
Pagi hari keluarga di rumah kayla semua orang tengah sarapan dan duduk rapih, karena masing-masing-mading dari mereka juga mempunyai kesibukan.
“Kayla kenapa makanannya cuman di lihatin aja”ucap Bu wulan saat melihat anaknya yang tidak memakan makanannya.
“Iya mamah, kata mamah kan sama Arsen kalau makanan harus di makan bukan di berantakin atau di lihatin aja”ucap Arsen sambil melihat ke arah kayla yang seakan tidak nafsu makan.
“Kayla kenyang mah, Arsen mamah kayla udah kenyang jadi gak makan”ucap kayla padahal ia yang tidak nafsu untuk makan, bagaimana pun juga ia masih memikirkan keadaan Kevin, kayla juga masih tetap merasa bersalah atas apa yang telah terjadi kepada Kevin.
“Di makan aja belum masa udah kenyang aja”ucap Lisa yang memang sedari tadi kayla belum memasukan satu sendok makanan pun.
“Iya sayang ayo makan nanti lapar”ucap Bu wulan mencoba membujuk sang anak agar mau makan.
“Kayla makan? Gak usah di ambil pusing ucapan orang tuanya Kevin, mereka memang begitu”ucap Ervan yang sedari tadi melihat hanya diam saja sambil mengaduk-ngamuk makanannya.
“Iya Udahlah kayla, jangan begini kamu harus makan jangan banyak pikiran nanti sakit lagi, gue udah cape periksa lo terus”ucap Nathan yang memang kalau ada yang sakit ia yang selalu di andalkan.
“Jadi kak Nathan gak ikhlas kalau obatin kayla pas sakit?”tanya kayla sambil melihat ke arah Nathan yang duduk di sebrangnya.
“Bukan begitu kayla, kamu jangan banyak pikiran, kalau kamu sakit yang urus perusahaan siapa? Kasihan papah kalau harus ke kantor gantiin kamu terus, cukup saat kamu kehilangan Reynad papah terpaksa gantiin kamu, iya kan pah”ucap Nathan sambil melihat ke arah mertuanya.
“Iya kayla, papah harap kamu jaga kesehatan yah, jangan banyak pikiran, sekarang ini papah sudah tua kalau bukan kamu yang meneruskan perusahaan siapa lagi? Ervan gak bisa di harapkan”ucap pak Farhan yang terlihat bersedih. Ia berpura-pura seperti itu agar kayla semangat bekerja dan makan dengan baik.
“Iya kay, ayo lah please. Makan yah, kakak gak mau gantiin ke kantor pusing”ucap Ervan dengan tatapan memohon kepada adiknya.
“Iya pah, tenang aja kok kayla akan jaga kesehatan dan gak akan buat papah kesusahan karena harus kekantor”ucap kayla sambil melihat sang ayah yang sudah mulai tua, ia juga harus berterima kasih karena pak Farhan sudah menganggapnya anak dan mau menampungnya saat ibunya yang meninggal.
“Mamah kayla, biar sama Arsen aja di suapin, mamah juga suka suapin Arsen”ucap Arsen yang menyodorkan sendoknya kepada kayla.
“Makasih sayang, mamah makan sendiri aja yah, kamu makan juga anak pintar”ucap kayla sambil mengisap kepala Arsen yang sangat gemas dan lucu.
__ADS_1
“Iya gitu dong, ayo semuanya makan lagi”ucap Bu wulan tersenyum karena kayla sudah mulai ceria, Bu wulan melihat ke arah kayla yang makan walaupun ia sedang tersenyum tapi hatinya memang tidak baik-baik saja.
Mereka pun makan sampai akhirnya selesai juga.
“Aku pamit dulu yah sayang. Arsen papah pamit yah”ucap Nathan sambil mencium istri dan anaknya.
“Iya sayang hati-hati”ucap Lisa juga dengan membalas ciuman suaminya.
“Iya papah”ucap Arsen yang terlihat sangat lucu.
