
“Kalian semua bubar”ucap Kevin yang lagi-lagi dia tidak bisa menahan emosinya.
“Gue minta kalian bubar, kalau kalian gak bubar tau akibatnya”ucap Ervan dengan emosi.
Mau tidak mau seluruh siswa yang tengah berkumpul pun akhirnya mereka membubarkan diri dan karena waktu nya bel tanda masuk sekolah berbunyi.
“Yaudah bubar guys”ucap Silvi sambil meninggalkan tempat ya menuju ke arah kelasnya
“Kamu gak apa-apa kan?”tanya Kevin sambil melihat ke arah kayla.
“Kayla gak apa-apa kok kak”ucap kayla dengan nada menahan tangisnya.
“Kayla masuk dulu”ucap kayla sambil meninggalkan mereka semua menuju ke kelasnya.
“Tunggu kita kayla”ucap Lisa sambil mengikuti kayla dari belakang.
“Jangan cepet-cepet dong jalannya kay”ucap stefanie yang mengikuti kayla dan Lisa
“Gue masih penasaran siapa yang nyebarin photo itu?”tanya Nathan sambil memegang pelipisnya.
“Gue juga gak tau, dan gue juga bingung harus bagaimana”ucap Kevin sambil berjalan menuju ke arah kelasnya.
“Pokoknya gue bakalan cari siapa orangnya”ucap Ervan
Mereka pun sekarang sedang berada di dalam kelas untuk belajar, tapi kali ini berbeda tatapan kayla kosong, kayla lebih banyak melamun dan tidak fokus mendengarkan ucapan dari gurunya.
“Kayla kayla”tanya Bu Ambar melihat ke arah kayla
Sedangkan kayla senantiasa bengong tidak mendengarkan panggilan dari Bu Ambar
“Kayla di panggil”bisik stefanie
“Kayla itu Bu Ambar manggil”ucap Lisa berbisik.
“Kayla”panggil Bu Ambar lagi.
“Iya Bu”ucap kayla yang merasa kaget karena di hampiri Bu Ambar.
“Kamu dari tadi bengong terus, kenapa?”tanya Bu Ambar yang berdiri di samping kursi kayla.
__ADS_1
“Kayla kurang enak badan Bu, boleh kayla ke uks?”tanya kayla pelan takut Bu Ambar marah
“Boleh, Silahkan”ucap Bu Ambar sambil berjalan kembali ke depan
“Baik Bu terima kasih”ucap kayla sambil berdiri dari tempat duduknya.
“Mau gue Anter?”tanya Lisa menawarkan diri.
“Gak usah lis, aku sendiri aja”ucap Lisa beranjak dari kursinya berjalan meninggalkan ruangan kelas.
Kayla berjalan menelusuri koridor-koridor sekolah melihat di sekeliling tampak sepi karena para siswa tengah belajar di dalam kelas. Kayla melangkah memasuki ruangan uks dia berniat ingin istirahat menenangkan dirinya.
Lalu kayla berbaring di tempat tidur berusaha untuk memejamkan mata tapi nyatanya dia tak kunjung tertidur tapi malah air mata yang terus turun dari matanya, kayla hidup sendirian di tinggalkan kedua orang tuanya dan sekarang dia harus di bilang memanfaatkan orang lain.
“Bu kenapa Ibu ninggalin kayla, kenapa ibu Biarin kayla hidup sendirian”batin kayla sambil terus menangis.
“Kayla butuh ibu, kayla kangen ibu ada disisi kayla Bu”ucap kayla sambil terus menangis meratapi hidupnya yang selalu penuh dengan cobaan. Di usia muda harus di tinggal kedua orang tuanya, bukannya dia tidak bersyukur tinggal dengan keluarga Ervan hanya saja dia seakan jadi orang yang selalu merepotkan orang-orang di sekitarnya.
Kayla masih terus menangis tanpa mengeluarkan suara tak lama terdengar bel tanda istirahat pun berbunyi dan para siswa keluar dari dalam kelas menuju ke kantin untuk makan sedangkan sahabat kayla berjalan menuju ke arah uks untuk melihat keadaan kayla, mereka merasa khawatir takut kayla kenapa-kenapa.
