
Hari ini istirahat seperti biasanya biasanya waktu sudah menujukan istirahat sehingga para siswa pun segera untuk makan di kantin.
“Ayo kantin”ucap edwar mengajak teman-temannya yang masih berdiam di kursinya.
“Lagi malas gue, lo aja sana”ucap Kevin dengan nada datarnya.
“Ayo dong van, Nath”ucap edwar membujuk sahabatnya.
“Oke-oke, pikiran lo makan aja”ucap Nathan yang merasakan kesal.
“Pada dasarnya pura-pura bahagia itu butuh tenaga bro”ucap edwar
“Masa bodo”ucap Nathan
“Ayo van kita makan?”ajak Nasya menghampiri Ervan.
“Gue gak laper”ucap Ervan yang sedari tadi hanya berdiam diri.
“Lo kenapa sih van?”tanya edwar penasaran.
“Ayo van lebih baik kita makan dulu aja”ucap Nathan sambil menarik tangan Ervan.
“Van kalau masalah kayla gue minta maaf, gue gak maksud buat khianati kayla, gue janji gue bakalan berusaha bujuk orang tua gue buat restuin kita”ucap Kevin seraya berdiri di samping Ervan.
“Iya van, biar mereka selesaikan masalahnya, kita jangan ikut campur, kita hanya dukung apa yang jadi keputusan kayla aja”ucap nasya membujuk.
“Iya van, gue tau lo jaga kayla tapi dia pun pasti punya pilihan dan kita gak bakalan bisa berbuat apa-apa”ucap nathan berusaha membujuk Ervan agar tidak marah kepada Kevin.
“Oke gue gak bakalan marah lagi sama lo, gue bebasin kalian gue gak bakalan ikut campur urusan kalian tapi inget kalau kayla lo sakitin lagi gue orang paling depan yang bakalan cari lo”ucap Ervan seraya berjalan meninggalkan kursinya.
Dan mereka pun berjalan menuju kantin. sedangkan di kantin kayla dan teman-temannya sedang makan.
“Udah lo jangan sedih lagi”ucap Lisa
“Gue yakin kak Kevin pasti bakalan mencoba mendapatkan restu dari orang tua nya lo santai aja”ucap stefanie sambil menepuk pundak kayla.
“Lo tenang aja, di situasi apapun kita bakalan selalu ada buat lo”ucap Rizky
“Boleh duduk disini”tanya seseorang yang tak asing lagi.
“Masih banyak kursi kosong”ucap stefanie jutek.
“Tapi gue mau nya disini”ucap reynad, yah yang tiba-tiba datang mendekati mereka adalah kak reynad.
“Boleh kak”ucap kayla yang tidak mau menambah perdebatan.
“Tapi kay?”tanya Lisa yang merasa risih.
__ADS_1
“Gak apa-apa”ucap kayla singkat.
“Yaudah deh”ucap Lisa yang mau tidak mau harus mau.
“Oke kalau lo gak punya teman lo sama gue aja”ucap Rizky menawarkan diri.
“Jangan banyak bicara Ky, makan aja”ucap stefanie sambil melihat ke arah Rizky.
“Oh iya kay, lo mau gak jadi pacar gue”ucap reynad tiba-tiba dan seketika kayla pun tersedak makanan.
“Kenapa?”tanya reynad sambil memberikan segelas air.
“Kak reynad cari masalah ? Kak reynad tau kan kayla pacar kak Kevin”ucap stefanie yang merasa kesal atas ucapan reynad.
“Tapi sayangnya mereka udah putus”ucap reynad sambil tersenyum.
“Aww kalian cocok banget yah”ucap Rose yang mendekat ke arah mereka.
“Datang lagi si Biang masalah”ucap stefanie sambil melihat ke arah Rose dengan jijiknya.
“Ngapain lo ganggu kayla”ucap Kevin yang baru sampai di kantin dan seketika melihat keributan di meja tempat kayla makan.
“Ini sayang mereka cocok yah”ucap Rose sambil melihat ke arah kayla dan Reynad.
