Jakarta love Story

Jakarta love Story
Nathan diam


__ADS_3

Sedangkan Nathan yang mulai di inteogasi oleh Ervan karena sedari tadi Nathan belum mau berbicara masalah itu dan hanya diam saja, dari tatapan Nathan juga tampak lelah apalagi dia disuguhi suasana seperti ini karena ia yang berniat pulang untuk istirahat setelah semalam dia menjaga Reynad bersama dengan orang tuanya.


“Ayo bicara Nath”bentak Ervan karena Nathan yang masih saja diam.


“Van kamu kenapa bentak-bentak Nathan begitu?”tanya pak Farhan karena penasaran dengan anak-anaknya.


“Iya kak kenapa sih kak Nathan di marahin begitu, dia kasihan baru pulang”tanya Lisa karena ia yang tidak terima sang suami yang di bentak oleh Ervan.


“Ayo cepet kak cerita”ucap kayla yang sangat penasaran dan ingin tau apa yang terjadi apakah Reynad memang sakit atau tidak.


“Kay ayo ikut gue aja ke rumah sakit”ucap Nathan mengajak kayla kerumah sakit karena dua juga yang bingung harus menceritakan dari mana dan lebih baik orang tuanya Reynad yang menceritakan semuanya.


“Yaudah ayo”ucap kayla yang beranjak dari tempat duduknya dan hendak berdiri mengikuti apa yang Nathan ucapkan.


“Memangnya ada apa?”tanya pak Farhan yang penasaran karena memang dia yang tidak tau apa-apa dan sedari tadi dia hanya duduk dan mendengarkan.


“Pah nanti Nathan ceritain, Nathan pamit yah”ucap Nathan berpamitan kepada semuanya dan kembali lagi ke rumah sakit walaupun ia yang baru saja pulang dan kayla pun ikut Nathan yang sudah berjalan di depannya karena Ervan khawatir ia pun ikut karena takutnya Nathan kurang tidur dan harus menyetir juga.

__ADS_1


“Biar gue nyetir”ucap Ervan yang masuk ke dalam kemudinya dan Nathan pun tidak bisa berkata apapun memilih mengiyakan saja apa yang di bilang Nathan demi keamanan, sedangkan kayla ia yang masih saja diam mungkin ia yang sudah mulai takut kalau memang Reynad sakit.


“Memangnya ada apa lis?”tanya pak Farhan karena dia yang tidak tau masalah awalnya dia hanya melihat anak-anaknya yang sudah berdebat.


“Entahlah pah. Papah lebih baik siap-siap aja ke kantor biar nanti kak Nathan yang jelasin”ucap Lisa juga yang masih berdiri karena dia yang juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi ia ingin bertanya kepada suaminya sampai menjawab tetapi saat raut wajahnya berbeda ia memilih untuk tidak berbicara.


“Yaudah kalau begitu papah siap-siap dulu”ucap pak Farhan yang beranjak dari tempat duduknya ia berjalan ke kamar untuk bersiap-siap padahal ia juga yang sebenarnya khawatir tetapi dia juga harus ke kantor karena beberapa pekerjaan yang menunggu.


“Bunda papah kemana? Arsen tadi lihat papah udah pulang?”tanya Arsen yang baru saja datang bersama dengan Bu wulan karena tadi saat ada keributan Bu wulan membawanya ke atas, Arsen tidak melihat ada ayahnya sehingga ia melihat ke kiri, ke kanan dan ke atas.


“Papah kembali ke rumah sakit sayang, ada urusan”ucap Lisa yang tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi karena dia juga yang masih belum tau sebenarnya ada apa.


“Lisa belum tau mah, kita tunggu kak Nathan pulang aja baru kita tanya”ucap Lisa karena memang tadi suaminya berkata seperti itu yang dia hanya bisa menunggu tidak dapat mendesak pertanyaan yang malah menambah masalah”Arsen ayo jalan-jalan sama mamah yah”ucap Lisa yang mengangeng anaknya karena dia enggan menerima pertanyaan dari ibunya sedangkan ia juga tidak tau apa-apa.”mah Lisa sama Arsen pamit yah mau jalan-jalan dulu ke depan”ucap Lisa yang berpamitan dan berjalan bersama dengan sang anak sedangkan Bu wulan juga beranjak ke kamarnya karena harus kerumah sakit juga jadwal ia praktek.


**


Sementara Kevin tampak kesal karena Rose yang menghancurkan suasana di rumah itu yang lagi damai dan sedang menikmati sarapan.

__ADS_1


“Rose lo bisa gak sih gak usah bertingkah”ucap Kevin yang masih dalam mobilnya bersama dengan Rose di sampingnya Kevin sangat marah dengan ulah Rose yang lagi-lagi tidak sesuai dengan etika.


“Gue baik hati Vin cuman mau memberitahukan keadaan Reynad sebenarnya kepada kayla”ucap Rose yang duduk di samping Kevin ia membela diri karena dia yang tidak ingin di salahkan dalam hal apapun itu, padahal ia dalam hatinya tersenyum karena dengan begitu kayla akan merasa bersalah dan tidak menggoda Kevin lagi.


“Tapi harusnya lo tau waktu Rose, mungkin Reynad menyembunyikan ini karena ada alasan dan seenaknya lo bongkar”ucap Kevin yang masih menyetir, sambil terkadang dia melihat ke arah Rose dengan tatapan jijik nya.


“Vin gue nge lakuin ini yang terbaik buat mereka, kenapa sih lo gak pernah menghargai kejujuran dan kebaikan gue. Gue cuman gak mau kalau sampai kayla menyesal kedepannya karena dia tidak bisa bersama dengan Reynad di saat-saat susah”ucap Rose yang berharap Kevin mengerti dan tidak marah lagi. Entah mengapa Kevin semenjak pulang kembali ke tanah air dia lebih sering marah-marah.


“Diam lo, keluar sekarang berisik”ucap Kevin yang berhenti agar Rose keluar dari mobilnya karena dia yang muak harus mendengar ucapan Rose terus.


“Vin lo tega turunan gue disini hah?”tanya Rose karena memang ini belum sampai ke rumahnya dan masih di pertengahan jalan yang sulit untuk mencari taxi.


“Bodo amat keluar”ucap Kevin yang marah dan segera menyuruh Rose keluar dan mau tidak mau dia juga keluar dari pada Kevin yang semakin marah kepadanya lebih baik dia mengalah.


Kevin menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia juga penasaran dengan apa yang terjadi dia juga akan menyusul kayla dan yang lainnya ke rumah sakit setelah dia menerima pesan dari ervan bahwa mereka sekarang sedang bergegas ke rumah sakit. Kevin juga tampak khawatir walau ia yang masih marah kepada Reynad tapi rasa kemanusiaannya dan mereka yang juga pernah bersahabat akhirnya ia pun memaafkan Reynad.


Sedangkan Rose tampak kesal karena dia yang di tinggalkan oleh Kevin sendirian di tengah jalan yang sulit mendapatkan Angkutan umum.

__ADS_1


“Awas Vin gue gak bakalan Biarin lo kembali lagi sama kayla”ucap Rose yang marah dan berjalan mencari taxi mudah-mudahan saja dia mendapatkan nya mana mungkin dia harus berjalan menuju ke rumahnya yang sangat jauh.


“Tau gini gue bawa mobil sendirian”ucap Rose yang sangat kesal tetapi dia baru ingat bahwa dia mempunyai supir pribadi sehingga ia menghubunginya sambil berjalan dengan lelahnya.


__ADS_2