
Untung saja Nathan sudah lebih cepat pergi karena kalau sampai ketahuan oleh Ervan akan gawat dan benar saja tak lama Ervan datang bersama dengan Reynad untuk memberikan sarapan untuk kayla.
“Gimana semalam Lisa Sadar gak?”tanya Ervan tak kala masuk ke ruangannya Lisa yang berharap adiknya sudah sadar.
“Belum kak, masih tidak ada perubahan”ucap kayla yang sedih karena lagi-lagi sahabatnya masih saja seperti itu dan sudah seminggu lamannya dan entah kapan dia akan terbangun sedangkan waktu untuk test perkuliahan sudah lewat.
“Yaudah kalau begitu kamu makan dulu Reynad udah bawain makanan”ucap Ervan yang sedih dan memilih duduk si samping tempat tidur adiknya.
“Fanie belum bangun?”tanya Reynad karena melihat stefanie yang masih tertidur.
“Belum kak, kasihan dia lelah Biarin dia istirahat lebih lama”ucap kayla saat melihat sahabatnya tertidur dengan lelap.
“Kamu makan dulu aja nih”ucap Reynad sambil memberikan makanan kepada kayla.
“Iya bentar lagi kak, nunggu Fanie bangun”ucap kayla karena dia enggan untuk makan sendirian apalagi dia yang tidak nafsu untuk makan.
“Kayla”panggil Ervan.
“Iya kak”ucap kayla sambil menghampiri kakaknya yang memanggilnya.
“Ini kok basah dan kaya ada bau parfum laki-laki deh, siapa yang duduk di sini”ucap Ervan karena dia tau bahwa disini ada wangi yang berbeda dengan seprai yang sedikit basah karena air mata.
Kayla terdiam karean bingung tidak menyangka Ervan sampai sedetail ini tau apa yang terjadi di kamarnya.
“Oh semalam kayla duduk disana kak, dan kebetulan kayla pake parfum kak Reynad kemarin jadinya wangi laki-laki”ucap kayla berbohong sambil melihat ke arahnya Reynad agar dia dapat di ajak kerjasama karena dia tak ingin sampai Ervan tau kalau Nathan semalam datang kesini.
“Tapi wanginya Reynad gak begini?”tanya Ervan karena memang berbeda dengan wangi parfumnya Reynad yang dia pake sekarang.
“Oh iya van, gue suka berubah-ubah parfum tiap hari”ucap Reynad karena tak ingin kalau sampai kayla ketahuan.
__ADS_1
“Oh begitu, ingat yah kayla jangan sampai Nathan datang kesini, kakak gak sudi dia ganggu adik kakak lagi”ucap Ervan memberi peringatan kepada kayla.
“Baik kak, gak akan kayla izinkan kak Nathan datang”ucap kayla yang sudah lega karena Ervan tidak tau bahwa Nathan datang hanya saja dia harus semakin teliti agar tidak ketahuan oleh Ervan takutnya Ervan marah.
“Ahh nyenyaknya kay sampai-sampai gue ileran”ucap stefanie sambil menguletkan badannya yang sangat nyenyak dan nyaman.
Seketika semua orang melihat ke arahnya stefanie yang baru saja terbangun dan stefanie membuka matanya betapa terkejutnya karena di sana sudah ada Ervan dan Reynad dia kira mereka hanya berdua.
“Kayla”ucap stefanie yang segera berlari karena dia yang merasa malu di hadapan Ervan dan Reynad.
“Apaan Fanie”ucap kayla yang segera berlari ke kamar mandi menyusul stefanie.
“Kay kamu kok gak bangunin aku sih, aku kan malu”ucap stefanie yang merasa malu karena wajah dia yang sangat tidak beraturan dengan rambut yang berantakan.
“Udah biasa aja, untungkan yang datangnya kak Ervan sama kak Reynad kalau kak edwar baru kamu malu”ucap kayla karena biasanya memang perempuan suka malu ketika di hadapan orang yang disukainya atau pacarnya.
