
Seperti biasanya mereka pun bersekolah dan sekarang para siswa tengah memasuki ruangan kelasnya untuk belajar.
Dan semua siswa di haruskan untuk belajar dengan sungguh-sungguh karena sebentar lagi kelas XII akan menghadapi ujian dan kelas di bawahnya pun akan ujian akhir semester.
“Ah gue lelah belajar terus mana gak ngerti lagi”ucap Rizky sambil menghela napas kasarnya.
“Gue juga masih pusing kalau harus mikirin matematika andai saja pelajaran matematika terhempas dari muka bumi ini”ucap Lisa sambil berbisik.
“Kalian diam nanti Bu Ambar denger”bisik kayla dari depan.
“Rizky Lisa kalian berisik terus”ucap Bu Ambar tak kala mendengar Rizky dan Lisa mengobrol.
“Enggak Bu tadi cuman nanya rumus”ucap Rizky bohong.
“Iya Bu ada yang Rizky kurang paham”ucap Lisa yang ikut berbohong juga.
“Memang kamu bisa ngajarin Rizky kamu sendiri saja masih minus nilai matematikanya”ucap Bu Ambar dan mendekat ke arah mereka.
“Hehe ibu tau aja”ucap Lisa tersenyum malu.
“Yaudah kalian berdua berdiri di depan pintu sampai jam pelajaran ibu beres”ucap Bu Ambar sambil berjalan lagi kedepan.
“Tapi Bu”ucap Rizky
“Gak ada tapi-tapian Cepetan”ucap Bu Ambar dan mau tidak mau Lisa dan Rizky pun akhir g keluar fan berdiri di luar kelas.
“Lo sih Ky berisik segala”ucap Lisa yang merasa kesal karena Rizky yang lebih dulu mengajaknya untuk mengobrol.
“Lagian kenapa juga lo jawab ucapan gue”ucap Rizky tak kala melihat ke arah Lisa.
“Kalian diluar juga masih berisik lari di lapangan 10 putaran”ucap Bu Ambar yang berdiri di ambang pintu.
“Yah”ucap Lisa menghela napasnya dan mereka pun akhirnya menuju lapangan untuk berlari.
“Kalau ada yang berani berisik lagi ibu keluarkan kalian dari kelas”ucap Bu Ambar dengan tatapan menakutkan.
“Baik Bu”ucap semua siswa.
Dan setelah beberapa satu jam akhirnya pelajaran Bu Ambar pun usai dan mereka pun akhirnya beristirahat.
“Kita susul Rizky dan Lisa?”tanya stefanie sambil beranjak dari tempat duduknya.
“Kamu duluan aja yah nanti aku nyusul soalnya aku gak kuat kebelet pengen ke kamar mandi”ucap kayla sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan stefanie sendirian.
__ADS_1
“Ah sendirian”ucap stefanie sambil berjalan meninggalkan kelas mencari Lisa dan Rizky.
Stefanie mencari Rizky dan Lisa di lapangan tapi dia tidak menemukannya dan dia bergegas ke kantin mereka pasti berada di kantin.
“Gue cariin kalian ke lapangan”ucap stefanie sambil berjalan ke arah Rizky dan Lisa.
“Haha gue gak kuat haus”ucap Lisa tertawa
“Lagian Bu Ambar hobby nya ngasih hukuman terus”ucap Rizky sambil meneguk minumannya.
“Kalian juga sih udah tau Bu Ambar galak eh kalian malah ngobrol terus”ucap stefanie sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Kayla mana?”tanya Kevin yang baru datang bersama teman-temannya dan duduk di kursi sebelah.
“Kayla ke toilet kak”ucap stefanie.
“Lo udah baikan sama kayla?”tanya Nathan yang tengah duduk di sampingnya Kevin.
“Iya gue baikan dan lo jangan harap buat rebut kayla dari gue”ucap Kevin memberi peringatan.
“Sebelum janur kuning melengkung kayla masih bisa gue tikung”ucap Nathan tersenyum penuh arti.
