
Setelah selesai bekerja kayla membawa Arsen jalan-jalan karena sudah cukup lama Arsen tidak jalan-jalan bersama dengan kayla, tapi kayla tidak di temanin oleh Lisa karena Lisa yang harus menyelesaikan tugas akhir, kayla hanya berjalan-jalan dengan stefanie saja yang kebetulan dia ada waktu senggang.
Arsen sedang bermain di playgroun di sebuah mah sedangkan kayla dan juga stefanie sedang duduk sambil memantau Arsen.
“Fanie, kami kenapa lo kaya ada masalah?”tanya kayla yang melihat stefanie murung.
“Aku lagi marahan sama kak edwar kay”ucap stefanie dengan wajah lesunya dan tidak bersemangat.
“Kenapa kok bisa marahan?”tanya kayla yang memang Stefanie dan juga edwar sangat jarang marahan karena memang
“Aku cuman minta kepastian kayla tapi kak edwar masih belum siap dan entah akan di bawa kemana hubungan kita ini”ucap Stefanie yang terlihat sedih.
“Fanie, pernikahan itu gak perlu buru-buru karena yang lain udah menikah, tapi juga harus perlu persiapan yang matang, kalau memang kak edwar belum siap kamu tunggu aja dan kamu juga harus siap pernikahan itu gak gampang Fanie”ucap kayla memberikan nasihat kepada sahabatnya yang memang pernikahan itu bukan hal yang gampang.
“Iya kay aku tau tapi setidaknya dia ngasih kepastian atau kita tunangan dulu tapi dia sama sekali gak kasih itu buat aku”ucap Stefanie yang merasa sangat sedih.
“Iya aku tau Fanie, perempuan itu butuh kepastian tapi kamu juga harus bersabar karena memang tak segampang itu menuju hubungan yang serius”ucap kayla mencoba menasehati sang sahabat.
“Sayang, udah lama nunggu ? Maaf kakak telat”ucap Kevin yang tiba-tiba saja datang dan mengganggu obrolan kayla dan juga stefanie.
“Kak Kevin ngapain sih ganggu aja”ucap stefanie yang kesal karena Kevin tiba-tiba saja datang kehadapannya.”bentar-bentar kenapa kak Kevin panggil kayla sayang? Kalian balikan lagi?”tanya stefanie sambil melihat ke arah kayla dan juga Kevin.
“Iya Fanie kita balikan lagi. Kayla masih cinta mati sama gue, iya kan?”tanya Kevin sambil melihat ke arahnya kayla yang duduk di sampingnya dan hanya diam saja.
__ADS_1
“Lo beneran cinta mati sama kak Kevin kay? Bukannya waktu itu lo gak mau balikan lagi sama kak Kevin yah?”tanya stefanie sambil melihat ke arahny kayla mencoba mencari jawaban.”jangan-jangan lo di ancam yah sama kak Kevin? Di ancam apa kay lo bicara sama gue, biar gue yang urus”ucap stefanie yang tidak menyangka kalau Kevin dan kayla akan kembali bersama.
“Lo asal bicara banget Fanie, lo harusnya dukung gue sama kayla malah lo seperti ini”ucap Kevin yang kesal bukannya stefanie yang saudaramu mendukungmu ini malah berpikiran yang aneh-aneh, Kevin pun duduk di samping kayla.
“Enggak Fanie, memang mungkin yang terbaik aku kembali lagi sama kak Kevin, tenang aja aku gak terpaksa kok”ucap kayla tersenyum kepada stefanie yang terlihat sedang berpikir”udah kak jangan marah Fanie cuman khawatir aja sama aku”ucap kayla mencoba membujuk Kevin yang tengah marah.
“Bagus sih kalian balikan lagi, tapi gue cuman kasihan aja sama kayla takut tertekan sama tante liliana”ucap Stefanie ia tau bagaimana tantenya itu yang tidak merestui kayla dan juga Kevin.
