
Stefanie pun meminum minuman yang di berikan oleh nasya, dia yang juga merasa haus karena dari tadi berlari.
“Fanie kata mamah kan jangan buru-buru sayang”ucap Bu dinar yang kecapean karena mengejar stefanie yang berlari.
“Tante duduk dulu istirahat”ucap Nabila yang juga masih berada di sana.
“Iya makasih nak”ucap Bu dinar yang duduk.
“Jadi Gimana keadaan Lisa?”tanya stefanie lagi.
Belum juga membalas pertanyaannya stefanie sudah datang Rizky yang juga begitu khawatir dengan kedua sahabatnya yang tidak sadarkan diri.
“Kayla dan Lisa Gimana keadaannya?, Kenapa kayla dan Lisa bisa seperti itu”Tanya Rizky Dengan nafas yang tersenggal-senggal karena dia juga yang berlari dengan begitu kencang,”Apakah mereka udah sadar, gue khawatir banget”tanya lagi Rizky tanpa rem.
“Lo kalo bertanya satu satu ke ucap”'Nabila yang kesal karena Rizki yang bertanya terus menerus.
“Namanya juga gue khawatir, takut terjadi sesuatu kepada sahabat gue, emangnya lo yang nggak punya sahabat”ucap Rizky yang malah mengejek Nabila.
“Apaan sih lo Bawa-bawa gue, gue kan cuman nyuruh lo tany satu persatu dasar”ucap Nabila yang marah dengan jawaban dari Rizky.
“Udah lah kalian malah berantem, dalam situasi ini masih sempat-sempat nya kalian saling ngejek”ucap nasya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena sahabatnya yang malah bertengkar.
“Iya kalian Diem kek, jangan ribut”ucap Ervan dengan marah dan seketika semua yang ada disana pun terdiam. Tak lama Bu wulan keluar dari ruangannya Lisa karena dia juga tidak mungkin berada di dalam terus menunggu Lisa yang kapan sadarnya.
“Bu wulan bagaimana keadaannya Lisa?”tanya Bu dinar tak kala Bu wulan yang baru keluar dari ruangannya Lisa.
“Lisa kritis Bu”ucap Bu wulan sambil menangis, ia tak mampu menahan tangisannya ia sangat sedih mengapa semua ini terjadi kepadanya.
“Yang sabar yah Bu, saya yakin Lisa baik-baik aja”ucap Bu dinar yang mencoba menghibur Bu wulan yang menangis.
“Iya Bu semoga saja”ucap Bu wulan menangis”oh yah van gimana keadaannya kayla?”tanya Bu wulan karena dia baru ingat bahwa kayla juga belum sadar.
__ADS_1
“Kayla masih belum sadar mah”ucap Ervan padahal dia juga belum ke kamar kayla, tetapi dia yakin kayla belum sadar karena Reynad belum mengabari dia.
“Ya Allah semoga kedua anak saya baik-baik saja”ucap Bu wulan sambil terus menangis begitu pun dengan yang lain.
“Van mamah lihat kayla dulu yah”ucap Bu wulan ia juga harus bisa menjaga kayla apalagi kayla juga amanah yang harus ia jaga.
“Iya mah, Ervan juga ikut”ucap Ervan yang juga ingin melihat keadaannya kayla.
“Tante, boleh kita masuk ke ruangannya Lisa?”tanya stefanie meminta izin.
“Maaf Fanie, belum boleh banyak orang yang masuk ke dalam sana, tante harap kalian mengerti”ucap Bu wulan yang ingin teman-teman anaknya mengerti dan tidak memaksa masuk ke dalam.
“Kita tunggu di sini aja Fanie”ucap nasya memberikan pengertian.
“Yaudah Bu dinar saya lihat kayla dulu yah”ucap Bu wulan berpamitan dan berjalan menuju ke kamar kayla.
