
Nathan dan Lisa yang sedang berada di kamarnya Lisa walaupun Lisa yang sangat kesal karena ia yang harus satu kamar bersama dengan Nathan.
“Kak Nathan kenapa sih? Main mau aja tinggal disini”ucap Lisa memarahi Nathan.
“Disuruh sama orang tua kamu, lagian orang tua aku juga mengizinkan kok”ucap Nathan yang ia hanya mengikuti saja yang terbaik dan ia juga yang tak ingin jauh dengan Lisa karena perlahan cinta dia untuk Lisa sudah bertambah lebih besar.
“Kenapa sih main nurut aja, kenapa juga gak minta si kamar tamu aja”ucap Lisa yang cemberut.
“Kan biar satu kamar sama kamu terus bikin bayi”ucap Nathan menggoda lisa.
“Apaan sih siapa juga yang mau punya anak sama kamu”ucap lisa sambil terus geleng-geleng kepalanya.
“Bukannya barusan bilang begitu”ucap Nathan yang malah suka menggoda Lisa.
“Ih Enggak, kak Nathan tidur di sofa dan ingat jangan mendekat ke arahnya Lisa”ucap lusa menyuruh Nathan menjauh darinya.
“Enggak, pengen tidur dekat kamu”ucap Nathan yang malah memeluknya dan pelukannya yang begitu erat sehingga Lisa tidak dapat melepaskan pelukannya.
“Pergi ih menjauh apaan si deket-deket”ucap Lisa yang sangat kesal karena Nathan yang memeluknya.
***
Hari ini kayla yang datang ke toko buku tetapi dia datang sendirian karena dia ingin menikmati waktu sendiri tanpa gangguan apapun. Kayla melihat-lihat buku nya dan membaca sesekali untuk menemukan buku yang ia inginkan.
Kayla terduduk sebelum dia pulang dia ingin membaca buku disana entah mengapa hari ini dia ingin sekali menenangkan pikirannya.
“Ngapain lo disini sendirian”tanya nasya yang datang menghampiri kayla yang sedang duduk sambil membaca buku.
Lagi beli buku kak”ucap kayla sambil melihat ke arah nasya yang datang.”kakak sama siapa kesini?”tanya kayla takutnya nasya bersama dengan Ervan.
“Gue sendirian, ada buku yang harus di beli dan kebetulan Ervan lagi ada urusan”ucap nasya menjelaskan.”kenapa sendirian ? Ada masalah?”tanya nasya kepada kayla karena kayla yang tidak pernah sendirian dan selalu di kelilingi oleh para sahabatnya.
__ADS_1
“Lagi pengen sendiri aja kak”ucap kayla yang tidak menjelaskan apa yang terjadi kepadanya.
“Kamu lagi kangen orang tua kamu?”tanya nasya yang ia yakin kayla hanya akan kangen kepada orang tuanya tidak kepada yang lain.
“Iya kak, kayla kangen sama mereka”ucap kayla sambil menetaskan air matanya.
“Walaupun gue gak tau perasaan kamu bagiamana karena gue yang belum mengalami ini tapi Gue juga tau rasanya kehilangan dan gue harap kamu jangan merasa sendiri karena masih ada banyak orang yang menyayangi kamu”ucap nasya sambil memeluk kayla.
“Iya kak, makasih udah mau temenin kayla”ucap kayla yang memeluk Nasya kembali.
“Yaudah ayo pulang, biar gue yang Anter”ucap nasya mengajak kayla untuk pulang karena sebentar lagi akan malam.
**
Lisa yang semakin hari sudah mulai menerima Nathan dengan perhatian Nathan yang mulai lebih baik dari dahulu apalagi Nathan yang selalu memproitasakan dirinya di bandingkan orang lain tetapi untuk urusan belajar itu adalah nomor satu bagi Nathan.
Pagi ini mereka sudah berada di ruang makan sekarang Lisa akan mengikuti pelatihan dan belajar yang lainnya karena kalau kuliah dia sudah ketinggalan.
