
Kayla dan yang kainnya berpamitan kepada sang ayah untuk menemui orang tuanya reynad, sepanjang perjalanan kayla hanya gugup saja takut kalau sampai orang tuanya reynad tidak merestui mereka dan takut juga kalau mereka kecewa karena tak menunggu lama kayla sudah akan menikah dengan Kevin.
“Kayla kenapa dari tadi diam aja?”tanya Ervan sambil melihat sang adik yang duduk di belakang dengan tatapan penuh rasa gugup dan tegang.
“Enggak kok”ucap kayla menjawab pertanyaan sang kakak mencoba merelaksan pikirannya yang berkalut-kalut.
“Kamu haus sayang?”tanya Kevin yang duduk di sampingnya dan melihat kayla yang memang terus terdiam.
“Enggak kak, kayla cuma agak ngantuk aja”ucap kayla alasan padahal ia hanya ingin menenangkan pikirannya dan tidak banyak orang yang bertanya hal-hal lain.
“Yaudah kalau ngantuk tidur aja sayang, nanti kak bangunin”ucap Kevin sambil melihat wajah kayla, ia tau bahwa ada hal yang kayla tutupi dari dirinya hanya saja ia tak ingin menambah masalah dengan bertanya yang aneh-aneh.
Di mobil itu dengan suara heningan tanpa ada yang berbicara satupun. Kevin dengan laptopnya yang dimana dia masih banyak pekerjaan yang harus ia bereskan sedangkan Ervan tertidur karena semalam dia bergadang karena ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.
Tak perlu waktu lama sekitar 3 jam akhirnya mereka sampai di rumahnya orang tuanya Reynad.
“Sayang bangun udah sampai”ucap Kevin dengan lembut membangunkan kayla yang tertidur sedari tadi.
Kayla bangun sambil meregangkan badannya dan Ervan juga terbangun, mereka turun dari mobilnya akhirnya perjalanan panjang menuju rumahnya orang tuanya Reynad sampai juga.
Kevin membunyikan bel rumahnya pak Revan mudah-mudahan saja mereka ada di rumah walaupun kayla maupun Kevin tidak memberikan kabar bahwa mereka akan datang ke rumahnya pak Revan.
__ADS_1
Tak perlu waktu lama Bu Amelia keluar dari rumahnya untuk melihat siapa yang datang, betapa kagetnya Bu Amelia kalau yang datang adalah kayla orang yang mereka hindari, mereka menghindari kayla bukan karena benci hanya saja mereka yang merasa kasihan karena kayla yang terus-terus terpuruk atas kepergian Reynad.
“Kayla”ucap Bu Amelia sambil menatap wajahnya kayla.
“Tante”ucap kayla memeluk Bu Amelia dan air matanya seketika turun membasahi pipinya, kayla rindu dengan Bu Amelia, wajah Bu Amelia sedikit mengobati rasa rindunya akan Reynad, bukannya kayla tidak mencintai Kevin hanya saja Reynad sudah sangat baik dan selalu ada di sampingnya.
“Iya tante, kami minta maaf datang secara mendadak, ada hal yang harus saya dan kayla bicarakan dengan tante”ucap Kevin walaupun penuh ragu tapi dia harus berbicara untuk di terima dan di tolaknya urusan belakangan.
“Oh, ayo masuk”ucap Bu Amelia yang sudah saling melepaskan pelukannya dengan kayla, Bu Amelia menyuruh mereka untuk masuk agar berbicara juga lebih enak.
Kayla dan yang lainnya masuk, kayla melihat sekeliling rumah tersebut, rumah masa kecilnya Reynad, yah pak Farhan dan Bu Amelia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya agar ia tidak sedih lagi atas kepergian Reynad walaupun tetap saja dimana pun ia akan mengingat anaknya tersebut.
“Ayo cicipi dulu makannya, nanti kita bicara”ucap Bu Amelia. Kayla dan yang lainnya hanya mengambil minuman saja karena makanan mereka masih belum cukup lapar dan kayla juga yang tak sabar ingin berbicara masalahnya kepada Bu Amelia.
“Kalian datang kesini ada perlu apa?”tanya pak Revan membuka percakapan.
“Sebelumnya Kevin mohon maaf om, tante, ini terkesan mendadak dan mungkin membuat im kecewa sama Kevin dan juga kayla tapi ini mungkin waktu yang tepat dan yang terbaik. Kevin meminta izin dan restu dari om Revan dan tante Amelia untuk menikahi kayla”ucap Kevin menjelaskan maksud dari kedatangannya.
Bu Amelia dan pak Revan kaget kenapa Kevin meminta izin kepadanya padahal mereka tidak ada hubungan darah atau kekerabatan dari pihak manapun. Mereka hanya sebatas teman dan pacar Reynad.
“Vin, kenapa harus minta izin sama restu tante dan om, tante dan om kan bukan orang tuanya kayla?”tanya Bu Amelia yang ingin tau apa maksud dari ucapnya kevin.
__ADS_1
“Memang om dan tante bukan orang tuanya kayla, hanya saja kayla ingin meminta izin untuk menikah dengan kak Kevin, kayla berharap om memaafkan kayla dan om tidak kecewa dengan keputusan yang kayla buat”ucap kayla menjelaskan dengan pelan.
“Kayla sayang. Kamu jangan merasa terbebani, tante tidak apa-apa sayang kalau kamu mau menikah dengan Kevin ataupun siapapun, tante malah senang kamu menikah dengan Kevin”ucap Bu Amelia dengan haru.
“Iya kayla, om dan tante akan bahagia kamu menikah dengan Kevin. Apalagi Reynad juga sudah membuat pesan agar kamu menikah dengan Kevin”ucap pak Revan.
“Iya kay, tante gak keberatan kok. Orang yang hidup harus menjalani kehidupan selanjutnya jangan berhenti saat salah saru orang sudah tiada”ucap Bu Amelia.
“Iya kayla om senang kalau kamu bahagia, om yakin juga kalau Reynad dari alama sana bahagia melihat kamu akan menikah dengan orang yang ia percayai, nak Kevin om harusnya terima kasih kepada kamu karena sudah menjaga kayla dengan baik dengan begini Reynad akan tenang di alam sana”ucap pak Revan yang sudah tidak bisa menahan rasa sedihnya karena ia yang mengingat kembali dengan kepergian Reynad.
“Makasih tante, om. Udah restuin kayla”ucap kayla memeluk Bu Amelia, kayla lega karena Bu Amelia dan pak Revan merestui pernikahan mereka.
“Iya sama-sama sayang. Tante bahagia banget, dan Maafin tante yah kayla. Tante gak berpamitan sama kamu waktu itu ada urusan mendadak”ucap Bu Amelia yang merasa bersalah karena tidak berpamitan kepada kayla atas kepergiannya.
“Kayla udah Maafin tante kok. Makasih om tante, kayla harap om dan tante bisa datang saat nanti kayla menikah”ucap kayla sambil memberikan undangan kepada bu Amelia dan juga pak Revan.
“Iya sama-sama sayang. Makasih juga karena kamu sudah tegar atas kepergian Reynad”ucap bu Amelia.
“Iya kay, kedepannya kamu kalau mau ada urusan apa-apa gak perlu izin om yah. Kamu berhak atas hidup kamu, om cuman minta kamu jangan lupa berdua untuk Reynad”ucap pak Revan.
“Makasih om. Maaf kalau kayla banyak salah”ucap kayla yanh sudah lumayan lega karena akhirnya ia bisa meminta izin dan restu dari mereka.”kayla harap om dan tante bisa datang”ucap kayla tersenyum.
__ADS_1