Jakarta love Story

Jakarta love Story
Membersihkan AULA


__ADS_3

“Vin kok lo sendirian”tanya edwar sambil melihat kekiri dan ke kanan tidak melihat adanya Reynad.


“Reynad bersihin lapangan, soalnya tadi gue malah berantem sama dia”ucap Kevin yang tengah terduduk bersama kayla.


“Tapi kok ini masih berantakan, belum beres?”tanya Nathan melihat aula yang malah semakin kacau


“Memang belum, bantuin yah”ucap Kevin sambil memohon.


“Aku bantuin gimana?”tanya Rose sambil mendekati ke arah Kevin


“Ogah banget, lebih baik gue kerjain sendiri”ucap Kevin dengan tatapan yang tak suka.


“Kok kamu gitu sih, harusnya kan kamu baik-baikin gue, gue kan kesini buat nyamperin lo”ucap Rose dengan penuh memohon


”udah telat Rose, gue udah punya dia”ucap Kevin sambil menggenggam tangannya kayla


“udah Rose, terima aja nasib lo”ucap edwar


“Lagian siapa suruh kak Rose ninggalin kak Kevin duluan”ucap stefanie dengan jealousnya.


“Udah Rose lebih baik kita pulang aja yu”ajak nasya yang enggan ada permasalahan.


“Lo balik aja sana”ucap Kevin yang malas melihat Rose


“Aku pulang duluan yah yang”ucap nasya berpamitan dengan orang-orang sambil menarik tangan Rose untuk meninggalkan aula.


“Apaan tarik-tarik gue sih”ucap Rose yang merasa kesal akibat di tarik oleh nasya.


“Yaudah ayo bantuin gue beresin ini”ucap Kevin sambil beranjak berdiri


“Kan lo yang di hukum, kenapa kita harus bantuin”ucap edwar dengan mode sinisnya.


“Gue masih kesel sama loe, gara-gara lo kayla terluka”ucap Ervan yang masih marah mengingat kejadian tadi.


“Yah kan gue gak sengaja, gue juga nyesel”ucap Kevin dengan wajah penuh penyesalan


“Udah kak Ervan, lagian kayla gak apa-apa kok”ucap kayla dengan memohon.


“Iya van, Udahlah Maafin Kevin, lagian gak sengaja ini kok”ucap Nathan


“Iya kak, maafin kak Kevin yah”ucap stefanie yang merasa kasihan akan sang sepupu.

__ADS_1


“Yaudah, ayo kita beresin aja”ucap Ervan yang mau tidak mau dia harus memaafkan Kevin.


“Kita bantuin, asal traktir yah”ucap Rizky sambil tersenyum penuh harap.


“Oke tenang aja, gue traktir kalian makan sepuasnya”ucap Kevin yang kalau traktir makan adalah hal yang sangat mudah.


“Asik, bisa makan bareng sama kak Nathan”ucap Lisa sambil tersenyum penuh arti.


“Mau nya lo itu”ucap Rizky mengejek sahabatnya.


“Biarin wle”ucap Lisa sambil menjulurkan lidahnya ke arah Rizky.


“Yaudah ayo beresin, biar cepet beres, kalau bicara terus kapan beresnya”ucap Nathan dengan wajah datarnya.


“Yaudah ayo turun”ucap Kevin seraya beranjak dari tempat berdirinya.


“Kayla bantuin juga yah kak, gak usah kamu Diem aja disini yah nanti cape”ucap Kevin dengan penuh perhatian, Kevin tidak mau kalau kayla membantunya karena akan sangat lelah.


“Ke pacarny aja gak boleh, ke kita minta di bantuin”ucap edwar sambil pura-pura terlihat kesal.


“Itu beda lagi, Yaudah ayo bersihin”ucap Kevin seraya berjalan menuju tempat dimana sapu berada


***


Sedangkan di tempat lain, Reynad sedang membersihkan lapangan sendirian, di tengah trik matahari yang sangat panas, semua siswa pulang sedangkan dia mau tidak mau baru beberapa haru sekolah dia harus mendapatkan hukuman karena bermasalah dengan Kevin.