Bu wulan bersama dengan Ervan masuk ke dalam ruangannya kayla dan melihat Reynad yang sedang berdoa memohon agar kayla sadar, seketika Ervan menjadi sangat sadar bahwa Reynad adalah orang yang tepat yang mencintai kayla dengan apa adanya dan menyayangi kayla dengan sepenuh hatinya, selalu ada saat kayla susah dan senang.
“Gimana keadaan kayla nak Rey?”tanya Bu wulan yang mendekat ke arah ranjangnya kayla.
Bu wulan juga menangis tetapi tak lama kayla sadar dari pingsan nya.
“Lisa, kak rey Lisa Gimana?”tanya kayla yang baru saja sadar dan dia sudah bertanya.
“Sayang, kamu jangan banyak pikiran dulu, kamu gak kenapa-kenapa kan?”tanya Bu wulan tak kala anaknya sadar.
“Kayla baik-baik aja mah, mah Lisa gimana?”tanya kayla yang masih bertanya tentang Lisa karena memang belum ada jawaban dari orang tuanya.
“Kamu jangan banyak pikiran sayang, kamu istirahat yah”ucap Bu wulan yang tak ingin kayla drop.
“Kak Lisa gimana kedaannya?”tanya kayla sambil melihat ke arah Reynad dan Ervan yang diam saja.
__ADS_1
Semua orang terdiam karena bingung menjawab, mereka takut kayla yang pingsan lagi.
“Lisa belum sadar sayang. Semoga aja Lisa cepat sadar yah”ucap Bu wulan dengan lembut agar anaknya tidak memberontak.
“Mah kayla pengen ketemu Lisa”ucap kayla yang tak sabar ingin tau kedaanya Lisa.
”jangan dulu sayang, kamu istirahat dulu yah, kalau kamu udah baikan boleh lihat Lisa yah”ucap Bu wulan memberikan pengertian.
“Tapi mah”ucap kayla yang ingin melihat Lisa.
“Kayla dengerin dulu yah, kamu sehat dulu baru nanti ketemu Lisa yah”ucap Reynad dengan lembut karena Kayla yang memberontak.
“Yaudah kalau begitu, mamah temenin Lisa aja, kayla disini ada kak Reynad kok”ucap kayla karena takut Bu wulan dan Ervan tidak memperhatikan Lisa dan Lisa yang marah kembali.
“Kamu mau makan apa kay?”tanya Ervan takutnya kayla ingin makan makanan luar.
“Enggak kok kak, kayla belum lapar”ucap kayla yang Dimana dia tak ingin makan dan malah dia ingin diam saja.
“Yaudah sayang, mamah keluar yah kamu baik-baik dulu dan istirahat, nanti kalau Lisa udah sadar mamah panggil kamu yah sayang”ucap Bu wulan dengan lembut agar kayla mengerti.
“Iya mah mamah temenin Lisa aja”ucap kayla yang sudah cukup yang dan tidak marah lagi.
Bu wulan keluar lebih dahulu meninggalkan kayla karena dia juga yang harus berkonsultasi dengan dokter yang menangani Lisa dan kayla.
“Van lo juga istirahat, biar gue yang jagain kayla”ucap Reynad melihat Ervan yang juga kecapean dan banyak pikiran.
“Oh iya Rey, tolong jaga kayla yah gue juga mau pulang dulu bawa barang kayla dan Lisa”ucap Ervan karena memang mereka belum membawa barang Karena panik.
“Yaudah lo hati-hati yah”ucap Reynad ketika Ervan berpamitan kepadanya. Tak lama stefanie datang bersama dengan Rizky mereka juga khawatir terhadap kayla.
“Kay lo gimana kedaanya?”tany stefanie yang duduk di ranjang.
__ADS_1
“Aku baik-baik aja kok, cuman butuh istirahat aja”ucap kayla dengan tersenyum pucat.
“Yaudah kalian ngobrol aja, gue keluar dulu”ucap Reynad berpamitan karena dia juga tak ingin membuat kayla dan sahabatnya itu canggung untuk bercerita.