
Kevin dan kedua orang tuanya masih duduk di ruangan kekuarga setelah makan, Kevin melihat wajah orang tuanya yang tampak tersenyum bahagia berbeda dengannya yang bersedih tak kala memikirkan kayla.
“Mah kapan kita pulang ke Jakarta”tanya Kevin memberanikan dirinya karena ia ingin segera pulang ke Jakarta bertemu dengan kayla serta sahabatnya di mana mereka akan berkuliah bersama.
“Mungkin setelah kamu lulus”ucap Bu liliana yang akan memberi tahu bahwa Kevin kesini untuk meneruskan kuliahnya.
“Lulus maksud mamah?”tanya Kevin yang masih bingung atas ucapan orang tuanya.
“Kamu akan kuliah di sini Kevin”kini giliran pak David yang berbicara dengan Kevin.
“Tapi Kevin gak mau pah, Kevin udah mau daftar di Jakarta dan Kevin gak ingin berjauhan dengan kayla dan sahabat Kevin”ucap Kevin dengan sorot kemarahannya karena ia yang merasa di bohongi oleh kedua orang tuanya.
“Ini udah menjadi keputusan kita bersama Vin, mau tidak mau kamu harus mendengarkan ucapan kita”ucap bu liliana yang memang ini sudah menjadi keputusan dan untuk kebaikan Kevin.
“Tapi mah, pah, kalian gak bisa seperti ini sama Kevin, Kevin juga punya hak buat memilih apa yang akan Kevin lakukan”ucap Kevin yang berdiri dan marah karena lagi-lagi orang tuanya bersikap egois.
“Vin kamu itu harus mikirin masa depan kamu, kamu penerus perusahaan keluarga kita, terjun ke dunia bisnis itu memerlukan skil yang baik dan bagus makannya papah ingin kamu kuliah disini”ucap pak David karena ketika kita mempunyai skil yang bagus dalam bisnis sehingga bisnis kita akan berkembang.
“Vin mamah mohon, kamu lihat kan papah sudah tidak muda lagi siapa yang akan meneruskan bisnis papah kalau bukan kamu”ucap Bu liliana dimana ia yang hanya mempunyai anak satu-satunya.
“Tapi mah bagaimana dengan kayla? Apalagi Kevin yang tidak berpamitan dengan kayla”ucap Kevin yang menetaskan air matanya.
“Vin papah dan mamah janji selama kamu mau kuliah disini papah sama mamah akan merestuin kamu sama kayla”ucap Bu liliana agar Kevin mau kuliah disini masalah kedepannya biar dia pikirkan lagi, karena menurutnya Kevin tak akan bisa terus menerus jatuh cinta sama kayla apalagi akan ada Rose di samping dirinya.
Kevin yang prustasi dengan semua keputusan kedua orang tuanya memilih untuk kembali ke kamarnya ia yang masih bingung harus bagaimana lagi tetapi ia juga sadar ia hanya saru-satunya anak dari orang tuanya.
Kevin memandangi langit-langit kamarnya memikirkan keadaan kayla di sana, apakah kayla merasa kecewa kepadanya, apakah kayla merasa rindu akan dirinya.
__ADS_1
Di tempat lain Rose yang sedang membereskan barang-barangnya karena hari ini Rose akan menyusul Kevin untuk kuliah di sana seperti yang telah di sepakati kedua orang tuanya bahwa Rose akan kuliah bersama dengan Kevin.
Rose membuka handphone Kevin yang ia temukan di rumahnya Kevin saat ia datang kerumahnya Kevin, di dalam handphone Kevin terdapat banyak sekali poto Kevin bersama kayla yang terlihat bahagia di saat seperti itulah Rose mulai merasa kesal dan cemburu serta merasa menyesal karena meninggalkan Kevin.
“Udah siap sayang?”tanya Bu meylani menghampiri anaknya yang sedang membereskan barang-barangnya ke dalam koper.
“Sebentar lagi mah”ucap Rose tersenyum dan terus membereskan kopernya.
