
Kayla hanya diam saja dan acuh saat Kevin yang hendak pulang padahal hujan cukup deras.
“Vin bawa mobil gue aja ini”ucap Ervan yang khawatir kepada Kevin lalu ia memberikan kunci mobilnya kepada Kevin.
“Gak usah van, gue gak perlu mobil”ucap Kevin yang tak mengambil kunci mobil yang di berikan oleh Nathan.
“Vin ini hujan deras kalau lo mau pulang tunggu dulu sebentar”ucap Ervan saat melihat Kevin yang terus berjalan saja tanpa menghiraukan ucapannya sedangkan kayla masih diam saja sambil makan.
“Kay itu Kevin mau pulang, kamu cegah gih ini hujannya deras banget”ucap Nathan yang mendekat ke arah kayla yang tengah duduk sambil makan.
“Biarin aja kak, mungkin dia ada perlu”ucap kayla yang terlihat biasa aja seakan ia tidak khawatir kalau sampai terjadi sesuatu kepada Kevin.
“Kay kamu sama Kevin kenapa sih? Kalau kamu marah sama Kevin kakak gak masalah tapi ini dia pulang keadaannya lagi hujan, kakak takut kalau sampai terjadi apa-apa sama Kevin”ucap ervan yang entah mengapa dia sekarang sangat mencemaskan keadaan Kevin.
“Gak akan terjadi apa-apa kok kak tenang aja, lagian juga dia udah dewasa kalau hujan yah pasti berteduh”ucap kayla yang seakan tidak memperdulikan adanya Kevin.
“Kay, kamu jangan egois begini dong bagaimana pun juga Kevin udah nganter kamu pulang setidaknya kamu bersikap baik dong sama dia”ucap Ervan mencoba menasehati kayla yang akhir-akhir ini sangat egois.
“Ada apa ini van ribut-ribut?”tanya Bu wulan yang datang ke dapur karena mendengar keributan.
“Ini mah, Kevin pulang dan ervankhawatir takut terjadi sesuatu sama Kevin”ucap Ervan yang entah mengapa hari ini ia sangat khawatir kepada Kevin.
“Kan kamu bisa cegah dulu biar gak pulang Vin”ucao Bu wulan masih bersikap biasa.
__ADS_1
“Ini mah Kevin sama kayla bertengkar makannya Kevin pulang dan gak bisa di bujuk untuk tetap disini”ucap Ervan menjelaskan apa yang terjadi diantara kayla dan juga Kevin.
“Kay, kamu kenapa sama Kevin?”tanya Bu wulan sambil melihat ke arah anaknya yang tengah duduk.
“Kayla cuman risih aja mah sama kak Kevin yang selalu ganggu kayla dan ikut campur urusan kayla”ucap kayla yang berbicara.
“Kayla, Kevin berbuat seperti itu karena dia sayang sama kamu dan juga karena dia perduli sama kamu apa salahnya sih sayang untuk bersikap baik sama dia”ucap Bu wulan menasehati anaknya tersebut.
“Tapi mah, kayla cuma merasa kak Kevin terlalu ikut campur dalam hidup kayla dan lagian juga kan kayla sama kak Kevin gak ada hubungan apa-apa”ucap kayla yang merasa bahwa ia tidak mempunyai hubungan dengan Kevin sehingga ia sangat risih apabila kevin yang terus mengejarnya.
“Tapi kay, mungkin Kevin keterlaluan tapi kamu harus tau sayang. Kevin itu masih mencintai kamu dan mungkin Kevin juga yang masih berharap balikan lagi sama kamu”ucap Bu wulan yang menasehati.
“Iya kay, kalau kamu gak mau nerima Kevin kembali setidaknya kamu bersikap baik sama Kevin, Kevin juga sama-sama terluka atas kejadian itu dan Kevin juga sangat menyesal atas apa yang terjadi terhadap kami makannya dia berusaha semaksimal mungkin untuk menebus semua kesalahannya”ucap Nathan menasehati kayla, entah mengapa kayla yang semenjak kehilangan Reynad ia menjadi aneh dan juga sangat egois.