Serta kayla yang sudah bersiap untuk ke kampusnya dengan pakaian yang rapih dan lebih dewasa dari waktu SMA, Bu wulan sudah boleh mengizinkan kayla ataupun Lisa membawa mobil hanya saja kayla yang tidak enak sehingga dia memilih untuk menaiki angkutan umum apalagi dia yang masih belum perlu barang seperti itu.
“Enggak kok pah, apalagi stefanie dan Rizky juga ikutan ngambil jurusan itu jadi kayla ada temen dan nyaman”ucap kayla walaupun ia yang tidak ingin jurusan itu tetapi ia ikhlas asalkan pak Farhan dan Bu wulan bahagia.
“Lagian papah maksa kayla banget buat kuliah itu”ucap Ervan yang juga kasihan kepada kayla yang harus menanggung beban karena dia dan Lisa yang tak ingin melanjutkan bisnis orang tuanya.
“Papah gak pernah maksa kayla buat ambil jurusan itu, dan kamu juga van ini itu kesalahan kamu dan yang harusnya ngambil jurusan ini tuh kamu”ucap pak Farhan sambil melihat kepada anaknya.
“Udah malah berdebat di meja makan gak baik, lebih baik ayo sarapan nanti anak-anak telat pah”ucap Bu wulan yang membawa sup dan menaruhnya di meja makan.
Semua orang terdiam setelah Bu wulan yang berbicara dan mereka pun makan karena waktu yang mepet.
“Sayang mau makan sama apa?”tanya Nathan kepada Lisa.
__ADS_1
“Aku mau ayam gorengnya hubby”ucap Lisa dengan mesra.
“Yaudah aku ambilin, mau di suapin”ucap Nathan lagi.
“Mau hubby”ucap Lisa dengan manja.
“Apaan sih kalian, masih pagi udah romantis aja, hargain gue sama kayla yang masih single”ucap Ervan yang kesal karena melihat Nathan dan Lisa bermesraan.
“Apaan single, udah punya pacar, makannya cepet menikah dong jangan pacaran terus”ucap Lisa yang mengejek Ervan.
“Iya van, lo udah pacaran dari SMP sama nasya masa lo gak mau nikahin dia”ucap Nathan yang mengejek sahabatnya.
“Gue masih ingin mengejar cita-cita dan masih belum kepikiran menikah”ucap Ervan apalagi mimpi dia masih banyak yang belum tercapai dan tak ingin menikah lebih dulu.
“Bilang aja pengecut. Yang belum siap komitmen sama perempuan”ucap Lisa yang meremehkan kakaknya.
“Udah makan jangan ribut, Nathan, Ervan nanti kamu kesiangan cepet makannya”ucap Bu wulan karena anak dan menantunya ribut terus.
“Maaf semuanya ganggu, non kayla di tunggu den Reynad”ucap pak satpam menyampaikan pesan bahwa di depan ada Reynad.
“Yaudah terima kasih pak”ucap kayla sambil tersenyum dan pak satpam pun keluar.
“Mah, pah, semuanya kayla pamit yah, kak Reynad udah nunggu”ucap kayla sambil bersalaman kepada semua yang sedang makan.
“Sayang gak makannya kok sedikit?”tanya Bu wulan karena kayla yang hanya memakan sup saja.
“Kayla udah kenyang mah. Yaudah kayla pamit”ucap kayla.
“Hati-hati sayang”ucap Bu wulan begitu pun yang lainnya.
Kayla yang berjalan menuju keluar rumahnya karena Reynad yang sudah menunggu, Reynad masih dengan setia pengantar dan menjemput kayla tapi kalau ada urusan dia juga tidak mengantar dan menjemput kayla.
__ADS_1
“Udah lama kak?”tanya kayla menghampiri Reynad.
“Belum baru aja sampai”ucap Reynad yang tersenyum.”ayo berangkat nanti telat”ucap Reynad tang membuka pintu mobilnya untuk kayla.