
Kayla yang merasa kesal akhirnya dia pergi ke kelasnya karena malas kalau berdebat dengan Reynad, kayla yang membaca buku di dalam kelas sendirian karena yang lain masih berada di kantin untuk makan siang.
Tak lama Reynad datang ke kelasnya kayla dan kayla tidak menghiraukan Reynad walaupun Reynad yang datang menemuinya.
“Kenapa pergi? Kan belum makan?”tanya Reynad saat menghampiri kayla.
“Gak”ucap kayla dengan simpel.
“Kamu marah sama Kakak?”tanya Reynad yang duduk di dekat kayla.
“Enggak biasa aja”ucap kayla yang terus membaca bukunya.
“Yaudah Maafin kakak yah, kakak janji gak bakalan cemburuan lagi”ucap Reynad yang ia menyadari kesalahannya.
“Bener yah, kakak gak bakalan marah lagi”ucap kayla yang dia sudah lelah untuk bertengkar apalagi yang hari-hari ini banyak sekali pikiran yang ia pikirkan.
“Iya Enggak, ayo makan, nanti lapar”ucap Reynad karena tak ingin kayla yang kelaparan dan tidak makan.
“Gak usah kak, kayla bentar lagi ada kelas, kakak yang makan duluan aja”ucap kayla sambil melihat jam tangan yang melingkar.
“Yaudah kalau begitu, nanti pulang sama kakak, gak apa-apa kan kalau Kakak tinggalin”ucap Reynad yang ingin keluar dari kelasnya kayla karena tidak enak dimana hanya mereka berdua yang berada di sana.
“Enggak kak, kakak keluar aja, bentar lagi Rizky sama stefanie juga bakalan masuk”ucap kayla.
“Yaudah kakak pamit, semangat”ucap Reynad sambil berjalan dan tersenyum ke arah kayla dan kayla pun membalas senyuman itu. Kayla yang sudah mulai terbiasa dengan adanya Reynad dan juga sudah merasa sangat nyaman.
***
Tak terasa sore telah tiba dan waktunya mereka untuk pulang. Yah Reynad yang menunggu di depan kelasnya kayla dan semua orang sudah mulai tau bahwa mereka pacaran dimana Reynad yang selalu mengikuti kayla kemana pun.
“Kay tuh pujaan lo udah datang”ucap Stefanie saat melihat Reynad.
__ADS_1
“Gak salah juga itu pujaan kamu juga datang”ucap kayla sambil memberikan kode dengan mata bahwa edwar juga datang.
“Yah terus gue sama siapa kalau kalian pada punya pasangan”ucap Rizky yang cemberut karena hanya dirinya yang jomblo, Rizky orang yang super kepedean tetapi tidak pernah di terima cintanya oleh orang yang di cintai nya yah walaupun wajah Rizky yang lumayan ganteng tetapi entah mengapa sampai saat ini dia yang tidak mempunyai pacar.
“Sabar Ky, walaupun kita punya pacar, kita selalu ada kok buat kamu”ucap kayla sambil memeluk temannya tersebut begitupun dengan Stefanie, Reynad dan edwar yang melihat itu seketika mereka berjalan terburu-buru karena melihat pacarnya yang memeluk laki-laki lain.
“Lepas”ucap Reynad yang datang dan berbicara cukup tegas.
“Iya lepas, bisa gak sih jangan peluk-peluk begini”ucap edwar yang jutek kepada Rizky.
“Tuh kan kayla, stefanie mereka mulai marah sama gue”ucap Rizky yang dimana pelukannya di lepaskan oleh dua laki-laki yang tengah terbakar cemburu.
“Kak jangan terlalu cemburu dong sama Rizky, Rizky juga butuh temen”ucap kayla yang mencoba berbicara agar Reynad paham.
“Iya iya maaf”ucap Reynad yang hanya bisa nurut aja ucapan kayla.
“Eh iya, kalian pulang aja, kita mau ke rumah sakit buat nengok Lisa”ucap stefanie yang mengusir edwar.
