
Kayla yang pagi-pagi sudah datang ke rumahnya Reynad sedangkan Bu Amelia dan pak Revan menerima kayla dengan baik karena untuk mengobati rasa kehilangan Reynad.
“Selamat pagi tante, om”ucap kayla tersenyum sambil memeluk Bu Amelia yang tengah terduduk di kursi meja makan, Bu Amelia yang baru saja sarapan.
“Eh pagi sayang. Kok pagi-pagi udah kesini”tanya Bu Amelia sambil melihat ke arahnya kayla yang datang dengan penampilan yang rapih dan cantik.
“Kayla kangen kak Rey tante, jadi kayla kesini”ucap kayla yang memang apabila ia rindu kepada Reynad ia akan datang dan seharian berada di sini.
“Tapi sayang, apa kamu gak ada kerjaan?”tanya Bu Amelia yang tau nya memamg kayla sudah mulai bekerja di perusahaan pak Farhan.
“Nanti siang kayla ke kantor tante, kayla mau ketemu kak Rey dulu”ucap kayla yang duduk di kursi kosongnya.
“Kay apa gak sebaiknya kamu lupain Reynad, Reynad udah tenang di sana dan om berharap kamu juga bahagia dan melanjutkan hidup”ucap pak Revan ia tau kalau kayla sedih hanya saja ia tidak ingin kayla berlarut-larut memikirkan Reynad yang sudah tenang di tempatnya yang baru bagaimana juga kayla harus menjalani hidup yang normal.
“Enggak om, kayla masih belum kepikiran sampai sana”ucap kayla yang merasa sangat kehilangan Reynad karena Reynad yang selalu ada saat suka dan duka.
“Om hanya berharap kamu menerima bahwa Reynad memang sudah tidak ada kayla, bukannya om gak suka kamu datang kesini hanya saja om tak ingin kalau kamu seperti ini terus”ucap pak Revan yang mencoba menasehati kayla agar kayla Sadar.
“Tapi om, izinkan kayla datang kesini, kayla janji kayla akan berusaha melupakan kak Reynad”ucap kayla dengan tatapan sedihnya.
“Jangan dengerin om Revan sayang, kamu ke kamar aja sana kalau kangen sama Reynad”ucap Bu Amelia yang tak ingin melihat kayla bersedih dan apabila kayla datang ke rumahnya kayla pasti ke kamarnya reynad untuk melihat semua kenang-kenangan Reynad yang masih tersisa di kamarnya.
__ADS_1
“Yaudah om, tante kayla kedalam yah”ucap kayla yang berjalan meninggalkan Bu Amelia dan pak Revan yang berada di meja makan.
“Papah apa-apaan sih, kenapa bicara begitu sama kayla”ucap Bu Amelia yang berbicara kepada suaminya setelah kayla masuk ke dalam kamarnya Reynad. Bu Amelia marah karena perkataan pak Revan yang takut membuat kayla bersedih.
“Mah, papah cuman gak ingin kayla terpuruk terus dan tidak bisa melupakan Reynad mah”ucap pak Revan yang mencoba menjelaskan maksud dari ucapannya.
“Tapi gak begitu pah, mamah yakin lama-kelamaan kayla akan lupa sama Reynad, Biarin aja kayla terus datang kesini”ucap bu Amelia yang marah.
“Mah, papah hanya ingin kayla melanjutkan hidup dengan baik, kalau kayla terus-terusan datang kesini bisa-bisa dia gak lupa sama Reynad dan malah terus menyiksa dirinya dengan segudang rasa bersalahnya”ucap pak Revan ia yang sudah mengikhlaskan kepergian Reynad hanya saja ia tak ingin melihat kayla menderita begini apalagi kayla yang masih muda dan perjalannya masih panjang.