“Kok gitu sih, jangan-jangan kamu masih ada hati sama kak Ervan?”tanya kayla yang penasaran dengan hatinya stefanie yang sebenarnya itu, apakah dia sudah mencintai edwar atau hanya sebagai pelampiasan saja.
Stefanie terdiam dan kayla tau bahwa stefanie masih menyukai Ervan tapi apa boleh buat memang cinta tidak dapat di bohongi seperti kayla yang masih mencintai Kevin hanya saja kayla berusaha untuk mencintai Reynad apapun yang terjadi.
“Yaudah aku keluar dulu yah, kamu bersih-bersih dulu”ucap kayla dengan wajah yang lesu dan terlihat ada pikiran yang lainnya.
“Fanie kenapa?”tanya Ervan yang heran karena stefanie yang berteriak.
”dia malu sama kak Ervan dan kak Reynad Kirain dia hanya aku dan dia berdua di sini”ucap kayla menjelaskan.
“Malu apanya, orang gue biasa lihat wajah dia acak-acakan begitu”ucap Ervan yang karena dia sudah mengenal stefanie sejak kecil.
“Yah entahlah, mungkin sekarang berbeda, kalian gak ke kampus?”tanya kayla karena Ervan dan Reynad masih ada disini.
__ADS_1
“Kakak masuk jam 10, jadi masih ada waktu buat nemenin kamu sarapan”ucap Reynad yang dia ingin selalu ada di sampingnya kayla.
“Kakak ada kelas jam setengah 10 jadi masih ada waktu buat lihat Lisa”ucap ervan yang selalu ingin di samping adiknya karena dia yang menyesal dan merasa bersalah karena terjadi sesuatu kepada adiknya.
Edwar datang yang juga membawa makanan karena dia stefanie berada di rumah sakit bersama dengan kayla.
“Ngapain lo datang pagi-pagi?”tanya Ervan melihat edwar yang sudah datang.
“Gue mau ngasih pacar gue sarapan, emangnya lo gak pernah bawain sarapan pacar lo”ucap edwar yang mengejek Ervan yang memang Ervan cukup cuek karena tidak pernah membawa sarapan untuk nasya.
“Kata siapa? Pernah kok tapi jarang haha, gue gak bucin kaya kalian”ucap Ervan yang membalas mengejek edwar yang bucin.
“Bucin tandanya cinta van. Bucin itu perlu”ucap edwar yang bangga.
“Gue heran sama stefanie mau-maunya sama orang aneh kaya lo”ucap edwar yang melihat memang edwar sedikit aneh di bandingkan yang lainnya.
“Kok jadi ribut sih, udah kak Ervan nanti Lisanya terganggu”ucap kayla karena mendengar mereka serasa memusingkan apalagi dia yang sudah banyak pikiran dan menangis karena Lisa yang tak kunjung sadar.
“Iya kalian, lagian bucin itu adalah keharusan saat pacaran van, lo tau kan hal ini terjadi kepada Lisa karena Nathan yang tidak perhatian kepada Lisa”ucap Reynad.
Tak lama stefanie yang keluar dari toilet dan sudah bersih- bersih dan terlihat cantik.
“Kak edwar ngapain disini?”tanya stefanie karena ia melihat edwar yang sudah berada di sini.
“Mau nganterin kamu sarapan lah”ucap edwar sambil memperlihatkan makanan yang ia bawa.
“Kalian kalau mau makan di luar aja sana, ruangan Lisa gak boleh banyak orang”ucap Ervan karena memang di ruangan itu cukup dua orang yang berjaga.
“Yaudah ayo sayang kita keluar”ucap Reynad yang menarik tangannya kayla untuk keluar begitupun dengan edwar menyisakan Ervan yang sendirian menjaga Lisa.
__ADS_1