“Kamu yakin sayang kamu kuliah disana?”tanya Bu meylani untuk menanyakan keputusan anaknya.
“Iya mah, Rose yakin dengan tiap hari Kevin bertemu dengan Rose. Rose yakin Kevin akan kembali mencintai Rose”ucap Rose penuh harap, karena dia masih tetap berharap cinta Kevin buat dirinya masih ada.
“Yaudah mamah hanya bisa mendukung keputusan kamu”ucap Bu meylani menurutnya kebahagiaan anaknya adalah hal yang paling utama.
“Iya mah, makasih”ucap Rose sambil memeluk ibunya, intinya ia akan berusaha untuk kembali lagi bersama dengan Kevin.
“Iya mah”ucap Rose sambil tersenyum kepada ibunya dan ibunya segera keluar dari kamarnya Rose agar Rose bisa beristirahat.
**
Sedangkan kayla yang masih di perjalanan menuju ke arah jalan pulang bersama dengan Nathan setidaknya hatinya mulai terasa sedikit terobati dengan melihat pemandangan indah dari danau tersebut.
Nathan membawa motornya dengan santai agar kayla pun menikmati perjalanannya, mereka menyusuri jalanan kota yang cukup ramai dan padat sampai akhirnya kayla pun sampai kerumahnya dan Nathan segera mematikan motornya.
“Terima kasih kak udah hibur kayla”ucap kayla yang merasa bersyukur dan berterima kasih karena Nathan yang mau menghiburnya.
“Sama-sama kalau ada sesuatu dan butuh hiburan hubungi gue aja”ucap Nathan tersenyum dan merasa bahagia walaupun kayla tak menjadi pacarnya tetapi dia masih bisa menjadi sosok Kakak dan sahabat untuknya.
__ADS_1
“Gimana kak Nathan mau mampir dulu?”tanya kayla yang memang sudah menjadi kebiasaan kalau Nathan kesini pasti akan mampir dan bertemu dengan Ervan.
“Enggak usah kay, udah mau malam, gue balik dulu yah”ucap Nathan sambil kembali menghidupi motornya.
“Yaudah hati-hati kak”ucap kayla sambil melambaikan tangannya tersenyum ke arah Nathan yang sedang mengendarai motornya.
Sedangkan Lisa yang melihat dari balkon atas. Melihat interaksi kayla dan Nathan yang begitu manis apalagi kayla yang tersenyum membuat dia cemburu dan merasa harus bagaimana lagi agar Nathan senantiasa mencintainya.
Ervan yang melihat itu semua dan tau perasaan Lisa tetapi apa boleh buat cinta memang tidak bisa di paksakan, ia selalu berharap siapapun yang akan bersama Lisa dapat menjaga Lisa dengan baik.
“Lihat apa?”tanya Ervan yang mendekati adiknya dan pura-pura tidak tau apa yang ia lihat.
“Itu lihat kayla kak, udah pulang”ucap Lisa yang mencoba tersenyum agar kakaknya tidak curiga.
“Yaudah syukur deh”ucap Ervan sambil melihat wajah adiknya yang memang terlihat sangat sedih dan menahan air matanya.
“Yaudah ayo kita ke bawah”ucap Lisa yang mengajak ervan untuk turun ke bawah menemui kayla.
Lisa meninggalkan ervan sendirian di balkon itu, ervan yang melihat itu semua, ia tau perasaan Lisa bagaimana tetapi tak ada yang bisa ia lakukan, ervan mengikuti Lisa dari belakang untuk bertemu dengan kayla.
“Kay baru pulang?”tanya lisa tak kala melihat kayla yang berjalan hendak menaiki tangga.
“Iya lis”ucap kayla tersenyum.
“Mau makan dulu?”tanya lisa yang ia tau kalau kayla pasti belum makan.
“Kayla udah makan lis, Yaudah kayla ke kamar dulu yah”ucap kayla sambil berjalan meninggalkan lisa sendirian ia tak nafsu untuk makan walaupun hatinya sudah terobati tetapi tetap saja rasa sakit itu masih ada.
__ADS_1