
Sedangkan di tempat lain dimana edwar tengah berbunga-bunga, ia yabg terus menatap stefanie karena akhirnya ia tidak jomblo lagi.
“Yaudah ayo kita pulang”ucap edwar tak kala menarik tangannya stefanie untuk memasuki mobil.
Sedangkan di perjalanan tangan edwar yang terus memegang tangannya stefanie ia tidak melepaskan sebentar pun, ia menyetir pun menggunakan satu tangan.
“Kak lepasin nyetir ya pake dua tangan nanti takut kenapa-kenapa”ucap stefanie yang dimana ia sudah merasa pegal akibat tangannya yang terus di pegang oleh edwar.
“Yaudah aku lepasin tapi kamu jangan kabur yah”ucap edwar yang bucin.
“Mana mungkin Fanie kabur kak, mau kabur gimana loncat”ucap stefanie yang ada-ada aja kelakuannya edwar.
“Iya iya sayang”ucap edwar ia kembali focus menyetir.
Tak lama setelah perjalanan beberapa lama akhirnya edwar berhenti di sebuah supermarket ia yang berniat akan membawa cemilan dan semua bahan untuk barbequan sebagai tanda mereka jadian.
“Ngapain mampir kesini kak?”tanya stefanie bingung
“Kita mau beli makanan dulu, hari ini kita kumpul dulu di rumahnya Ervan”ucap edwar yang memang ia menyuruh teman-temannya untuk berkumpul.
“Tapi kak”ucap stefanie dimana ia yang sudah tidak mau bertemu dengan Ervan karena bertemu dengan Ervan adalah hal yang harus ia hindari, agar ia yang cepat melupakan Ervan.
“Enggak ada tapi-tapi an ayo”ucap edwar yang keluar lebih dulu dari mobilnya dan membukakan pintu stefanie lalu stefanie keluar dari mobil dan memasuki supermarket.
Mereka pun membeli beberapa bahan makanan dan camilan yang lumayan banyak karena mereka akan berkumpul dan tak lama mereka belanjanya pun selesai dan segera memasuki mobil kembali untuk melanjutkan perjalanan ke rumahnya Ervan.
Sepanjang perjalanan stefanie di buat gelisah dan gak karuan, ia berpacaran dengan edwar tetapi hatinya untuk orang lain.
**
Nathan yang baru saja sampai di parkiran rumahnya Ervan segera turun dan memasuki rumah dan di rumah sudah terlihat ada Ervan dan yang lainnya tengah menonton televisi.
“Assalamualaikum”ucap Nathan tak kala mendekat ke arah teman-temannya.
“Waalaikumsalam “jawab semuanya.
__ADS_1
“Kak Nathan aku kangen”ucap Lisa yang beranjak dari duduknya dan memeluk Nathan.
“Apaan lepasin”ucap Nathan yang merasa risih di peluk oleh Lisa.
“Jadian aja kalian”ucap Kevin yang melihat itu semua.
“Jadian apaan”ucap Nathan yang duduk di sofa tak kala pelukan Lisa yang sudah di lepaskan.
“Lis lagian kamu itu, cinta itu gak bakal bisa di paksakan lebih baik kamu menyerah aja”ucap Ervan yang mana ia sudah menyuruh adiknya untuk menyerah dan jangan terus mengejar Nathan yang menyukainya.
“Memangnya kurang aku apa sih kak Nathan sampai -sampai kak Nathan gak pernah melirik aku sedikitpun”tanya Lisa yang memang ia sudah ingin menanyakan mengapa Nathan tidak mencintainya.
“Karena kamu bukan tipe gue”ucap Nathan dengan dinginnya.
“Udah-udah lisa jangan berantem”ucap kayla dan tak lama terdengar suara mobil dan mereka yakin yang datang adalah edwar dan memang benar rak lama edwar dan stefanie masuk ke dalam rumahnya Ervan dengan mambawa beberapa makanan.
“Tumben Fanie bareng sama kak edwar?”tanya lisa yang melihat edwar bersama stefanie sambil berpegangan tangannya.
