Jakarta love Story

Jakarta love Story
Perbedaan mengungkapkan rasa cinta


__ADS_3

Rizky yang melihat sahabatnya itu dan di antar oleh gebetan dan pacarnya hanya bisa tersenyum masam dengan pandangan tidak suka.


“Kalian gak ada kerjaan apa hah? Tiap haru cuman jadi supir aja”ucap Rizky sambil mengejek edwar dah Reynad.


“Namanya juga cinta Ky, ketika lo mencintai seseorang lo bakalan mau berbuat apapun asal dia bahagia”ucap edwar yang memang menurutnya tak masalah melakukan itu semua, yang penting pasangannya bahagia.


“Makannya lo punya pacar atau gak gebetan biar tau gimana rasanya”ucap Reynad sambil melihat ke arahnya Rizky.


“Apaan sih pagi-pagi malah debat lebih baik ayo masuk”ucap Lisa yang menarik tangan stefanie dan kayla.


“Ehh tunggu”ucap edwar yang melihat pacar nya sudah di tarik oleh Lisa.


“Woy kalian tungguin gue, lupa apa sama gue”ucap Rizky yang berlari karena ia yang di tinggalkan oleh sahabatnya masuk ke dalam kelas.


“Yaudah lah balik aja, lagian udah siang juga”ucap Reynad yang berjalan untuk masuk ke dalam mobilnya karena memang sebentar lagi akan ada kelas pagi, begitupun dengan edwar yang pergi memasuki mobilnya menuju ke arah kampus.


Di kampus Ervan sudah duduk di tempat tongkrongan bersama dengan Nathan karena memang ada jadwal pagi, di saat mereka duduk datang nasya dan Nabila menghampiri.


“Kalian lagi apa?”tanya nasya padahal Nathan dan Ervan tengah membuka buku maklum mereka sang kutu buku yang akan giat belajar dalam keadaan apapun.


“Lagi baca buku”ucap Nathan menjawab dengan simpel nya.


“Oh yah, Reynad dan edwar kemana belum datang?”tanya Nabila sambil melihat ke kiri dan kelainan untuk melihat kehadiran yang lainnya.


“Bisa mereka lagi bucin dulu”ucap Ervan, sambil dia berniat untuk menyindir Nathan yang selalu saja enggan menjemput adiknya.

__ADS_1


“Bucin? Bukannya Reynad gak punya pacar yah?”tanya Nabila bingung, karena ia yang tidak tau bahwa Reynad tiap hari mengantar dan menjemput kayla.


“Reynad tiap hari antar jemput kayla, dia gak pernah lelah yah walaupun belum kayla terima dan entah kapan kayla menerima cintanya Reynad”ucap Nathan sambil melihat ke arah Nathan yang terus membaca buku.


“Gila yah, kayla beruntung banget jadi wanita selalu di ragukan oleh laki-laki yang menyukainya walaupun belum jadian, ah pokoknya gue harus tanya tipisnya kayla biar begitu harus gimana yah”ucap Nasya sambil berpikir dan melihat ke atas.


“Mana gue tau nas, kalau gue tau gue udah punya pacar, lo kan udah punya pacar cuman cowoknya aja yang gak perhatian yah, dan yang di perhatikan nya hanya buku aja”ucap Nabila yang memang dia selalu ceplos ceplos dan tidak berpikir.


“Tuh lu makannya punya pacar tuh di jemput er”ucap Nathan sambil menyikut Ervan yang asik membaca buku.


“Lo juga dong, punya pacar perhatiin bukannya di cuekin”ucap Ervan membalas ucapan dari Nathan.


edwar dan Reynad yang baru saja datang dia heran kenapa Ervan dan Nathan terlihat berdebat.


“Biasa mereka saling sindir karena gak perhatian kaya kalian yang tiap hari selalu sedia antar jemput”ucap Nabila tak kala edwar bertanya.


“Yah gak usah dipikirin, mungkin cara mengungkapkan rasa cintanya orang itu berbeda-beda ada yang terlihat perhatian ada yang cuek tapi sebenernya perhatian kok”ucap Reynad mencoba memberikan pengertian agar mereka tidak berdebat.


