
Hari ini di rumah Kevin yang biasanya aman dan tentram menjadi sangat panas karena perdebatan yang terjadi dengan mereka.
“Vin mamah harap kamu jauhin perempuan itu”ucap Bu liliana yang tengah terduduk di kursinya.
“Mah bisa gak sih mamah itu gak usah ikut campur masalah pribadi Kevin, Kevin berhak bahagia dan kebahagiaan Kevin itu hanya dia mah”ucap Kevin dengan tegasnya.
“Vin kita hanya ingin kamu mendapatkan wanita yang baik-baik dan bebet bobotnya jelas, kamu itu pewaris keluarga cortizo dan yang hanya satu level sama kamu itu hanya Rose gak ada yang lain”ucap pak David
“Mah kayla itu perempuan baik-baik walaupun dia bukan dari kalangan kekuarga kaya tapi Kevin yakin kayla adalah yang terbaik buat Kevin”ucap Kevin
“Pokoknya mamah gak mau tau kamu harus tetap dengan Rose dan perhatikan dia selayaknya tunangan kamu”ucap Bu liliana.
“Kevin cape berdebat terus”ucap Kevin seraya beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan kedua orang tuanya.
“Dasar anak kamu itu mas”ucap Bu liliana
“Anak kamu juga”ucap pak David
Hari ini pagi telah tiba dan seperti biasanya mereka sedang sarapan di meja makan.
“Kayla kok akhir-akhir ini mamah lihat kamu kaya yang gak semangat sama mata kamu terlihat sembab”tanya Bu wulan sambil melihat ke arah sang anak.
“Enggak apa-apa kok mah, kayla baik-baik aja hanya mungkin kecapean saja”ucap kayla sambil membenarkan letak kaca matanya, yah walaupun sudah memakai kaca mata tetap saja dia masih terlihat orang yang habis menangis.
“Tapi kalau kamu ada apa-apa cerita yah nak”ucap pak Farhan.
“Iya pah”ucap kayla yang dilanjutkan makannya.
“Gimana kamu van sebentar lagi ujian?”tanya pak Farhan sambil melihat ke arah Ervan.
“Baik kok pah”ucap Ervan.
“Kamu jangan kecapean, jangan sampai nanti pas ujian sakit”ucap Bu wulan
“Enggak kok mah tenang saja”ucap ervan
“Kok gak ada yang nanyain Lisa sih”ucap Lisa sambil pura-pura cemberut.
“Anak papah yang satu ini juga pengen di perhatikan yah”ucap pak Farhan sambil tersenyum.
“Kalau mamah tanya kamu mamah bingung harus nanya apa? Karena di otak kamu hanya berisi Nathan seorang”ucap Bu wulan mengejek Lisa.
“Ah Mamah kan tujuan aku hidup buat dia”ucap Lisa dengan tersenyum malu.
__ADS_1
“Sayangnya sampai kapanpun Nathan gak bakalan suka sama lo”ucap ervan mengejek Lisa.
“Kakak bukannya dukung malah bikin down”ucap Lisa cemberut.
“Aku yakin kok kamu bisa dapetin kak Nathan pelan-pelan saja”ucap kayla
“Non kayla di depan ada den Kevin”ucap Bu inah yang tiba-tiba mendekat ke arah meja makan.
“Suruh masuk aja bi”ucap Bu wulan tanpa persetujuan kayla.
“Gak usah mah, kayla udah beres kayla pergi duluan yah”ucap kayla beranjak dari tempat duduknya untuk berpamitan dia tidak mau Kevin masuk dan menambah masalah.
“Yaudah hati-hati”ucap Bu wulan.
“Yaudah mah kita juga pergi”ucap ervan sambil beranjak dan bersalaman kepada orang tuanya.
“Aku juga mah”ucap Lisa
Dan mereka pun keluar dari rumahnya menuju ke arah parkiran.
“Kak Kevin mau apa lagi sih?”tanya kayla dengan suara pelannya.
“Aku mau jemput pacar aku”ucap Kevin sambil memberikan helm kepada kayla.
