
Kevin yang masih marah akibat ulahnya Rose yang selalu ingin berada di dekatnya walaupun Kevin sudah menolak dengan keras bahwa ia tidak mencintai Rose dan cintanya hanya untuk kayla seorang, bodonnya juga kenapa hari itu ia harus mau pergi ke bioskop bersama Rose dengan alasan terakhir kalinya tetapi malah membawa masalah baru.
Kevin memasuki rumahnya dengan menahan amarahnya sedangkan di rumahnya sudah ada orang tuanya yang tengah terduduk di sofa sambil menonton televisi.
“Udah pulang saya?”tanya Bu liliana beranjak dari tempat duduknya saat melihat anaknya yang baru pulang dari sekolahnya.
“Iya”ucap Kevin sambil berjalan hendak meninggalkan orang tuanya untuk menaiki tangga.
“Vin kamu gak sopan, orang tua itu nanya baik-baik jawaban kamu malah seperti itu”ucap pak David yang beranjak dari duduknya ketika mendengar sang anak yang menjawab simpel atas pertanyaan ibunya.
“Kevin lelah pah, Kevin ingin istirahat”ucap Kevin dengan lesunya dan enggan untuk mendengarkan ucapan orang tuanya.
“Yaudah kamu ke kamar dulu istirahat gih Vin”ucap Bu liliana yang enggan melihat pertengkaran antara anak dan suaminya.
“Kamu itu selalu memanjakan Kevin, jadinya dia tidak punya sopan santun”ucap pak David yang marah terhadap anaknya karena semakin lama kelamaan Kevin menjadi kurang sopan terhadap orang tuanya.
“Bukan begitu pah, hanya saja hari ini Kevin merasa sangat lelah dan ingin istirahat, kalau ada yang mau papah bicarakan Kevin siap mendengarkan”ucap Kevin tak kala mendekat ke arah ayahnya ia tak ingin di sebut sebagai anak yang kurang sopan.
“Biarkan Kevin istirahat dulu pah, biar nanti kita bicara sama Kevin, Kevin kamu istirahat dulu aja sayang”ucap Bu liliana yang merasa bukan saatnya untuk berbicara dengan Kevin karena melihat wajah Kevin yang emosi.
“Yaudah mah pah Kevin istirahat dulu”ucap Kevin seraya menaiki anak tangga menuju ke kamarnya untuk beristirahat dan ingin menjernihkan pikirannya yang tengah kalang kabut.
***
Sedangkan Lisa yang baru saja sampai rumahnya lebih dulu di banding Ervan karena ia yang menaiki motor bersama dengan Nathan.
“Makasih Kak Nathan udah anterin aku”ucap Lisa yang telah turun dari motor Nathan.
“Sama-sama”ucap Nathan dengan singkat.
“Ini kak helmnya, mau mampir dulu”tanya Lisa sambil memberikan helmnya kepada Nathan lalu Nathan mengambilnya.
“Gak usah, gue mau balik aja”ucap Nathan yang bersiap-siap untuk melajukan motornya menuju ke arah rumahnya meninggalkan Lisa sendirian.
“Kapan kak Nathan bisa baik sama gue”gumam Lisa yang berharap Nathan menjadi lelaki yang perhatian dan menerima cintanya. Tapi apakah bisa Nathan mencintainya.
__ADS_1
Lisa berjalan menuju ke arah rumahnya dan dia segera mencari kayla. Sedangkan di sofa ruang keluarga ada Bu wulan dan pak Farhan yang tengah duduk sambil memakan buah-buahan.
“Udah pulang sayang?”tanya Bu wulan saat Lisa mendekat ke arahnya lalu duduk di sampingnya.
“Udah mah, oh iya mah kayla udah pulang?”tanya Lisa sambil melihat kesekeliling.
“Belum sayang, mamah malahan mau nanya kamu kenapa gak bareng sama kayla”ucap Bu wulan yang heran anaknya hanya pulang sendirian.
“Katanya tadi nge WA kayla mau pulang duluan”ucap Lisa
“Memangnya kenapa tadi kayla pulang duluan?”tanya pak Farhan penasaran karena tidak biasanya kayla ingin pulang sendirian.
