Jakarta love Story

Jakarta love Story
Ervan mengizinkan


__ADS_3

Kayla yang berbohong padahal Reynad tidak menjemputnya hanya saja dia ingin sendirian ingin berpikir dan mencari udara segar.


Tapi tak di sangka Reynad memang beneran datang entah perasaan Reynad yang khawatir akan kayla atau dia yang ingin selalu ada di sampingnya kayla.


“Selamat malam om tante”ucap reyand yang datang menghampiri mereka.


“Selamat malam juga Rey”ucap semuanya yang ada disini.


“Oh iya om tante, bolehkan Reynad jemput kayla?”tanya Reynad karena dia yang selalu minta izin mau kemana pun.


“Iya boleh kok Rey. Kamu Anter kayla kerumah yang sampai selamat, soalnya Ervan gak bisa nganterin kayla karena masih ada hal yang harus kita bicarakan”ucap Bu wulan dengan tersenyum.


“Iya tante, gak masalah, Yaudah ayo kay kita pulang, nanti kemaleman”ucap reynad mengajak kayla untuk pulang ia yang melihat wajah kayla seakan selesai menangis.


“Iya Kak, Yaudah mah, pah, kak Ervan aku pamit yah”ucap kayla sambil berpamitan dan bersalaman kepada orang tuanya.


“Ingat rey lo langsung pulang jangan bawa kayla kemana-mana”ucap Reynad karena dia tak ingin terjadi sesuatu kepada kayla, dia juga yang khawatir akan kayla walaupun kayla bersama Reynad tetapi kalau malam dia tetap saja khawatir.


“Iya santai aja, Yaudah saya pamit yah”ucap Reynad berpamitan juga. Kayla dan Reynad berjalan menuju pulang, Reynad tidak berani bertanya apa yang terjadi terhadap kayla karena ia yakin kalau kayla memang ingin bercerita dia akan bercerita lebih dahulu tanpa di paksa oleh siapapun.


Kayla yang masih saja diam sampai dia masuk ke mobil Reynad pun hanya bersandar seakan tatapannya yang penuh dengan beban.


“Pake dulu sabuk pengamannya sayang”ucap Reynad sambil memasangkan sabuk pengamannya kepada kayla.


“Makasih Kak”ucap kayl sambil memejamkan matanya sedangkan Reynad yang melihat itu dia yakin bahwa kayla mungkin ingin istirahat dan kecapean.


Di mobil kayla tertidur karena dia yang lelah apalagi banyak pikiran, belum lagi besok dia juga yang pertama berkuliah apalagi masih masa orientasi yang akan sangat melelahkan sekali. Tak lama mobilnya sampai tapi kayla masih tertidur, Reynad tak tega membangunkan kayla akhirnya dia mengendong kayla untuk masuk ke dalam rumahnya, Bu inah yang melihat itu merasa khawatir karena kayla yang di gendong oleh Reynad.

__ADS_1


“Den rey, kayla kenapa?”tanya bi inah yang melihat kayla di gendong.


“Enggak bi, kayla cuman tidur aja”ucap Reynad sambil mengendong kayla.


“Yaudah ayo den bawa ke kamarnya non kayla”ucap Bu inah dia yang menujukan jalan ke kamarnya kayla dan dia juga mengantar kayla ke dalam kamarnya. Reynad membaringkan kayla dan terlihat wajah cantiknya kayla walaupu kayla yang lelah.


“Yaudah bi Reynad pamit yah, tolong bilangin sama kayla kalau dia bangun saya pamit”ucap Reynad tang ia hendak pulang.


“Iya nanti bibi sampaikan, hati-hati den”ucap Bu inah saat Reynad yang pulang.


**


Sedangkan di rumah sakit pak Farhan, Bu wulan dan Ervan sedang berbicara serius di luar ruangannya Lisa karena memang tidak boleh terlalu berisik di ruangannya Lisa.


“Van papah mau bicara sama kamu”ucap pak Farhan dengan nada lembut.


“Iya van, papah harap kamu menyetujui rencana ini, ini demi kebaikan Lisa dan semoga juga dengan ini Lisa sadar”ucap pak Farhan.


