
Lagi-lagi kayla merasa malu atas ucapannya Arsen yang mendengar bahwa dia yang masih menyimpan photonya Kevin padahal itu tanpa sengaja, ia sudah berusaha menyimpannya di lemari tetapi saat itu ia yang mau membereskan barang-barangnya.
Akhirnya kayla berjalan menuju ke kamarnya karena dia juga yang tak ingin bersama dengan kakaknya tetapi baru aja dia hendak ke lantai atas sudah di panggil oleh sang ibu.
“Kay kata papah ke ruang kerja dulu ada yang mau dibicarakan”ucap Bu wulan menyuruh anaknya untuk ke tempat kerja ayahnya karena ada beberapa hal yang akan ayahnya bicarakan.
“Iya mah”ucap kayla yang berjalan menuju ruangan ayahnya yang tak jauh dari sana.
“Assalamualaikum pah”ucap kayla setelah sampai ke ruangan ayahnya.
“Waalaikumsalam, masuk kayla”ucap pak Farhan menyuruh anaknya masuk karena ada beberapa berkas yang harus kayla kerjakan.
“Ada apa pah?”tanya kayla yang berdiri di depan ayahnya dengan gugup karena tidak biasanya ayahnya menyuruhnya untuk ke ruang kerjanya.
“Ini kay, kamu gak sibuk kan?”tanya pak Farhan takutnya sang anak yang sibuk urusan kuliah atau lainnya.
“Enggak kok pah. Kenapa?”tanya kayla yang memang ia tidak ada kesibukan apapun karena di perusahaan juga tidak terlalu sibuk karena masih di bantu oleh pak Farhan tidak sepenuhnya di berikan kepadanya.
“Ini tolong kamu kerjakan yah ini proposal bisnis kita kedepannya papah harap kamu bisa mengerjakan ini”ucap pak Farhan sambil memberikan beberapa lembar yang harus kayla buat proposal.
“Iya pah. Kayla kerjakan, kalau begitu kayla pamit dulu yah”ucap kayla yang segera mengambil berkas itu karena dia yang akan mengerjakannya di kamarnya.
“Yaudah, tapi tetep jaga kesehatan yah”ucap pak Farhan karena dia yang takut kalau anaknya akan bergadang memgerjakan proyeknya tanpa istirahat, karena kebiasaan kayla seperti itu.
“Iya pah”ucap kayla yang keluar dari kamarnya sambil membawa berkasnya dan berjalan menuju kamarnya, disana masih ada Kevin dan Ervan berbicara.
“Kay sini dulu”panggil Ervan saat sang adiknya yang ingin ke kamarnya.
__ADS_1
“Iya kak kenapa? Mau di bikinin makanan?”tanya kayla ia mendekat ke arah Ervan dan Kevin, bertanya karena dia tau kalau kakaknya memanggilnya saat malam biasanya selalu ingin di buatkan makanan.
“Enggak duduk aja”ucap Ervan sambil menunjuk ke arah sofa yang masih kosong di sampingnya Kevin.
“Ada apa kak?”tanya kayla yang belum duduk dan masih berdiri dan melihat ke arah sofa yang di tunjuk oleh Ervan.
“Santai aja, gue gak akan ngapa-ngapain lo kok”ucap Kevin yang tau kecemasannya kayla dari raut wajahnya.
“Yaudah”ucap kayla yang duduk di sofanya di samping Kevin.
“Papah manggil kamu apa?”tanya ervan yang penasaran karena tidak biasanya ayahnya memanggil kayla.
“Papah cuman menyuruh kayla buat kerjain laporan proyek baru”ucap kayla jujur ia tidak ingin berbohong sedikitpun kepada orang lain.
“Lo gak lelah kayla kalau harus bekerja begini?”tanya Ervan yang kasihan kepada kayla tetapi di satu sisi juga dia tidak mau kalau harus mengorbankan mimpinya untuk mengurus perusahaan.