“Mamah mengerti pah, tapi kita harus bicara pelan-pelan sama kayla gak bisa dong bicara secepat ini, untuk sekarang biarkan kayla mencurahkan isi hatinya dan mencurahkan rasa rindunya sama Reynad”ucap Bu Amelia yang sebenarnya ia juga sedih tapi apa boleh buat.
Di tengah perdebatan mereka tak lama ada orang yang datang dan mengetuk pintunya.
“Selamat pagi tante”ucap Kevin yah, yang datang Kevin, Kevin datang karena khawatir dengan kedaanya kayla.
“Selamat pagi juga nak Kevin, ada apa yah?”tanya Bu Amelia yang kaget karena memang tidak biasanya kevin datang ke rumahnya apalagi pagi-pagi begini.
“Kevin mau jemput kayla tante. Kaylanya ada?”tanya kevin dengan tatapan ragu karena ia yang takut kalau Bu Amelia marah Kepadanya.
“Oh kayla ada nak kevin, tapi kayla lagi di kamarnya Reynad, ayo masuk aja tunggu kayla di dalam, sekalian tante mau bicara sama kamu”ucap Bu Amelia yang ada hal penting yang ingin ia bicarakan dengan kevin.
__ADS_1
“Iya tante”ucap Kevin yang masuk ke dalam rumahnya Bu Amelia, walaupun ia dulu sering main ke rumahnya Bu Amelia tetapi setelah kesalahpahaman ia dan Reynad. Kevin tidak pernah lagi datang ke rumahnya Reynad.
“Pah ada kevin”ucap Bu Amelia memanggil suaminya karena kebetulan ada yang ingin mereka bicarakan dengan kevin.
“Oh Vin, kirain siapa yang datang. Gimana kabarnya?”ucap pak Revan yang kembali tersenyum menyembunyikan pertengkaran dengan istrinya.
“Kevin baik-baik aja om, Kevin mau jemput kayla”ucap Kevin yang ragu kalau harus berbicara dengan orang tuanya Reynad, Kevin juga masih merasa bersalah karena dia yang tidak ada di samping Reynad di saat-saat terakhir dia.
“Yaudah duduk dulu”ucap pak Revan mempersilahkan Kevin duduk, Kevin pun duduk begitupun dengan pak Revan dan Bu Amelia.
“Nak Kevin om mau bicara sama kamu masalah kayla”ucap pak Revan memulai pembicaraan.
“Memangnya kayla kenapa om?”tanya Kevin yang tidak tau dan bingung dengan apa yang terjadi terhadap kayla.
“Om hanya ingin kamu menjaga kayla dengan baik sesuai amanat dari Reynad, karena menurut Reynad hanya kamu yang pantas menjaga kayla selain Reynad, om berharap kamu berusaha mengejar kayla kembali”ucap pak Revan yang masih ingat saja dengan amanat yang anaknya sampaikan kepadanya.
“Kevin akan menjaga kayla om, Kevin juga akan berusaha mengejar kayla kembali lagi sama Kevin tapi mungkin perlu waktu yang cukup lama karena tidak semudah itu mengejar kayla”ucap Kevin ia juga ingin segera memiliki kayla tapi apa daya ia tak dapat memaksa kayla untuk segera kembali lagi kepadanya.
“Iya vin om tau, makannya om sudah membuat keputusan, om dan tante Amelia akan pindah keluar kota agar kayla tidak dapat datang lagi kesini dan ini adalah keputusan yang terbaik”ucap pak Revan yang sudah memikirkan matang-matang demi kebaikan kayla begitupun kebaikan dirinya.
“Iya vin, mungkin dengan begini kayla akan segera melupakan Reynad dan segera kembali kepada kamu”ucap Bu Amelia dengan tatapan sedihnya tapi ini adalah hal terbaik untuk semuanya.
__ADS_1
“Tapi tante, om, bagaimana dengan kayla? Kasihan kayla, bagaimana kalau kayla merindukan Reynad?”tanya Kevin yang ia tidak akan memaksa Kayla tapi ia ingin kayla yang mencintainya kembali.