“Iya tumben juga kamu rapih banget?”tanya kayla pun yang heran
“Gue ada pengumuman buat kalian”ucap edwar yang sudah mendekat ke arah teman-temannya.
“Iya sampai-sampai gue juga gak pulang ke rumah”ucap Kevin tak kala melihat ke arahnya edwar.
“Aku tau pasti kak edwar bahagia yah dan mau ngumumin kalau kalian udah pacaran”ucap kayla yang memang ia sudah tau dari gerak gerik edwar dan stefanie yang berbeda.
“Kok lo tau ?”tanya edwar bingung.
“Aku belum cerita kok”ucap stefanie yang memang ia belum mengabarkan berita ini pada siapapun.
“Tau lah dari gerak gerik kalian, tapi selamat yah akhirnya gak jomblo lagi kak edwar”ucap kayla tersenyum ia bahagi akhirnya stefanie bisa berpaling dari Ervan.
“Yah jadi gak suprise”ucap edwar yang belum juga berbicara sudah keduluan.
“Selamat ed lo lulus jadi geng kita”ucap Ervan yang tadi hanya terdiam.
__ADS_1
“Ia akhirnya lo menemukan pujaan hati lo tapi lo inget jangan buat sepupu gue sakit hati”ucap Kevin memberikan nasihat.
“Selamat bro dan akhirnya tinggal gue yang jomblo”ucap Nathan
“lo udah ada yang mau masih di tolak aja, padahal kan Lisa juga baik”ucap edwar yang merasa aneh akan Nathan.
“Jangan-jangan lo gak suka perempuan”ucap Kevin yang melihat sahabatnya seakan tidak mempunyai rasa suka terhadap perempuan.
“Lo lupa apa? Gue pernah suka sama kayla jadi otomatis gue juga suka perempuan”ucap Nathan yang memang ia tidak ingin pacaran.
“Sial, jangan bawa-bawa kayla dan jangan berharap lo bisa ambil kayla dari gue”ucap Kevin yang tak ingin kayla di ambil orang.
Sedangkan Lisa yang mendengarkan mereka berbicara merasa enggan untuk berbicara apalagi Nathan yang memang sudah menolaknya dan hanya ia yang jomblo sehingga ia meninggalkan ruang keluarga tempat mereka berkumpul dan berjalan menaiki anak tangga tanpa berbicara apapun.
“Lisa kenapa pergi?”tanya stefanie yang melihat lusa berjalan ke arah kamarnya.
“Entahlah, Yaudah kita susul dulu Lisa”ucap kayla berjalan beriringan bersama stefanie dab meninggalkan para lelaki.
“Lis boleh kita masuk?”tanya stefanie yang mengetuk pintunya lisa.
“Masuk aja”ucap lisa dari dalam kamarnya.
“Kamu kenapa?”tanya kayla yang duduk di samping tempat tidur lisa.
“Enggak kok, aku hanya ngantuk aja”ucap lisa yang memang ia merasakan sakit hati tetapi enggan untuk berbicara kepada sahabatnya.
“Bohong,Aku tau kamu bohong”ucap kayla yang memang tidak dapat di bohongi.
“Kamu kenapa lis kok kayak yang gak semangat?”tanya stefanie
“Enggak kok Fanie aku baik-baik aja”ucap lisa yang tak ingin terlihat sedih.
“Cerita dong kenapa?”tanya kayla yabg mencoba berbicara agar lisa mau bercerita apa yang membuatnya bersedih.
“Karena kak Nathan?”tanya stefanie memberanikan diri untuk berbicara.
__ADS_1
“Iya apakah aku kurang cantik atau kurang yang lainnya sehingga kak Nathan tidak menyukai aku”ucap lisa bertanya-tanya.
“Kamu cantik kok lis, kamu terbaik pokoknya tapi mungkin hati kak Nathan yang memang belum terbuka untuk kamu”ucap kayla mencoba mengubur lisa yang tengah bersedih karena Nathan yang tak kunjung mencintainya.