“Hmm, jangan begini dong masih ada yang jomblo”ucap kayla bercanda karena ia yang bahagia melihat Lisa dan Nathan yang menikah dan harmonis walaupun dari awal Nathan menolak untuk bersama Lisa.
“Makannya lo nikah dong kay, nikah itu enak lo haha, nyesel gue juga gak dari dulu”ucap Lisa tersenyum.
“Masih belum kepikiran. Nunggu kak Ervan nikah baru kayla nikah juga”ucap kayla sambil melihat ke arah kakanya berharap kakaknya berubah pikiran dan mau menikah.
“Iya van, kamu kapan nikah? Nasya udah nunggu, lagian kalian pacaran udah lama apa lagi yang harus di tunggu”ucap Bu wulan yang memang sudah merestui Ervan dan juga nasya.
“Udahlah pah. Mah. Kayla, Ervan gak akan nikah dulu, Ervan pengen karir dulu dan Ervan ingin menikah kalau salah satu film atau sinetron yang Ervan sutradarai berhasil dan sukses”ucap Ervan yang takutnya kalau menikah akan m mempengaruhi karirnya.
“Kak jangan begitu, aku tau perasaan perempuan Gimana, kalau gak ada kepastian perempuan itu pasti akan menyerah”ucap Lisa yang menasehati kakaknya agar mau menikah.
“Iya van, menurut papah lebih cepat lebih baik, lagian kalian sudah pacaran sangat lama dan tidak baik kalau di nanti-nanti, papah tidak pernah memaksa kamu menikahi Nasya saat kamu masih kuliah”ucap pak Farhan menasehati sang anak laki-lakinya.
“Udah yah pah, mah, pokoknya Titik Ervan belum mau menikah, kalian jangan maksa Ervan yah”ucap Ervan yang tak ingin keluarganya membahas pernikahan.
Tak lama saat mereka berbicara nasya datang ke rumahnya Ervan berniat untuk mencari Ervan.
“Assalamualaikum om, tante”ucap nasya yang datang dengan rasa ragunya.
__ADS_1
“Waalaikumsalam. Eh nasya. Ayo sayang duduk”ucap Bu wulan yang berdiri, dan membawa nasya ke ruang keluarga, sedangkan semuanya tampak kaget, takutnya nasya mendengar apa ucapan Ervan tadi.
“Eh, nas tumben pagi-pagi datang kesini ada apa?”tanya Bu wulan dengan tersenyum.
“Ini tante, ada oleh-oleh dari papah sama mamih, untuk tante dan keluarga”ucap nasya yang meletakan bingkisan berisi makanan.
“Terima kasih sayang”ucap Bu wulan tersenyum.
“Oh iya nas. Bagaimana kabar papih dan mamih?”tanya pak Farhan yang ikut duduk bersama dengan Bu wulan dan nasya.
“Alhamdulilah baik om”ucap nasya tersenyum walaupun dalam hatinya dia merasakan sakit atas ucapan dari Ervan.
“Maaf ganggu, pah, mah, kayla pamit yah”ucap kayla berpamitan kepada kedua orang tuanya.”kak nasya kayla pamit dulu”ucap kayla berpamitan juga.
“Kay mau kakak anterin?”tanyq Ervan ia khawatir terhadap adiknya takutnya dia tidak fokus menyetir dan terjadi apa-apa.
“Gak usah kak, kayla naik taksi aja, kayla pamit yah”ucap kayla.
“Hati-hati sayang”ucap Bu wulan tersenyum.
Kayla pamit untuk berangkat kerja sedangkan Lisa membawa Arsen ke atas takut menganggu tamunya.
“Yaudah om, tante, kalau begitu nasya pamit yah”ucap nasya yang memang ia bingung harus ngapain lagi, ia tampak canggung.
“Buru-buru banget sayang. Memangnya kamu mau kemana?”tanya Bu wulan yang tumbennya nasya tidak lama disana.
“Nasya masih ada urusan tante”ucap nasya berpamitan.
“Biar aku Anter pulang nas”ucap Ervan yang berdiri.
__ADS_1
“Yaudah”ucap nasya dengan datar. Ia juga yang memang ingin berbicara dengan Ervan.