“Berani lo deketin pacar gue”ucap Kevin sambil memegang kerah baju Reynad.
“Udah sayang jangan peduliin mereka, Biarin mereka pacaran”ucap Rose sambil memegang tangan Kevin.
“Lepas gak?”ucap Kevin berusaha melepaskan genggaman Rose.
“Kalian tiap hari ribut terus gak bosen apa hah?”tanya edwar.
“Udah tenangin diri lo Vin, nanti di panggil guru kalau lo ribut terus”ucap Nathan.
“Kayla kakak gak bakalan larang kamu, kakak gak akan ikut campur urusan kami tapi kakak berharap kamu mengambil keputusan yang benar”ucap Ervan.
“Ayo ikut gue”ucap Kevin seraya menarik tangan kayla.
“Vin lo kemana gue tunangan lo”ucap Rose yang merasakan kesal.
“Kak Rose lihat kan? Bahwa kak Kevin sayang banget sama kayla jadi kakak gak usah berharap berlebihan terhadap kak Kevin”ucap stefanie seraya mendekat ke arah Rose.
“Udahlah bubar kita makan aja”ucap Nathan seraya duduk di kursinya.
“Kaka Nathan Lisa temenin yah”ucap Lisa seraya duduk di dekat Nathan.
“Lo jangan deket-deket deh”ucap Nathan dengan wajah datarnya.
__ADS_1
“Kenapa gak boleh deket-deket jantung kakak berdebar yah kalau deket Lisa”ucap Lisa sambil tersenyum penuh arti.
“Jangan berharap lebih lo, jangan ke GR an juga”ucap Nathan dengan wajah dinginnya.
“Tapi aku yakin bahwa kita berjodoh”ucap Lisa sambil tersenyum.
“Dan gue adalah orang pertama yang bakal aminin lo berjodoh dengan Nathan”ucap edwar sambil tersenyum melihat ke arah Nathan dan Lisa.
“Makasih kak edwar, kalau nanti gue nikah sama kak Nathan kak edwar bakalan gue kasih hadiah”ucap Lisa sambil tersenyum.
“Gue tunggu”ucap edwar
Sedangkan Nathan berdiam diri enggan untuk menjawab ucapan Lisa.
“Tapi gue juga yakin kalian bakalan berjodoh Nath, lo jangan jutek-jutek dong”ucap nasya melihat ke arah Lisa dan Nathan.
“Ah Kakak memang kakak ipar terbaik deh, terima kasih kak”ucap Lisa sambil memeluk nasya.
“Sama-sama adik ipar”ucap nasya sambil membalas pelukan Lisa.
“Jadi kalian mau makan apa engga nih”ucap Ervan yang melihat ke arah mereka.
“Iya mau kok kak”ucap Lisa.
“Oh iya Fanie, gue mau tanya lo pernah naksir cowo setau gue lo belum pernah deket sama cowo”tanya edwar penasaran.
“Pernah dong kak, hanya saja takdir kita gelap kak”ucap stefanie dengan sedih.
“Wah lo pernah suka sama cowo kok lo gak pernah cerita sama gue”ucap Lisa yang penasaran.
“Iya lo juga gak cerita sama gue?”tanya Rizky yang penasaran.
“Gue malu”ucap stefanie singkat.
“Kok gelap? Di tolak? Tapi gue gak yakin cewe seperti lo di tolak”ucap Nasya bingung.
“Cuman cinta dalam diam kak, Fanie gak berani ungkapkan cinta sama dia takutnya dia ilfil sama aku”ucap stefanie tersenyum tipis.
“Tapi aku berharap kamu mendapatkan yang terbaik saja yah”ucap nasya sambil berusaha menenangkan stefanie.
“Iya kak, Fanie gak apa-apa ko”ucap stefanie.
“Ngobrol terus, makan, bentar lagi masuk kelas”ucap Ervan.
“Iya iya van”ucap edwar dan langsung memakan makanannya.
Dan akhirnya mereka pun melanjutkan makannya tanpa adanya pembicaraan.
__ADS_1