“Sial lo sahabat gak ada akhlak”ucap Kevin
“Kita mau berjuang bersama dan saling mendukung dalam suka dan duka”ucap Kevin tersenyum.
“Bagus deh, gue harap lo bahagiain kayla”ucap Ervan
“Iya siap-siap Kakak ipar”ucap Kevin tersenyum.
“Kak Nathan lebih baik sama aku aja”ucap Lisa sambil duduk di samping Nathan.
“Lo bukan tipe gue”ucap Nathan dengan dinginnya.
“Terus tipe kak Nathan bagaikan?”tany Lisa sambil melihat ke arah Nathan.
“Yang gak genit apalagi mengejar-ngejar cowo”ucap Nathan dengan mantap.
“Udahlah lis jangan ganggu Nathan terus gak lelah apa?”ucap Ervan.
“Pada dasarnya cinta itu harus di perjuangkan kak”ucap Lisa dengan penuh arti.
“Terus kalian gak bakalan makan hah? Buat apa ke kantin?”tanya edwar yang bagaimana tidak mereka malah asing berbicara sedangkan makanan belum di pesankan.
__ADS_1
“Yaudah biar aku yang pesen”ucap nasya menawarkan diri.
“Iya aku temenin kalian pesen apa?”Tanya Lisa.
“Mie bakso aja semuanya dan es jeruk”ucap Ervan dan setelah itu stefanie dan Lisa pun berjalan kedepan untuk memesan makanan.
Lisa dan nasya pun memesan makanannya dan tak lupa mereka pun kembali ketempat duduknya.
“Tumben berdua, kayla mana?”tanya Reynad yang duduk di kursi samping Rizky.
“Kayla ke toilet”ucap Rizky
“Apa lo nanyain pacar gue”ucap Kevin tak kala mendengar ucapan Reynad.
“Lo dasar serakah amat hah, pacar punya, tunangan pun punya lo gak puas satu”ucap Reynad tak kala melihat ke arah Kevin.
“Kalian bisa gak sih kalau ketemu gak ribut kan gue pusing tau”ucap Lisa tak kala melihat Reynad dan Kevin ribut terus.
“Emang nya lo tega lihat sahabat lo di diduakan”ucap Reynad.
“Terserah gue mau cari kayla”ucap Kevin tak kala berjalan meninggalkan kantin.
**
Sedangkan di tempat lain silvi and the geng dan sekarang Rose yang ikut serta dalam geng tersebut.
“Lihat tuh di kayla sendirian kesempatan kita buat kerjain dia”ucap Silvi sambil tersenyum penuh arti
“Cemerlang ide lo, kalian bawa tepung dan telor di loker gue”ucap Rose yang sengaja membawa tepung dan telor hanya untuk ngerjain kayla.
“Oke siap gue yang ambil”ucap Sarah tak kala mengajak Nabila. sedangkan Silvi dan Sarah masuk ke dalam toilet dan mereka menutup pintu menuju toilet agar tidak ada siswa lain yang masuk sedangkan kayla sedang di dalam toilet nomor satu dan tak lama kayla pun keluar tapi bertapa kagetnya dia di depannya sudah ada Silvi dan Rose yang tengah berdiri.
Kayla mencoba menghela napasnya dan dia mencoba mengabaikan Rose dan Silvi yang tengah menatapnya dengan tatapan tak suka.
“Berhenti”ucap Rose tak kala kayla berjalan.
“Ada apa kak?”tanya kayla tak kala berhenti.
“Gue minta lo jangan deketin Kevin, Kevin itu tunangan gue dan jangan harap lo bisa bersatu dengan dia”ucap Rose
“Maaf kak tapi sampai kapanpun kayla gak bakalan tinggalin kak Kevin kita akan berjuang bersama untuk mendapatkan restu”ucap kayla berusaha untuk tidak terlihat takut.
”Sampai kapanpun orang tua Kevin gak bakalan restuin lo jadi lebih baik lo jauhin dia dari pada hidup lo menderita”ucap Rose
__ADS_1