencari kayla kemana lagi, apalagi waktu menunjukkan sore.
Mereka setelah mencari berkeliling akhirnya bertemu di tempat yang sudah di janjikan tadi untuk melihat apakah mereka menemukan kayla atau tidak.
“Kalian masih belum bertemu kayla?”tanya Kevin dengan pakaian yang sudah acak-acakan di tidak memikirkan penampilan hanya memikirkan keadaan kayla.
“Belum kak, kita udah nyari pun gak ketemu”ucap Lisa yang tengah khawatir akan kayla.
“Gue juga bingung Vin, harus cari kayla kemana lagi, kayla kan tidak punya keluarga”ucap Ervan yang sudah prustasi.
“Gue baru inget, ada tempat yang belum kita datangin dan kemungkinan besar dia ada disana”ucap stefanie yang baru mengingat tempat yang sangat yakin akan di datangi kayla.
“Tempat nya dimana?”tanya Kevin penasaran.
“Gue yakin pasti kayla kemakam ibunya deh, karena kemana lagi? Anak ketika bersedih bakalan lari ke orang tuanya”ucap stefanie dengan mantap
“Yah bener pasti di sana”timpal edwar
“Kok gue gak berpikir kesana yah, oke kita cari kesana”ucap Kevin bahagia yang sudah menemukan titik terangnya.
Tapi apa daya saat mereka ingin kembali mencari kayla tapi hujan turun dengan derasnya.
“Ah sialan mana hujan lagi”ucap Kevin merasa kesal kenapa hujan datang di saat yang tidak tepat.
“Kita cari kayla nya pake mobil aja, gak mungkin pake motor nanti kehujanan”ucap Ervan berusaha dengan tenangnya.
“Iya bener pake mobil aja, lagian mobil kan ada dua ini pasti cukup”ucap Rizky yang sedari tadi hanya berdiam diri tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
“Apa gak sebaiknya sebagian pulang yah, waktunya juga sudah mau magrib, lebih baik sebagian apalagi perempuan pulang saja, biar kita yang cari kayla”ucap Nathan memberikan sarannya.
“Oh iya bener, kalian pulang aja, Ki bawa mereka pulang, kita yang bakalan nyari kayla”ucap Ervan memberikan arahan.
“Tapi kak kita juga kan mau mencari kayla”ucap Lisa yang ingin mencari keberadaan kayla.
“Lebih baik kalian pulang, biar kita yang cari kayla, nanti kalau kayla sudah ketemu kalian kita kasih kabar”ucap Kevin agar para perempuan mau pulang kerumah.
__ADS_1
“Iya lis, kamu tungguin mamah aja disana, kakak khawatir”ucap Ervan yang sedari tadi hanya bisa menghela napasnya.
“Iya lis. Lebih baik kita pulang saja, nanti mamah tambah khawatir, biar kita temenin mamah saja”ucap nasya berusaha membujuk adik iparnya.
“Iya lis, lebih baik kita pulang aja yah, udah sore juga”ucap stefanie berusaha membujuk.
“Yaudah deh”ucap Lisa yang terpaksa pulang untuk menemani ibunya.
“Yaudah ayo, kita balik naik mobil gue”ucap Rizky seraya berjalan menuju ke arah mobilnya dengan berlari kecil karena hujan di susul oleh para wanita yang akan pulang bersamanya.
***
Sedangkan kayla sekarang sedang berada di makam orang tuanya, karena dimana lagi kayla harus mencurahkan isi hatinya dan harus kemana lagi dia pergi selain ke makam ibunya.
Kayla tengah menangis tersedu-sedu dengan baju yang sudah kebasahan karena hujan dan keadaannya pun sudah tidak baik-baik saja.
“Bu kayla kangen sama ibu, kayla pengen bertemu sama ibu”ucap kayla dengan disertai tangisan di setiap ucapannya.
“Bu andai ibu masih ada di sisi kayla pasti kayla gak akan seperti ini dan kayla yakin ibu gak akan Biarin kayla menangis”ucap kayla di samping makam ibunya.
Tak lama rombongan Kevin dan teman-temannya pun sampai di makam ibu kayla dan benar saja kayla sedang berada disana.
Sedangkan yang lainnya hanya melihat dari kejauhan saja karena tidak mau menambah masalah.
“Gue kasihan sama kayla. Di usia yang masih remaja harus di tinggal kedua orang tuanya”ucap edwar
“Iya gue juga merasa sedih, bagaimana enggak dia baru aja tinggal sama ibunya tapi ibunya udah ninggalin dia”ucap Ervan sambil mata yang sudah berkaca-kaca.
“Gue pun merasa kasihan, padahal kayla baik tapi kenapa harus se menderita itu”ucap Nathan yang melihat ke arah kayla.
Didampingi makam orang tua kayla.
“Kak Kevin”ucap kayla sambil melihat ke atas karena tiba-tiba hujannya berhenti tapi ternyata ada Kevin yang payung in dia.
“Kayla, kakak khawatir kamu gak kenapa-kenapa kan?”tanya Kevin sambil berjongkok di samping kayla.
__ADS_1
“Ayo kita pulang, hujannya lebih deras lagi, nanti kamu sakit”ucap Kevin membujuk kayla agar mau pulang.
“Kayla masih mau disini kak”ucap kayla dengan suara yang sudah mulai serak dan kedinginan.
“Pulang yah sayang, jangan dengerin omongan orang lain, kasihan tante wulan nungguin kamu tadi nangis dan hampir pingsan”ucap Kevin dan mungkin saja kayla mau pulang setelah mendengarkan Bu wulan pingsan.
“Jangan merasa sendiri sayang, kamu punya kita yang ada selalu buat kamu”ucap Kevin berusa membujuk kayla.
Tapi tiba-tiba brak, kayla pingsan dengan tangan yang sudah dingin dan wajah yang mulai pucat dengan cepat Kevin meraih badan kayla sedangkan yang lain melihat hal tersebut langsung berlari menghampiri Kevin dan kayla.
“Vin kayla kenapa?”tanya Ervan yang sudah berdiri di samping kayla dan Kevin
“Kayla pingsan van”ucap Kevin dengan sigap segera menggendong kayla.
“Kita bawa kayla ke rumah sakit aja”ucap Nathan yang merasa khawatir
“Iya nanti orang tua lo kasih tau aja, kita bawa kayla kerumah sakit”ucap edwar
“Oke, ayo Vin cepat bawa dia ke mobil”ucap Ervan yang lalu berjalan menghampiri mobilnya dan sedangkan Kevin menggendong kayla dengan di payungi oleh Nathan dan edwar lalu kayla di masukin ke dalam mobil Ervan, setelah mereka masuk segera Ervan melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit dengan kecepatan yang rendah karena hujan yang lumayan lebat.
“Sayang bangun”ucap Kevin yang tengah mendekap kayla.
“Kamu kuat yah, bentar lagi kita bakalan sampai kerumah sakit”ucap lagi Kevin
Setelah perjalanan beberapa lama akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit dan kayla segera di bawa ke UGD menggunakan belangkar.
“Sayang”ucap Kevin
“Kayla bangun yah, kita khawatir”ucap ervan yang tengah mendorong belangkar setelah sampai di UGD kayla segera di periksa oleh dokter.
“Kalian tunggu disini saja”ucap dokter kepada Kevin dan yang lainnya.
“Baik dok”ucap Kevin berdiri di luar ruangan tersebut.
“Gue telpon dulu nyokap gue yah”ucap ervan sambil mengeluarkan handphone dari dalam sakunya dan segera menelphone orang tuanya.
__ADS_1
***
Terima kasih yang sudah setia untuk membaca.