“Enggak kak, santai aja yah, kayla baik-baik aja kok, Yaudah kayla ke atas dulu yah mau ngerjain ini dulu”ucap kayla karena kalau kelamaan ngobrol bisa-bisa pekerjaannya tidak di selesaikan.
“Udah kay dibantuin Kevin tuh”ucap Ervan ya g tidak keberatan karena dia juga percaya kepada Kevin maupun kayla.
“Tapi kak”ucap kayla yang merasa tak enak karena harus mengerjakan bersama Kevin takutnya Kalau Reynad tau dia akan marah.
“Udahlah, biar cepat selesai”ucap Ervan karena dia ingin membantu tetapi dia yang sama sekali tidak mengerti.
“Yaudah deh kak, kayla bawa laptop dulu”ucap kayla yang mau tak mau ia harus mengerjakannya bersama dengan Kevin dan ia beranjak untuk membawa laptopnya.
***
__ADS_1
Sedangkan di dalam kamarnya Nathan masih belum bisa tidur dan juga dia yang merasa menyesal mengapa dia harus pulang, harusnya dia menjaga Reynad di rumah sakit bersama dengan orang tuanya.
“Yang kenapa kok dari tadi Diem aja?”tanya Lisa yang melihat suaminya yang hanya diam saja dan tidak ceria seperti biasanya dan tampak murung.
“Enggak lis, aku cuman banyak kerjaan aja”ucap Nathan yang tak mungkin ia berbicara jujur.
“Yaudah kalau masalah kerjaan jangan di bawa bingung dong sayang, memang dokter itu sibuk banget”ucap Lisa yang memang sangat terbiasa kalau suaminya sibuk tapi tidak seperti ini yang terlihat berbeda.
“Lis aku kembali ke rumah sakit gak apa-apa kan?”ucap Nathan masih kepikiran dengan Reynad dari pada dia yang di rumah pun tidak dapat fokus untuk makan dan tidur.
“Memangnya ada apa sayang? Kok kamu gak biasanya khawatir sama orang yang sakit. Kan memang di rumah sakit banyak yang sakit?”tanya Lisa yang heran karena biasanya suaminya biasa saja tidak terlihat murung walaupun bertemu dengan orang yang sakit.
“Iya tapi ini berbeda lis, aku pamit yah”ucap Nathan sambil berpamitan dan segera membawa perlengkapannya yang mau tidak mau Lisa harus mengizinkan suaminya pergi walaupun baru saja ia pulang mungkin jiwa seorang dokter memang begini.
Nathan yang berjalan dengan terburu-buru tanpa melihat ke kiri dan ke kanan pun dan tak menyapa adanya kayla dan yang lainnya yang masih berada di sana.
“Nath lo kemana?”tanya Ervan yang melihat adik iparnya terburu-buru pergi.
“Gue ada pasien van, jaga Lisa yah”ucap Nathan yang terburu-buru.
“Lo baru juga pulang Nath udah balik lagi ke rumah sakit”ucap Kevin yang ikut berbicara.
“Gue duluan yah, ini urgent banget, kayla jangan lupa jaga kesehatan yah”ucap Nathan yang berjalan terburu-buru karena dia yang merasa takut sahabatnya kenapa-kenapa.
“Iya kak”ucap kayla menjawab dan hanya melihat kepergian Nathan. Dia yang mencoba mengecek handphonenya dan mungkin saja Reynad memberikan kabar kepadanya karena kayla juga yang khawatir kepada Reynad.
“Kay lo kenapa lagi?”tanya Ervan yang melihat adiknya hanya diam sambil melihat ke handphonenya.
__ADS_1
“Enggak kak, cuman lihat pesan aja”ucap kayla yang kembali ke laptopnya dan mencoba mengerjakan kembali.
Kevin dan kayla serius mengerjakan laporannya sedangkan Ervan hanya menjadi orang ketiga yang walaupun bosen dia tetap berada di sana karena dia juga yang masih belum mengantuk, tetap Ervan masih melihat beberapa pekerjaannya ia yang mencoba banyak belajar agar ia tidak sia-sia melanggar perintah orang tuanya.