“Tapi semua itu terlambat kak. Rasa sakit kayla gak akan hilang, kayla cuman ingin hidup tenang tanpa di bayang-bayang orang yang mengejar kayla kak, apa gak boleh kak kayla menenangkan diri sendiri”ucap kayla yang sudah berkaca-kaca.
“Iya sayang, kamu istirahat aja, kalau ketemu kevin lagi kamu minta maaf yah”ucap Bu wulan juga yang menyudahi pembicaraan karena dia juga yang tau bahwa mungkin kayla butuh waktu untuk memikirkan bagaimana hidup kedepannya.
“Yaudah deh, kayla ke atas mah istirahat”ucap kayla yang berniat berjalan menuju ke lantai atas.
Tapi saat kayla hendak atas tiba-tiba ponselnya Ervan bersuara dan siapa yang menelponnya adalah kevin.
“Hallo, ada apa Vin?”tanya Ervan dari telponnya tapi ternyata bukan kevin yang menelpon melainkan orang lain.
__ADS_1
“Baik pak, saya segera kerumah sakit”ucap Ervan yang benar saja bahwa apa yang ia takutkan dan cemaskan sedari tadi terjadi juga, ia lemas dan tak dapat berkata apa-apa.
“Van, kenapa?”tanya Bu wulan saat melihat anaknya yang hanya diam setelah mengangkat telponnya.
“Mah, Kevin mah”ucap Ervan dengan suara bergetar dan entah apa yang terjadi terhadap Kevin.
“Kevin kenapa? Kamu cerita dong van, jangan hanya diam saja”ucap Bu wulan yang kaget juga khawatir takut terjadi apa-apa dengan Kevin apalagi barusan Kevin yang baru saja pulang dari rumahnya.
“Kevin kecelakaan mah dan barusan juga udah di bawa ke rumah sakit, orang yang nolongin Kevin membawa Kevin ke rumah sakit tapi nomor terakhir yang di telpon adalah Ervan makannya mereka menelpon Ervan mah”ucap Ervan menjelaskan dan dengan paniknya juga.
“Kak Ervan bohong kan? Barusan kan kak Kevin dari sini?”tanya kayla yang segera mendekat ke arah kakanya yang tengah berbicara dengan ibunya tersebut.
“Enggak kay, beneran, Yaudah kakak ke rumah sakut dulu yah”ucap Ervan yang segera berjalan karena sudah khawatir dengan keadaan Kevin.
“Kayla ikut kak”ucap kayla yang juga khawatir takut kalau sampai Kevin kenapa-kenapa.
“Yaudah ayo, mamah mau ikut?”tanya Ervan karena ibunya hanya diam saja.
“Nanti mamah nyusul sama papah aja yah, kalian duluan aja”ucap Bu wulan yang ia tidak bisa begitu saja pergi tanpa berpamitan kepada orang tuanya.
“Yaudah mah, Ervan sama kayla pergi dulu yah”ucap Ervan yang berjalan bersama kayla. Mereka menaiki mobil menuju rumah sakit dimana Kevin berada.
Kayla sangat cemas, ia berharap bahwa Kevin baik-baik saja dan hanya luka ringan kalau sampai Kevin terluka parah ia akan sangat merasa bersalah apalagi Kevin kecelakaan setelah bertengkar hebat dengannya.
__ADS_1
“Kak gimana kak Kevin. Kayla takut kak Kevin terluka parah”ucap kayla yang sudah menangis, ia takut kalau sampai orang terdekatnya itu meninggalkannya baru saja dia kehilangan Reynad sekarang ia harus kehilangan Kevin.
“Kamu berdoa aja kay, semoga kevin baik-baik saja yah”ucap Ervan yang mencoba menenangkan kayla.