“Gak usah kak, kalian pulang aja, kalau ke rumah sakit banyak orang nanti ganggu Lisa”ucap stefanie yang tak ingin banyak orang yang ikut kesana dan biasanya terlalu banyak orang akan berujung ribut.
“Yaudah deh, kalau begitu. Gue sama Reynad pamit dulu yah”ucap edwar yang mengalah.
“Yaudah kayla, hati-hati yah, kalau mau di jemput telpon aja”ucap Reynad yang tersenyum sambil keluar dari kelasnya kayla.
Kayla dan sahabatnya pun berjalan menuju ke parkiran yah mereka akan menaiki mobilnya Rizky karena hanya Rizky yang membawa mobil di antara mereka stefanie belum di berikan izin oleh orang tuanya begitupun kayla.
Tak lama mereka sampai di rumah sakit dah berjalan menuju ruangannya Lisa dan disana sudah ada Nathan yang menemani Lisa sambil terus berdoa dan bercerita.
“Kak, udah jangan nangis terus”ucap kayla yang datang menghampiri Nathan yang tengah menangis.
Nathan mengusap air matanya yang jatuh tanpa ia sadari, mungkin sekarang dia sudah jauh lebih mencintai Lisa apalagi Lisa yang sudah tidak sadarkan diri begitu lama.
__ADS_1
“Iya kay, kenapa yah Lisa gak bangun terus”ucap Nathan yang bertanya dan kebingungan dengan kondisinya Lisa.
“Kita berdoa aja, pasti kok Lisa sadar”ucap kayla yang tersenyum berusaha untuk membuatnya tabah juga padahal dia yang juga sangat sedih.
Disaat mereka sedang berdiri di sana sambil berbicara dan menetaskan air matanya seketika tangan Lisa bergerak dan mata Lisa mulai terbuka entah ini adalah keajaiban atau karena tangisan mereka yang begitu kuat sehingga Lisa sadar.
“Kay kenapa nangis?”tanya Lisa dengan suara kecil karena saat ia sadar semua orang menangis.
“Lus, kamu sadar lis”ucap kayla yang mendekat ke arahnya Lisa.
“Iya, kenapa kamu nangis?”tanya Lisa karena pertanyaannya tidak di jawab oleh kayla.
“Ky, tolong panggil dokter”ucap kayla yang segera berteriak.
Rizky berlari untuk menemui dokter sedangkan stefanie pun tidak dapat menahan tangisnya karena dianyang terharu sahabatnya itu akhirnya sadar juga.
“Sayang, kamu Sadar”ucap Nathan yang menghampiri Lisa.
“Sayang, memangnya kita pacaran”ucap Lisa yang merasa bingung tak lama datang dokter untuk memeriksa Lisa.
“Alhamdulilah akhir sadar juga. Kondisinya baik tetapi jangan dulu suruh dia berpikir karena memorinya pikirannya sedikit hilang sehingga jangan di paksa dia untuk mengingat banyak hal”ucap dokter tersebut menjelaskan.
“Iya makasih dokter”ucap kayla yang tersenyum kepada dokter dan dokter pun pergi kayla memeluk Lisa begitu pun dengan yang lainnya sedangkan Nathan hanya bisa diam.
“Kok kalian rapi banget. Kalian Abis dari mana?”tanya Lisa karena melihat sahabatnya yang memelas baju rapi tidak seperti biasanya.
“Jangan dulu banyak bertanya dan berpikir lis, kamu baru aja sadar”ucap kayla yang tak ingin terjadi apa-apa kepada Lisa.
“Ngapain Kak Nathan disini?”tanya Lisa dengan juteknya.
“Aku memenin kamu disini, kamu gimana keadaannya? Masih ada yang sakit kan”ucap Nathan dengan lembut.
__ADS_1
“Gak usah so perhatian”ucap Lisa dengan jutek karena yang dia ingat bahwa dia akan berusaha melupakan Nathan karena dia yang sudah begitu sakit hati mengharapkan cintanya Nathan tetapi sekarang mereka bukan hanya sebatas pacar saja tetapi sudah menjadi suami istri.