“Iya kalau menurut gue sih gak harus tiap hari antar jemput cewe lo juga sih, hanya gue dan Reynad mungkin berpikiran bahwa karena kita itu khawatir terjadi apa-apa saat dia bersama dengan orang lain dan kita lebih lega kalau mereka kita yang antar jemput”ucap edwar yang setelah berpacaran dia lebih terlihat bijak.


“Tapi gue juga cuman mau kasih tau sama lo Nath, tolonglah setidaknya lo seminggu sekali luangin waktu buat jemput Lisa biar dia gak ngerasa lo cuekin”ucap Reynad mencoba menasehati karena ia yang tadi melihat raut wajahnya Lisa terlihat seperti ingin ada yang jemput juga dan terlihat kecewa dah murung.


“Iya Nath, lo sekali-kali perhatian kek sama Lisa, gue gak pernah minta lo perhatian saat lo belum jadian sama Lisa tapi sekarang beda kan ? Lo yang memang minta Lisa jadi pacar lo tapi lo juga yang gak menghargai Lisa”ucap Ervan yang sudah memendam amarahnya dah kesalnya kepada Nathan.


Nathan yang berdiam, dia memang selalu merasa terganggu ketika dia harus jemput atau Anter Lisa, karena dia yang biasanya tidak perlu melakukan itu semua.

__ADS_1


“Iya deh, nanti gue jemput dia”ucap Nathan menjawab dengan singkat.


“Yaudah, jangan ngobrol terus tuh, bentar lagi telat ayo masuk”ucap Nasya yang mengajak sahabatnya untuk masuk ke dalam kampusnya.


“Iya atau kita duluan aja yuk nas, nanti telat”ajak Nabila karena ia yang tidak nyaman berada di sana karena mendengar Reynad yang selalu saja berbicara tentang kayla.


“Yaudah ayo”ucap nasya beranjak dari duduknya, setelah kuliah Ervan lebih sibuk lagi dan tidak ada waktu untuk menjemput dirinya tapi nasya tidak pernah berpikiran buruk dan dia mengerti bahwa mereka sudah berbeda dari saat SMA.


Nasya dan Nabila yang meninggalkan mereka berempat untuk berbicara antar laki-laki agar tidak canggung.


“Gue juga masuk”ucap Nathan yang enggan untuk di nasehati apalagi ada orang yang ikut campur urusannya dengan Lisa.


“Nath lo kemana?”tanya edwar tak kala melihat Nathan yang berjalan meninggalkan mereka.


“Masuk”ucap Nathan yang simpel.


“Menurut kalian Nathan beneran suka gak sih sama Lisa?”tanya Ervan kepada sahabatnya karena ia yang tak ingin adiknya disakiti oleh orang lain, dahulu dia selalu saja diam tak kala Lisa yang mengejar Nathan karena menurutnya cinta itu tak bisa di paksakan tapi untuk hari ini karena Nathan sendiri yang meminta Lisa menjadi pacarnya ia sebagai kakak harus tau apa yang terjadi.


“Menurut gue sih, Nathan itu beneran suka sama Lisa hanya saja cara dia ngungkapkan hatinya itu yah emang begitu, lo kaya yang gak tau aja kita udah temenan lama sama dia dan lo juga tau bagaimana sikap dia sama perempuan”ucap Reynad memberikan penjelasan yang positif sebelum Ervan yang berpikir aneh-aneh.


“Iya van, lo lihat aja wajah dia saat lihat Lisa terlihat penuh cinta hanya saja dia memang cuek jadi maklum aja yah”ucap edwar yang dimana dia juga tau bagaimana hati sahabatnya karena mereka yang sudah berteman lama.


“Oke gue percaya pemikiran lo”ucap Ervan yang sudah lega.


“Yaudah ayo masuk, bentar lagi masuk kelas”ucap Reynad yang beranjak dari duduknya karena akan ada perkuliahan, diikuti oleh edwar dan Ervan yang beranjak dari duduknya.

__ADS_1


__ADS_2