
Lisa yang sudah berada di parkiran dan kebetulan dia yang membawa kunci mobilnya dia hendak masuk ke dalam mobil tersebut.
”lis mau kemana?”tanya Nathan yang mencekal tangannya Lisa.
Lisa hanya diam dan membuka pintu mobilnya dia lelah yah lelah sekali, dengan kehidupan cintanya yang bukannya membaik malah semakin kacau saja.
“Dengerin aku kamu mau kemana?”tanya Nathan kedua kalinya.
“Gue mau pulang ? Apa urusan sama lo”ucap Lisa sambil marah dan melihat ke arah Nathan.
“Panggil supir aja lo jangan nyetir gue khawatir lo nabrak apalagi lo lagi emosi begini”ucap Nathan sambil terus mencekal tangannya Lisa.
“Lo gak usah khawatir sama gue, gue bisa jaga diri sendiri, gue udah dewasa”ucap Lisa yang terus membentak Nathan mungkin ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Lisa marah kepada orang lain dengan begini.
“Kalau lo udah dewasa, lo gak akan berpikir ke kekanak-kanakan”ucap Nathan yang menurutnya sikap Lisa bagaikan anak kecil yang selalu ingin di perhatikan.
“Gue kekanak-Kanakan, lo gak sadar apa hah diri loe lebih buruk dari pada gue”ucap Lisa dengan marah sambil masuk ke dalam mobilnya karena tangannya sudah tidak di cekal lagi oleh Nathan.
“Lis keluar, lo jangan nyetir”ucap Nathan yang mengetuk-ngetuk pintu mobilnya, “lis lo keluar dulu kita bicara baik-baik kalau lo gak mau keluar kita putus aja”ucap Nathan dengan reflek bilang begitu agar Lisa mau keluar karena dia tau bahwa Lisa tidak akan mungkin mau putus dengannya.
Lisa membuka pintunya dan Nathan sudah senang bahwa ancamannya membuahkan hasilnya yang baik.
“Kalau lo mau putus sama gue tinggal putus aja, lagian gue juga udah muak pacaran sama lo yang selalu aja gue yang harus selalu berjuang sedangkan lo sama sekali tidak menghargai gue dan menganggap gue ada”ucap Lisa yang setelah berbicara masuk kembali ke dalam mobilnya, mungkin ini adalah kalian kasar yang Lisa lontarkan. Karena biasanya Lisa yang baik hati dan selalu ceria dan baru kali ini Lisa seterpuruk dan setidak semangat ini.
Nathan yang kaget mendengar ucapan dari Lisa dan dia tidak mampu untuk menahan Lisa agar tidak menyetir dan Lisa yang sudah melajukan mobilnya.
Nathan yang terdiam dan kembali ke kelasnya karena dia yang akan ada kelas sebentar lagi, Nathan masih saja kaget padahal harusnya dia bahagia putus dengan Lisa tetapi mengapa dia sedih, padahal dengan putusnya dia tidak akan ada yang menganggu lagi dan meminta perhatian.
Lisa yang menyetir dengan kencang, kencang karena dia yang kesal dan marah tentang semua ini, apakah dia tidak pantas untuk dicintai, mengapa orang yang sangat dia cintai tidak mencintainya dan selalu menganggapnya beban saja.
__ADS_1
Tak di sangka-sangka saat Lisa tengah melaju dari depan sana ada orang yang menyeberang dan reflek Lisa membanting setirnya agar tidak menabrak orang tersebut tetapi naas Lisa yang menabrak pohon, mobilnya penyok serta dia nya yang luka-luka dan tidak sadarkan diri.
Banyak orang yang menolong Lisa, sebagian orang menelpon Ambulan dan sebagian melihat identitas Lisa dan handphone Lisa bergetar dan yang menelpon adalah kayla yang sangat khawatir kepada Lisa.
Setelah berbicara dengan orang yang mengangkat telpon kayla langsung lemas dan syok mendengar semua itu seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi, badan kayla gemetar dan tak mampu berkata apa-apa lagi selain menangis.
“Kay kamu kenapa?”tanya Reynad yang melihat pacarnya itu terdiam setelah mendengarkan telpon tersebut.
“Kay lo kenapa? Kenapa lo nangis?”tanya Ervan heran mengapa adiknya itu menangis di kala tidak ada angin atau hujan.
“Kay lo bicara kenapa?”tanya nasya juga.
“Lisa kak Lisa”ucap kayla dengan terbata-bata.
“Iya Lisa kenapa?”tanya Ervan yang penasaran.
“Rumah sakit mana? Kay jangan nangis dulu?”tanya Ervan dengan pelan agar kayla mau bicara.
“Rumah sakit citra mandiri”ucap kayla yang tetap menangis dan Reynad memeluknya untuk Menenangkan kayla.
“Kay lo gak bercanda kan?”tanya edwar yang tidak percaya.
“Iya kak, kan barusan Lisa dari sini”ucap Nabila yang juga tidak menyangka.
“Yang aku dengar itu”ucap kayla yang terus menangis.
“Yaudah gue ke rumah sakit dulu”ucap Ervan yang khawatir dan beranjak dari kursinya.
“Aku ikut van”ucap nasya yang ingin ikut karena dia juga khawatir kepada Lisa.
__ADS_1
“Kamu masih ada kelas. Gak usah ikut nanti aja udah selesai nyusul”ucap Ervan karena tak ingin nasya bolos kuliah.
“Gue aja yang ikut van, gue yang nyetir takutnya lo panik dan malah kecelakaan lagi”ucap edwar yang memang kelas dia sudah selesai.
“Rey lo jagain kayla yah, kalau bisa lo antar kayla pulang”ucap Ervan yang tau adiknya syok dan khawatir.
“Aku mau ikut Kak”ucap kayla yang Dimana dia juga khawatir akan keadaannya Lisa apakah Lisa baik-baik saja apa tidak.
“Gak usah kay, kamu pulang kerumah tenangin diri kamu sendiri”ucap Ervan yang dia juga khawatir akan keadaan Lisa dan khawatir juga kepada kayla yang nampak syok.
“Lo pergi duluan aja van, tenang kayla sama gue”ucap Reynad sambil terus menenangkan kayla yang menangis, tak ada rasa malu kayla menangis padahal semua orang melihat mereka, Ervan dan edwar yang pergi lebih dahulu.
“Gue ikut yah”ucap nasya karena khawatir kepada adik iparnya.
“Lo belajar dulu aja yah, ntar lo beres nyusul gue gak mau Ervan marah gara-gara lo gak nurut sama dia”ucap Reynad yang dimana dia tau sifat sahabatnya itu.
“Iya nas, kita kan ada ujian lebih baik ayo kita masuk”ajak Nabila kepada nasya.
“Yaudah deh, gue duluan dan ingat jaga kayla oke”ucap nasya yang pergi lebih dahulu karena dia takut telat.
“Ayo kita susul Ervan”ucap Reynad yang menuntun kayla berjalan, ia tau bagaimana khawatirnya kayla dan sedihnya kayla juga.
Sedangkan Ervan dan edwar yang sedang berada di jalan dengan perasaan yang tak karuan.
“Ed Cepetan dong lelet amat”ucap ervan yang kesal karena edwar yang membawa mobil sangat lelet.
“Sabar dong van, kita harus hati-hati jangan sampai kita juga kecelakaan”ucap edwar yang masih dengan fokus menyetir.
Ervan terdiam dan ia juga menelpon ibunya dan ayahnya untuk memberitahu keadaan Lisa walaupun ibunya bekerja di sana takutnya ibunya tidak tau karena ibunya tidak bekerja di bagian UGD.
__ADS_1