Jakarta love Story

Jakarta love Story
Kevin pergi


__ADS_3

Ervan yang memang sangat mengantuk akhirnya ia pun pulang karena ia tidak perlu takut kayla dan Lisa pulang bersama dengan edwar.


“Yaudah gue pulang yah ed”ucap Ervan yang beranjak dari duduknya.


“Yaudah hati-hati van”ucap edwar sambil melihat ke arah Ervan yang berjalan ke arah mobilnya.


Sedangkan edwar terduduk sendirian menunggu kekasih tercintanya.


**


Kevin dengan perasaan tidak tenang ia mengendarai motornya dengan sedikit cepat karena ua yang penasaran apa yang terjadi di rumahnya apalagi yang terdengar ibunya seperti menangis.


Dan tak butuh waktu yang lama ia pun sampai ke rumahnya dan betapa terkejutnya ia melihat beberapa koper berjajar dan ia yang tidak tau arti dari itu semua lalu ia menghampiri ibunya.


“Ini ada apa mah?”tanya Kevin menghampiri ibunya yang menangis sambil tertunduk.


“Papah Vin papah”ucap Bu liliana dengan terbata-bata.


“Papah kenapa mah?”tanya Kevin yang bingung karena ia tidak mengetahui apapun.


“Papah sedang kritis Vin di sana”ucap Bu liliana yang beberapa hari lalu pak David memang kembali lagi ke Amerika karena ada beberapa pekerjaan yang harus ia urus disana.


“Terus gimana sekarang mah?”tanya Kevin yang bingung harus bagaimana.


“Kita sekarang pergi ke Amerika Vin dan ini udah di persiapkan kita tinggal langsung pergi”ucap Bu liliana yang memang tadi ia sudah sudah menyiapkan apa yang akan ia bawa ke luar negeri.


“Tapi mah, boleh gak Kevin nemuin kayla dulu”ucap Kevin ia ingin meminta izin kepada kayla karena takutnya kayla yang merasa bingung dirinya kemana.


“Gak akan keburu Vin, sebentar lagi pesawatnya berangkat”ucap Bu liliana yang sengaja agar Kevin tidak bertemu dengan kayla dahulu.


“Yaudah deh mah ayo kita berangkat”ucap Kevin sambil membawa kopernya malahan ia tidak berganti pakaian dan langsung segera berjalan menuju ke arah mobilnya dan diikuti oleh bu liliana serta supirnya untuk memasukan kopernya kepada mobilnya.


Kevin dengan berat hati harus meninggalkan Indonesia dan ia tidak sempat berbicara dengan kayla tapi apa boleh buat karena ayahnya yang sedang kritis.


Mobil pun melaju meninggalkan kediaman rumah Kevin dengan perasaan yang tak karuan, ia merasa sedih harus meninggalkan kayla Apalagi ia yang tidak meminta izin terlebih dahulu.

__ADS_1


Hanya butuh 30 menit mobil pun sampai di bandara dan Kevin dan ibunya segera keluar dari mobilnya berjalan menuju ke dalam bandara karena sebentar lagi pesawat yang akan ia tumpangi akan segera berangkat.


Dengan perasaan sedih Kevin melangkah sambil terus melihat ke belakang karena ia berharap kayla ada di belakangnya tapi mana mungkin karena kayla yang tak tau ia akan pergi ke Amerika.


“Kenapa Vin?”tanya Bu liliana tak kala melihat Kevin yang terus saja melihat kebelakang.


“Enggak mah”ucap Kevin yang terus berjalan sampai ia sadar ia telah sampai di pesawat dan ia yang mulai tenang akhirnya ia berusaha untuk mencari handphonenya tapi ternyata handphonenya tidak ada disana, ia yang terus mencari-cari.


“Ada apa Vin?”tanya Bu liliana yang melihat Kevin tengah mencari sesuatu.


“Handphone Kevin mah kemana?”tanya Kevin sambil terus mencari.


“Mungkin kamu lupa naruh kali Vin”ucap Bu liliana.


Terapi saat Kevin tengah mencari handphonenya terdengar suara bahwa pesawatnya akan segera di terbangkan sehingga ia yang berhenti mencari handphone dan duduk dengan tenang. Dan tak lama pesawat pun terbang meninggalkan tahan kelahirannya.