“Sialan si Kevin, gue jadi harus di hukum”batin Reynad yang merasa tidak terima karena gara-gara Kevin dia harus di hukum.


“Makannya lo jangan cari gara-gara sama Kevin, tau rasa kan”ucap Rose sambil berjalan mendekati Reynad yang tengah menyapu lapangan.


“Gue gak takut sama Reynad, lagian lo ngapain pindah kesini lagi gue udah muak lihat muka lo”ucap Reynad sambil melihat ke arah Rose.


“Udahlah rey, lagian lo gak akan bisa dapetin kayla, kayla udah milik Kevin, dan kamu juga Rose Udahlah lupain Kevin jangan membuat masalah”ucap nasya menasehati.


“Sebelum janur kuning melengkung kayla masih bisa gue rebut”ucap Reynad dengan tersenyum sinisnya.


“Udahlah sya lo jangan ceramahin gue terus, gue pasti bakalan rebut lagi kevin”ucap Rose sambil tersenyum memikirkan ide bagaimana caranya agar dia bisa merebut kembali Kevin.


“Yaudah terserah kalian, yang penting gue udah bilangin kalau kalian sakit hati gue gak akan tanggung jawab”ucap nasya dengan panjang lebar.


“Gue yakin Kevin bakal kembali lagi sama gue”ucap Rose dengan penuh harap.

__ADS_1


“Yaudah, ayo kita pulang aja”ucap nasya sambil berjalan menuju ke arah pulang


“Bye, selamat di hukum”ucap Rose sambil tersenyum sinis meninggalkan Reynad yang tengah di hukum sendirian.


Mereka pun pergi meninggalkan Reynad yang tengah membersihkan lapangan basket sendirian.


***


Sedangkan orang-orang yang berada di aula hampir beres membersihkan aula sehingga sebentar lagi mereka akan pulang, dengan wajah yang dan pakaian yang sudah sangat kacau serta keringat yang bercucuran.


“Akhirnya beres juga lelah”ucap Lisa sambil mengusap keringatnya.


“Iya cape banget”ucap stefanie sambil bernapas kecapean.


“Kalau gini gue mau jadi anak baik, gak mau di hukum”ucap Rizky yang merasa lelah.


“Thanks yah udah bantuin gue”ucap Kevin kepada para sahabat yang membantunya untuk membersihkan aula.


“Makannya lo, lain kali jangan buat masalah”ucap Nathan yang tidak habis pikir sahabatnya bakalan membuat masalah di sekolah.


“Iya, kalau mau berantem lo di luaran jangan di sekolah, tau rasa kan, untung cuman di suruh bersihin aula gimana kalau bokap sama nyokap loe di panggil berabe kan”ucap edwar


“Iya iya sorry deh”ucap Kevin sambil tersenyum malunya.


“Udahlah, di luar atau di sekolah juga jangan berantem kak, gak baik”ucap kayla yang enggan sang kekasih berantem lagi takutnya terjadi banyak masalah di luaran sana.


“Iya enggak sayang, asalkan kamu harus jaga hati dan mata kamu buat aku”ucap Kevin sambil tersenyum manja.


“Iya kak, iya”ucap kayla membalas senyuman Kevin.


“Jomblo menyimak”ucap edwar sambil melirik ke arah kayla dan Kevin.


“Makannya loe pacaran dong”ucap Kevin mengejek edwar.


“Ah andai aku juga di romantisin sama kak Nathan”ucap Lisa sambil menghafal.


“Jangan berharap, gak akan”ucap Nathan dengan wajah dinginnya.


“Tidak ada yang tidak mungkin, hanya Allah yang bisa membolak-balik balikan hati”ucap Lisa tersenyum penuh harap.


“Udahlah lis, jangan berkhayal”ucap Ervan yang tak mau adiknya banyak berkhayal kan kalau gak kesampaian takutnya jadi gila.

__ADS_1


__ADS_2