“Tenang aja Fanie, masalah itu gue udah pikirin mateng-mateng gue akan berusaha semampu gue untuk bujuk mamah biar nerima kayla, sabar yah sayang, aku yakin mamah pasti terima kamu”ucap Kevin sambil memegang tangannya kayla mencoba menguatkan dan berusaha bersabar menunggu restu dari orang tuanya.
“Iya Fanie, kamu tenang aja yah, aku gak kenapa-kenapa kok, aku udah siap dengan segalan konsekuensinya”ucap kayla tersenyum ini mungkin adalah yang terbaik dan juga memang Reynad mendukung dia kembali lagi sama Kevin. Walaupun memang sangat sudah untuk melupakan Reynad tapi dia berusaha.
“Mamah, Arsen mau makan ice cream”ucap Arsen mendekat ke arahnya kayla yang Sedang duduk sambil berbincang.
“Mau ice cream rasa Vanila pah”ucap Arsen menjawab Kevin.
“Yaudah ayo papah beliin”ucap Kevin mengendong Arsen”ayo kayla”ucap Kevin mengajak kayla untuk membelikan ice cream untuk Arsen.
“Kalian kaya kekuarga aja, lupa sama gue”ucap stefanie yang bercanda mengejek kayla dan juga Kevin.
“Ih Fanie. Ayo kamu juga ikut”ucap kayla menarik tangannya stefanie yang masih saja duduk di kursinya karena ia yang tidak di ajak olehnya.
“Iya jangan ngambek kaya anak kecil aja”ucap Kevin dengan ketusnya.
__ADS_1
“Udah ayo Fenie, jangan dengerin kak Kevin yah”ucap kayla menggandeng stefanie yang tidak bersemangat, mereka berjalan di belakang mengikuti Kevin yang menggendong Arsen.
“Kak kenapa sih kak Kevin muncul segala, aku kan lagi cerita”ucap stefanie mengeluh karena ia yang masih banyak hal yang ingin ia ceritakan kepada kayla.
“Maaf yah Fanie, aku juga gak tau kalau kak Kevin mau datang kesini, aku tadi cuman bilang sama dia kalau aku lagi jaga Arsen”ucap kayla yang merasa bersalah karena Kevin datang dan membuat suasana stefanie semakin kacau.
“Iya gak apa-apa udah terlanjur”ucap stefanie yang terus berjalan bersama kayla.
**
Sedangkan di tempat lain Ervan mencoba melawan egonya ia datang ke rumahnya nasya untuk meminta maaf karena memamg ia yang banyak salah kepadanya karena tidak mendengarkan ucapannya untuk menikah, Ervan yang memang belum siap dan juga masih ingin menjaga kayla.
Ervan mencoba masuk ke rumahnya dengan di buka gerbangnya oleh pak satpam, mereka mengizinkan Ervan masuk karena memamg sudah kenal, Ervan keluar dari mobilnya walaupun yang yang masih terlihat aneh harus memohon kepada nasya tapi ini adalah hal terbaik dari pada hubungannya tak tau akan di bawa kemana.
“Maaf den, mau cari siapa?tanya pak satpam menghampiri ervan yang baru saja keluar dari mobilnya.
“Saya mau cari nasya, Nasya nya ada?”tanya Ervan dengan sopan.
“Maaf den, non nasya bersama nyonya dan Tuan tidak ada di rumah. Mereka lagi keluar negeri”ucap pak satpam menjelaskan.
“Keluar negeri? Kapan pak?”tanya Ervan yang kaget.
“Kemarin pak, tuan dan nyonya mengantar non nasya ke Prancis untuk melanjutkan studinya apa mereka tidak memberikan kabar den?”tanya pak satpam.
__ADS_1
“Enggak pak, makasih yah”ucap ervan yang bingung mengapa nasya tiba-tiba pergi meninggalkannya tanpa sepatah kata pun, ia mencoba membuka Handphonenya dan menelpon nasya, Ervan tak menyangka kalau nasya meninggalkannya tanpa berpamitan terlebih dahulu.