“Memangnya kayla kenapa? Kok dia aneh”tanya Rizky yang memang tidak tau apa yang terjadi karena pas tadi pagi-pagi sampai sekolah Rizky langsung menuju ke toilet karena merasa sakit perut.
“Gue belum cek handphone tadi keburu bel masuk sekolah jadi belum sempet”ucap Rizky sambil membuka handphone nya penasaran apa yang terjadi akan sahabatnya.
“Gue harap kayla gak pernah dengerin apa kata orang-orang”ucap stefanie sambil terus melangkah setelah beberapa menit akhirnya mereka pun sampai ke uks untuk melihat kondisi kayla.
“Kayla gak apa-apa kan?”tanya Lisa sambil mendekati kayla dan berdiri dekat ranjang tempat kayla tertidur.
“Aku gak apa-apa kok”ucap kayla dengan mata sembab ya sebab dia selesai menangis
“Sialan mereka fitnah nya gak ngotak”ucap Rizky yang selesai mengecek handphonenya
“Perempuan yang lo suka Ky kaya gitu, lo masih suka sama perempuan kaya begitu hah”ucap stefanie yang merasa sebal sahabatnya menyukai Silvi
“Tapi kan dia cantik Fanie”ucap Rizky sambil tersenyum malu.
“Cantik tapi hatinya busuk”ucap stefanie yang tengah marah.
“Udah malahan berdebat kita disini kan mau hibur kayla tapi kalian malah berantem”ucap Lisa melerai perdebatan sahabatnya.
__ADS_1
“Lis aku bisa minta tolong gak?”tanya kayla sambil melihat ke arah Lisa.
“Minta tolong apa kayla?”tanya Lisa sambil terduduk di ranjang kayla.
“Boleh izinin aku ke guru buat pulang gak?”ucap kayla memohon
“Iya aku izinin, sekarang ayo aku Anter kamu kedepan sambil bawa tas dulu, atau mau kita Anter?”tanya Lisa menawarkan diri
“Gak usah lis, aku naik taksi aja”ucap kayla yang tidak mau merepotkan sahabatnya.
“Yaudah lebih baik lo istirahat aja”ucap Rizky yang tengah berdiri di samping kayla.
“Iya kay, istirahat aja, jangan banyak pikiran”ucap stefanie sambil memeluk kayla dan pada akhirnya mereka pun berpelukan sambil menangis.
Setelah selesai mereka berpelukan, mereka keluar dari uks berjalan menelusuri koridor-koridor berjalan menuju ke luar sekolah mengantar kayla untuk pulang.
“Gak apa-apa pulang sendirian?”tanya Lisa yang merasa cemas membiarkan kayla pulang sendirian.
“Gak apa-apa kok, kalian di sekolah aja, kalian cepet ke kantin nanti lapar dan keburu masuk”ucap kayla
“Tapi kalau butuh apa-apa hubungi gue yah”ucap stefanie sambil terus melihat ke arah sahabatnya.
“Kita bakalan ada buat lo kayla”ucap Rizky
“Yaudah gue pamit”ucap kayla berjalan meninggalkan sahabatnya memasuki taksi untuk pulang.
Setelah kepergian kayla, mereka berjalan menuju ke arah kantin untuk makan karena mereka merasa lapar dan haus. Mereka berjalan memasuki ke arah kantin dan disana sudah banyak siswa, mereka duduk di kursi dekat geng stranger.
“Kayla kemana?”tanya Kevin heran yang datang ke kantin hanya bertiga.
“Kayla pulang kak, katanya kayla gak enak badan”jawab stefanie yang segera duduk di kursinya.
“Kayla sakit apa?”tanya Ervan yang merasa khawatir
“Dia cuman butuh istirahat kok kak, santai aja”ucap Lisa berusaha menenangkan sang Kakak agar tidak khawatir.
“Dia gak bilang sama gue, gue khawatir sama dia”ucap Kevin yang mulai cemas
“Gue juga khawatir sama dia, takut dia kenapa-kenapa”ucap Nathan
__ADS_1