
Kevin memikirkan apa ucapan nya stefanie hanya saja dia juga yang sebenarnya gak ingin jauh dari kayla hanya saja keadaan yang membuat mereka harus berjauhan.
“Tapi kan Fanie, lo gak tau gimana keadaan gue disana? Dan mengapa gue pergi”ucap kevin yang ingin menjelaskan.
“Mau bagaimanapun keadaannya gue harap lo jauhin kayla biarkan kayla bahagia dengan orang lain”ucap stefanie yang hanya bisa menasehati.
“Gue pikirin lagi, gue pamit”ucap Kevin yang berjalan meninggalkan stefanie dan menuju ke rumahnya.
Sesampainya di rumahnya Kevin melihat kedua orang tuanya berada di sana dan dia marah kepada mereka karena gara-gara mereka kayla jadi menjauh dari nya dan mempunyai kekasih lagi.
“Semua ini gara-gara mamah, andai mamah gak menyuruh Kevin buat ke Amerika semua ini gak akan terjadi”ucap Kevin yang tiba-tiba marah kepada orang tuanya.
“Kenapa Vin kamu datang-datang marah-marah”ucap pak David yang melihat anaknya dengan wajah yang sangat kesal dan marah.
“Iya Vin, bukannya kamu udah bahagia bisa pulang kesini”ucap Bu liliana yang juga heran dengan sikap anaknya tersebut.
“Semua ini gara-gara mamah dan papah, andai saja papah dan mamah tidak paksa aku buat kuliah di luar negeri pasti tidak akan terjadi seperti ini”ucap Kevin merasa prustasi dan andai saja waktu dapat terulang kembali dia akan mencoba memberi kabar kepada kayla tetapi kayla sendiri pun nomornya sudah tidak aktif lagi.
“Memangnya ada apa Vin?”tanya Bu liliana menghampiri anaknya yang tengah terduduk sambil menangis.
“Kayla udah gak bisa kembali lagi sama Kevin mah, percuma kalian udah restuin Kevin pun kalau kayla udah gak bisa balik lagi sama Kevin”ucap Kevin yang tak bisa membendung air matanya selama empat tahun dia sangat merindukan kayla dan selalu berusaha untuk mendapatkan nilai yang bagus dan yang terbaik agar dapat segera lulus dan bisa bertemu dengan kayla kembali.
“Memangnya kayla kenapa Vin?”tanya pak David yang menghampiri anaknya.
__ADS_1
“Kayla udah bersama orang lain pah, kayla udah gak mau sama Kevin lagi”ucap sambil menangis.
“Yaudah Vin mungkin kayla bukan jodoh kamu, kamu harus menerima itu semua dan kamu harus sabar”ucap Bu liliana mencoba menasehati anaknya padahal ia bahagia akhirnya doa nya dan dia yang berusaha memisahkan Kevin dan kayla akhirnya berbuah manis, dengan kayla yang lebih dahulu meninggalkan Kevin.
“Tapi mah, andai waktu itu mamah dan papah memberi kesempatan aku untuk menghubungi kayla setidaknya Kevin bisa meminta kayla untuk menunggu”ucap Kevin yang begitu prustasi.
“Sabar yah sayang. Mungkin ini yang terbaik”ucap Bu liliana dengan hatinya yang tersenyum, walaupun kayla yanh sudah di Angkat oleh keluarga pak Farhan tetapi tetap saja kayla itu adalah anak angkat dan tetap saja keturunan keluarga miskin.
“Udah Vin, kamu laki-laki harus kuat yah, kalau memang kalian berjodoh pasti kalian akan bersama”ucap pak David ia tau bagaimana sakit hati anaknya hanya saja dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang yang terbaik Kevin bersama dengan Rose mereka yang sederajat dan keluarga rose juga yang selalu membantu keluarga Kevin dalam urusan bisnis.
“Pokoknya ini salah mamah sama papah, kalau sampai Kevin gak bisa dapatin kayla kembali Kevin gak akan menikah sama siapapun”ucap Kevin yang berjalan menuju ke kamarnya dia yang sangat kesal kepada orang tuanya dan walaupun dia yang di luar negeri bersama dengan Rose hanya saja cintanya tetap buat kayla entah mengapa hatinya tidak dapat berpaling lagi sama orang lain.
“Gimana mah, kalau sampai Kevin gak mau nikah sama orang lain”ucap pak David yang sangat khawatir kepada anaknya kalau sampai Kevin enggan menikah otomatis dia tidak akan punya cucu karena Kevin hanya anak saru-satunya.
***
Keesokan harinya di rumahnya kayla seperti biasa ramai apalagi suara Arsenio yang selalu saja berbicara tidak dapat berdiam dan membuat semua orang yang berada di sana kewalahan mengurus Arsenio.
“Mamah kenapa mamah kok sedih?”tanya Arsenio melihat kayla yang murung dan terlihat habis menangis.
“Enggan kok, mamah gak sedih sayang”ucap kayla yang tak ingin orang lain tau dengan keadaannya.
“Kay lo kenapa?”tanya Nathan yang melihat adik iparnya tidak baik-baik saja dan terlihat sedih serta menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
“Enggak kok kak, kayla baik-baik aja”ucap kayla sambil berusaha ceria agar orang tidak banyak bertanya dan membahas masalahnya.
“Kay ada masalah? Atau gara-gara Kevin kemarin?”tanya Ervan yang juga penasaran, baru kali ini dia kepo urusan kayla biasanya dia tidak pernah bertanya tentang apapun kepada kayla.
“Enggak Kak, kayla baik-baik aja, cuman semakin sibuk aja”ucap kayla yang memang sibuk bimbingan skripsi serta dia juga yang harus mengajar.
“Bukannya makan malah ngobrol”ucap pak Farhan yang baru saja datang dan duduk bersama anak dan menantunya itu.
“Ini pah, kayla kaya yang lagi kecapean aja jadi kita tanya gitu”ucap Lisa mengalihkan pembicaraan.
“Udahlah kalau lo cape ngajar lo gak usah ngajar, lagian kan gue udah bisa kerja dan gak bakalan ngerepotin mamah dan papah jadi tanggungan mamah sama papah berkurang”ucap Ervan yang kasihan kepada adiknya tersebut.
“Iya sayang, papah dan mamah sudah menyuruh kamu keluar dari pekerjaan itu kalau kamu kecapean apalagi sekarang kamu yang harus sudah bisa menhandel perusahaan papah, papah semakin tua dan gak bisa kerja terlalu keras lagi”ucap pak Farhan yang tak ingin kayla kecapean.
“Enggak kok, kayla senang kok ngajar pah. Kalau masalah perusahaan mulai semester depan kayla sudah bisa bergabung di perusahaan papah”ucap kayla yang mau tidak mau dia yang sudah sanggup mengambil ini semua sehingga dia harus bisa menjaga kepercayaan kedua orang tuannya.
“Udah jangan pada bicara, cepet sarapan pah, anak-anak nanti telat”ucap Bu wulan yang datang membawa ayam goreng.
“Iya mah”ucap semuanya.
“Oma oma Arsen pengen makan sama oma”ucap arsen yang sangat manja.
“Iya sini biar oma yang suapin”ucap Bu wulan yang mengambil Arsenio dan duduk di kursi dekat Bu wulan.
__ADS_1
“Oma oma tau gak, kemarin ada teman papah ganteng lo tapi Tiba-tiba dia narik mamah dan ngajak mamah pergi sampai mamah pulang malam”ucap Arsenio bercerita dan membuat semua orang yang sedang makan berdehem karena tidak menyangka Arsenio akan menceritakan cerita itu.