
Bu wulan berpikir sejenak siapa om ganteng yang membawa kayla padahal kan kalau Reynad mereka Arsenio sudah tau.
“Siapa sayang?”tanya Bu wulan sambil melihat ke arahnya Arsenio.
“Enggak mah, Arsenio ngarang”ucap kayla yang tak ingin sampai orang tuanya tau kalau Kevin datang kembali.
“Enggak kok oma, Arsen gak bohong kok, om ganteng tapi bukan om Reynad, lebih ganteng dari pada om Reynad”ucap Arsen yang tak bisa di bohongi dan malah ia yang terus berkata dengan jujur dan membuat kayla malu dan canggung dengan keluarganya.
“Siapa yang datang kay?”tanya Bu wulan melihat ke arahnya kayla karena selama ini tidak ada orang yang datang kepada kayla kecuali Reynad.
“Enggak mah”ucap kayla yang bingung harus menjawab apa.
“Siapa van yang datang narik kayla dan membawa pergi”ucap pak Farhan yang juga penasaran dengan siapa anaknya bergaul.
“Udah pah, bukan siapa-siapa kok”ucap Ervan yang juga menutupi itu semua karena tak ingin terjadi masalah.
“Maaf tuan, nyonya, saya ganggu, itu ada tamu mau ketemu non kayla”ucap pak satpam yang memotong pembicaraan mereka.
“Tamu siapa? Reynad? Suruh masuk aja pak”ucap pak Farhan karena memang sudah biasa Reynad datang.
“Bukan tuan, den Kevin yang mau bertemu non kayla”ucap pak satpam juga yang memang kenal Kevin karena pak satpam yang sudah lama bekerja di rumahnya pak Farhan.
“Kevin?”ucap pak Farhan, sambil berpikir dan mengingat-ngingat dengan nama itu, nama yang tidak asing terdengar di keluarganya.
__ADS_1
“Kevin kembali lagi kay?”tanya Bu wulan sambil melihat ke arahnya kayla yang terlihat bingung dan gelisah.
“kayla pamit yah, ada kelas pagi”ucap kayla yang segera berlari karena ia yang tak ingin membuat keributan di rumah ini apalagi takut pak Farhan yang berbicara yang aneh-aneh.
Kayla berlari dan menghampiri Kevin yang sedang berada di luar serta diikuti oleh Ervan karena takut akan ada apa-apa dan jangan sampai saat kayla dan Kevin berduaan Reynad datang bisa-bisa mereka berantem, sedangkan yang lainnya hanya diam tidak ikut campur.
“Kak ngapain kesini?”tanya kayla yang langsung menghampiri Kevin yang tengah berdiri.
“Mau jemput kamu”ucap Kevin dengan style rapi dan memakai kacamata hitam padahal itu ia ingin menyembunyikan bekas tangisannya semalam karena ia yang merasa malu kalau sampai orang lain tau seorang Kevin menangis.
“Gak usah kak, kayla pergi sendiri”ucap kayla yang tak ingin bersama dengan Kevin takut Reynad marah kepadanya.
“Udah gue anterin aja, lagian kita masih pacaran ini, gue kan belum pernah ucapin putus”ucap Kevin yang masih tetap berharap kayla mencintainya dan masih ada harapan bersama dengannya.
“Lo gak bisa begini sama gue kay, gue Maafin lo yang udah khianati gue dengan pacaran sama Reynad saat gue di luar negeri tapi saat gue yang udah pulang lo harus jadi milik gue lagi”ucap Kevin sambil menarik tangannya kayla, ia tak ingin kayla pergi.
“Aku khianatin kakak, coba kakak pikir siapa yang duluan mengkhianati aku apa kakak”ucap kayla yang mengeluarkan air mata nya ia yang menangis dan juga kesal kepada Kevin yang menganggunya.
“Vin udah, Biarin kayla pergi, lo jangan ganggu kayla lagi”ucap Ervan yang datang karena dia yang tidak ingin perdebatan kayla dan Kevin semakin menjadi-jadi.
“Tapi van, lo gak tau perasaan gue gimana sama kayla, gue masih sayang sama kayla”ucap Kevin, dihatinya masih tetap ada kayla dan gak bisa di gantikan oleh siapapun.
“Tapi lo terlambat Vin. Kayla udah bukan milik lo lagi, kayla udah gak bisa bersama lo lagi”ucap Ervan mencoba memberikan pengertian.
__ADS_1
“Kay ayo”ucap Rizky yang datang membawa kayla untuk ke kampusnya karena dia tadi melihat Kevin datang dan pasti kayla membutuhkan bantuan.
Kayla pergi dengan Rizky tidak menghiraukan Kevin yang masih saja memohon kepadanya.
“Vin Udahlah lo jangan ganggu kayla”ucap Nathan yang sedari tadi melihat kayla dan Kevin berdebat.
“Lo gak ngerti gue Nath, lo gak tau bagaimana perasaan gue, saat gue udah berusaha semampu gue agar lulus dengan cepat supaya bertemu dengan kayla tapi apa hah, dia yang tidak mengharapkan gue kembali”ucap Kevin dengan nada marahnya dan prustasinya.
“Gue gak tau perasaan lo? Lo apa pernah tau bagaimana perasaan kayla saat lo tinggal begitu aja ke luar negeri tanpa pemberitahuan dan tiba-tiba, sakit yah sakit. Lo gak tau gue yang selalu bersama kayla jadi gue tau bagimana sakitnya itu”ucap Nathan karena saat kayla galau dia selalu ada untuk kayla dan memberikan dukungan serta semangatnya lagi sampai kayla bangkit dan mulai membuka hatinya kepada Reynad.
“Tapi lo gak tau kan kenapa gue pergi kesana? Gue juga gak mau ninggalin kayla dan kalian hanya saja memang takdir yang mengharuskan gue pergi”ucap Kevin memberikan penjelasan.
“Setidaknya kalau memang lo ada urusan dan lo gak bisa menolak itu semua, lo hubungin kayla Vin, jangan lo gantung kayla tanpa kejelasan, walaupun kayla gak pernah bercerita tentang lo tapi gue tau dia sedih, jadi gue harap lo biarkan kayla bahagia walaupun bukan sama lo”ucap Ervan pun mencoba memberikan pengertian karena dia tak ingin kayla menjadi bimbang dan bingung harus bagaimana apakah dia harus bersama Reynad atau Kevin.
“Papah, papah udah jangan marah-marah, om juga kenapa pada marah-marah”ucap Arsen yang datang ke hadapan mereka karena dia yang selalu saja kepo dengan urusan orang dewasa.
“Arsen papah dan om lagi bicara kamu kedalam dulu yah sama bunda”ucap Nathan memberikan pengertian kepada anak semata wayangnya.
“Mau ikut gabung sama papah dan om, kalau nanti kalian berantem kan Arsen bisa jadi wasitnya”ucap Arsen dia yang terlihat sangat dewasa dan selalu ingin tau apa yang terjadi apalagi menyangkut kayla yang sudah dia anggap sebagai ibu keduanya.
“Arsen masuk yuk, di panggil oma katanya kita beli mainan”ucap Lisa yang mencoba membawa arsen dari sana.
“Iya mah”ucap Arsen yang kalau di panggil oma saja selalu semangat dan gampang untuk di hibur beda dengan panggil yang lainnya pasti susah.
__ADS_1
“Yaudah gue pamit”ucap Kevin yang tak ingin berdebat dengan kedua lelaki itu dan memilih pergi saja, -