“Tapi kan pah, Nathan gak mencintai Lisa, lebih baik kita bawa Lisa berobat keluar negeri agar Lisa sadar kembali”ucap Ervan yang masih tidak menyetujui bahwa Nathan dan Lisa menikah.


“Van Lisa gak bisa di bawa keluar negeri, jalan satu-satunya adalah Lisa harus selalu berada di samping orang yang menyayangi dan mencintainya”ucap pak Farhan dengan memohon.


“Van, mamah mohon kamu restuin mereka, mamah yakin kok kedepannya Nathan akan memperlakukan Lisa dengan baik”ucap Bu wulan dengan memohon.


“Tapi mah, memangnya tidak ada jalan lain lagi?”tanya Ervan yang masih ingin mencari solusi lain dan jangan sampai Lisa menikah.


“Enggak ada van, papah harap kamu setuju, setuju atau tidaknya kamu papah akan tetap menikahkan Lisa dan Nathan”ucap pak Farhan dengan tegas.

__ADS_1


“Iya van, ini buat kebaikan Lisa mamah harap, kamu mengerti yah”ucap Bu wulan juga dengan tegas.


Nathan berpikir dan ia mulai sadar bahwa walaupun ia tidak merestui mereka tetapi ayahnya yang akan menikahkannya merestuinya sehingga dia harus mau menerima.


“Yaudah deh Ervan setuju”ucap Ervan yang memang tidak ada pilihan lain lagi. Mungkin ini adalah hal yang baik yang ia lakukan untuk kesembuhan adiknya.


“Makasih yang sayang”ucap Bu wulan sambil memeluk anaknya ia bahagia akhirnya Ervan luluh juga.


“Yaudah mah, Ervan pulang dulu yah. Takutnya kayla kesepian”ucap Ervan yang berpamitan kepada orang tuanya karena dia yang khawatir akan keadaan kayla, dia tau bahwa kayla sedih apalagi tadi saat Nathan berbicara tentang kayla.


“Iya hati-hati”ucap Bu wulan dan pak Farhan, mereka melihat Ervan pulang dengan hari yang sudah tidak emosi lagi, dia mau menerima apa yang terjadi dan dia menyetujui apa yang terbaik untuk Lisa.


Sedangkan pak Farhan dan Bu wulan masuk ke dalam ruangannya Lisa, mereka ingin melihat keadaannya Lisa, mereka yang sangat khawatir akan Lisa.


Tak perlu waktu lama akhirnya Ervan pulang juga dan kebetulan bi inah masih belum tidur ia menunggu Ervan pulang karena takutnya Ervan mau makan malam.


“Bi kok belum tidur?”tanya Ervan saat melihat asisten rumah tangganya masih berada di dapur, duduk di kursi meja makan.


“Nunggu den Ervan pulang, takutnya den Ervan mau makan”ucap Bi inah.


“Ervan gak makan bi, bibi istirahat aja”ucap Ervan yang memang waktu sudah malam”oh iya bi, kayla udah tidur?”Tanya Ervan karena dia yang takut kayla belum pulang.


“Iya den, non kayla sudah tidur, ketiduran di mobilnya den Reynad, jadi den Reynad mengendong non kayla”ucap bi inah menjelaskan apa yang terjadi.


“Yaudah makasih bi”ucap Ervan yang berjalan menuju lantai dua tempat kamar mereka ada.


Sebelum masuk ke kamarnya Ervan lebih dahulu masuk ke kamar kayla untuk mengecek keadaan adiknya dan benar saja kayla masih memakai baju yang dari rumah sakit tadi dan terlihat kayla kelelahan dan matanya yang sembab.

__ADS_1


“Kayla Maafin kakak yah dan Maafin ucapan Nathan tadi, dia gak bermaksud bicara seperti itu, kakak gak pernah membedakan antara kamu dan Lisa karena kakak sayang kalian berdua”ucap Ervan sambil mengelus rambutnya kayla dan dia juga segera keluar agar tidak menganggu istirahatnya kayla.


__ADS_2