“Gue udah jemput dia, jadi kayla harus berangkat sama gue”ucap Kevin sambil menarik tangan kayla.
“Kak ervan kayla pergi sama kak Kevin aja sekalian kayla Mau berbicara sama dia, disini gak enak kalau ribut-ribut nanti mamah dan papah keluar”ucap kayla seraya meraih helm dan memakainya.
“Iya kak, Biarin kayla selesaikan masalahnya”ucap Lisa seraya masuk ke dalam mobilnya.
“Awas lo kalau adik gue sampai lo sakiti”ucap ervan seraya masuk ke dalam mobilnya. Begitu pun dengan Kevin yang melajukan motornya menuju ke arah sekolah.
“Pegangan dong”ucap Kevin sambil menarik tangan kayla.
“Kita udah putus kak, lagian kenapa kakak masih jemput kayla, kayla bisa pergi sekolah sama kak ervan jadi lain kali kayla mohon jangan pernah jemput kayla”ucap kayla sambil menarik tangannya.
“Sampai kapanpun gue gak mau putus sama lo”ucap Kevin seraya melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
“Kak Kevin”ucap kayla yang spontan memeluk ke arah Kevin.
“Nah gitu dong”ucap Kevin tersenyum
Dan tak lama mereka pun sampai ke sekolah dan di parkiran sekolah ada yang merasa marah ketika Kevin dan kayla datang berboncengan.
__ADS_1
“Lo gak malu apa boncengan sama tunangan orang”ucap Rose sambil melihat kayla yang baru saja turun dari motor Kevin.
“Kalau gitu kakak urus tunangan kakak jangan sampai ngejar mantannya terus”ucap kayla yang sekarang mulai berani.
“Apa lo? Lo yang goda dia dasar perempuan murahan”ucap Rose seraya ingin menampar kayla.
“Berani lo”ucap ervan yang tiba-tiba mencekal tangan Rose agar tidak menampar kayla.
“Lepasin”ucap Rose yang merasa kesakitan.
“Udah lepasin van”ucap nasya lembut lalu ervan melepaskan tangan Rose sambil menarik kayla untuk kebelakang dirinya.
“Gue gak akan Biarin lo sakitin dia”ucap ervan.
“Lo jangan sentuh dia”ucap Kevin
“Pagi-pagi udah pada rame aja, kalau mau adu mulut jangan di sekolah”ucap Silvi yang mendekat ke arah mereka.
“Berisik lo”ucap Kevin tak kala melihat Silvi.
“Ayo masuk”ucap Lisa sambil menarik tangan kayla.
Dan diikuti oleh stefanie dan Rizky yang enggan untuk berdebat.
“Kay tunggu”ucap Kevin yang ingin mengejar kayla tapi apa daya tangannya telah di cekal oleh Rose.
“Gue pusing lihat kisah cinta kalian tiap hari”ucap edwar sambil melihat ke arah teman-temanya.
“Gue berharap lo memutuskan pilihan lo”ucap Nathan seraya berjalan menuju ke arah kelasnya.
“Gue duluan”ucap edwar seraya berjalan.
“Ayo masuk, nanti telat”ucap nasya seraya berjalan menarik tangan Ervan yang kalau tidak pasti mereka akan berdebat lagi.
“Lepasin gak?”ucap Kevin seraya berusaha melepaskan tangan Rose.
“Kamu jangan galak-galak dong sama tunangan sendiri”ucap Rose dengan manja.
Kevin berjalan menuju ke arah kelasnya tanpa menghiraukan Rose, dia merasa kesal kenapa Rose harus kembali lagi ke Jakarta kenapa dia gak terus aja di Amerika.
“Tunggu”ucap Rose seraya berjalan mengikuti Kevin dari belakang.
“Inget, gue bakalan berusaha bagaimana pun untuk mendapatkan lo, gue gak bakalan Biarin lo pergi dari hidup gue, gue udah menyesal ninggalin lo”gumam Rose seraya berjalan mengejar Kevin.
__ADS_1