“Biasa pah, kak Kevin cemburuan sama kayla sampai akhirnya kak Kevin mukul kak Reynad gara-gara cemburu jadi mereka berantem deh”ucap Lisa menjelaskan keadaan yang ia itu orangnya tidak bisa berbohong ia lebih suka terang-terangan agar tidak ada yang harus ia sembunyikan.
“Kenapa Kevin jadi emosian begitu lis gak biasanya”tanya Bu wulan heran
“Entahlah mah”ucap Lisa sambil memikirkan kayla kemana.
“Dari pada mikirin Kevin kenapa, lebih baik kita mikirin kemana kayla pergi”ucap pak Farhan merasa khawatir.
“Oh kak ervan anterin dulu stefanie langsung anterin kak nasya”ucap Lisa menjelaskan.
“Lebih baik kayla telpon dulu aja mungkin ia mampir dulu ke suatu tempat”ucap pak Farhan.
“Yaudah pah Lisa telpon dulu”ucap Lisa mengambil telponnya lalu menelpon ke nomor kayla untuk mengetahui dimana keadaan kayla.
***
“Hallo kay”ucap Lisa saat telponnya sudah di angkat oleh kayla.
“Iya lis kenapa?”tanya kayla dari sebrang sana.
“Kamu dimana ? Kok belum pulang? Mamah sama papah khawatir?”tanya Lisa dengan tanpa hentinya.
“Aku bentar lagi pulang, jangan khawatir yah, aku mampir dulu buat beli buku sebentar”ucap kayla memberi alasan.
__ADS_1
“Yaudah mau kak ervan jemput gak?”tanya Lisa lagi
“Gak usah lis, kak ervan pasti lelah aku naik taksi aja”ucap kayla dari sebrang sana.
“Yaudah hati-hati”ucap Lisa tak kala mematikan telponnya.
***
“Giamna dengan kayla?”tanya Bu wulan saat Lisa mematikan telponnya.
“Kayla di toko buku katanya mah jangan khawatir”ucap Lisa.
“Yaudah mah, kayla baik-baik aja kita lanjutkan makan buahnya”ucap pak Farhan sambil menyuapi istrinya sepotong semangka.
“Ah papah so sweet, kapan Lisa bisa kaya gitu”ucap Lisa sambil menghayal memikirkan ia bermesraan dengan Nathan.
“Kamu jangan mikirin dulu pacaran belajar aja yang bener”ucap Bu wulan yang tengah memakan semangkanya.
“Tapi mah kak ervan sama kayla boleh pacaran masa Lisa gak boleh?”tanya Lisa sambil cemberut.
“Yah karena mereka ada yang mau sedangkan kamu kan gak ada yang mau”ucap Bu wulan mengejek anaknya.
“Mamah tega banget sama anak sendiri”ucap Lisa yang semakin kesal saja terhadap ucapan ibunya tersebut.
“Udah-udah mah jangan mengejek Lisa kasihan kan, gak apa-apa saya jomblo juga asal Happy aja”ucap pak Farhan.
“Ah papah sama mamah sama aja”ucap Lisa yang berjalan meninggalkan orang tuanya karena ia merasa kesal atas ucapan kedua orang tuanya, ia menapaki anak tangannya menuju ke kamarnya untuk istirahat.
Sedangkan Lisa yang baru masuk ke kamarnya pun melihat ke arah kaca sambil memainkan rambutnya.
“Apakah aku kurang cantik sehingga tidak ada laki-laki yang mah sama aku, kak Nathan juga udah aku kejar-kejar selama beberapa tahun tapi tetap aja belum dapat”gumam Lisa yang merasa bahwa kepadanya tidak ada yang menyukainya.
“Kapan aku seperti kayla dan kak ervan, dapatkah tahun terakhir di SMA mendapatkan pacar”gumamnya lagi sambil melihat ke arah cerminnya.
Sedangkan kepada ervan sang kakak yang sudah pintar, baik dan banyak yang mengejar-ngejar dari SMP sampai SMA pun, sedangkan kayla juga yang banyak orang yang menyukainya dan mengejar-ngejar cintanya.
__ADS_1