**


Bel tanda pulang pun telah berbunyi semua siswa berhamburan keluar begitupun dengan kayla dan teman-temannya.


“Kak edwar kak Kevin kemana?”tanya kayla yang menghampiri edwar untuk bertanya kemana Kevin karena tidak terlihat ada di sana.


“Kevin pulang duluan kay”ucap edwar beranjak dari duduknya


“Tumben kak Kevin pulang duluan, biasanya dia kan selalu nunggu kayla”ucap stefanie yang heran tidak pernah sepupunya itu pulang lebih dahulu sebelum kayla keluar.


“Tadi tante liliana telpon, kayanya ada urusan”ucap edwar memberitahukan keadaan yang terjadi tadi.


“Terus kak Ervan kemana?”tanya Lisa yang tidak melihat sang kakak berada disana.


“Ervan ngantuk kebanyakan belajar jadinya gue suruh pulang”ucap edwar yang memang tadi melihat keadaan Ervan yang sangat mengkhawatirkan karena mengantuk.


“Yah terus kita pulang gimana kay?”tanya Lisa yang bingung karena ia yang sangat tidak terbiasa untuk menaiki taksi.


“Santai aja kan ada gue, gue bawa mobil kok”ucap Rizky karena memang ia sudah di perbolehkan membawa mobil karena usianya yang sudah 17 tahun.

__ADS_1


“Gue yang anterin kalian aja”ucap edwar yang memang sudah berjanji kepada Ervan bahwa ia akan mengantarkan kayla dan Lisa menuju ke rumahnya.


“Sama Rizky aja kak, kakak sama Fanie pulang aja kasihan harus bolak balik”ucap kayla yang memang kalau ia pulang di Anter oleh edwar akan bolak balik karena memang rumah mereka yang tidak satu arah.


“Tapi gak apa-apa kay?”tanya stefanie yang merasa khawatir.


“Lo gak percaya sama gue”ucap Rizky dengan sedikit kesal karena stefanie yang tidak percaya akan dirinya.


“Bukannya gitu, tapi kan tadi kak Ervan nitip in kayl sama Lisa sama kak edwar”ucap stefanie yang ia tidak ingin di bilang tidak amanah oleh Ervan.


“Gak apa-apa kok lis, gue sama kayla pulang sama Rizky aja”ucap Lisa yang tak ingin memperdebatkan permasalahan kecil.


“Yaudah kalau gitu, kalian masuk dulu mobil duluan sana”ucap edwar ia ingin melihat Lisa dan stefanie masuk terlebih dahulu baru ia pulang.


“Yaudah ayo”ucqp Rizky yang berjalan menuju ke arah mobilnya.


“Kita duluan yah”ucap Lisa berjalan menghampiri mobilnya Rizky bersama dengan kayla.


“Hati-hati”ucap stefanie melambaikan tangannya tak kala sahabatnya masuk ke dalam mobil.


Rizky pun melajukan mobilnya setelah Lisa dan kayla masuk dengan kecepatan sedang karena ia takut terjadi apa-apa, karena ia yang tau bagaimana Ervan kalau sampai adiknya terluka.


Sedangkan stefanie dan edwar yang masih berada di parkiran ia yang tak enak hati memikirkan Kevin yang pulang lebih dahulu, ia bengong sampai tidak mendengarkan ucapan dari edwar.


“Fanie?”panggil edwar karena stefanie yang hanya diam.


“Ia kak”ucap stefanie tersadar dari lamunannya.


“Kamu kenapa?”tanya edwar yang bingung melihat stefanie yang terdiam.


“Kak Kevin gak bilang ada apa gitu sama Kakak?”tanya stefanie yang penasaran dengan apa yang terjadi terhadap Kevin.


“Enggak santai aja, mungkin tante lili memang ada urusan aja sama Kevin”ucap edwar yang berusaha berpikiran positif.


“Yaudah lebih baik kita pulang dan ntar kita tanyain sama Kevin”ucap edwar sambil menarik tangannya stefanie agar ia masuk ke dalam mobilnya. Dan setelah mereka masuk edwar pun melajukan mobilnya menuju ke rumahnya stefanie

__ADS_1


__ADS_2