
Ervan dan Lisa yang melihat itu semua menjadi kebingungan dan harus bagaimana bertanya kepada kayla. Bertanya kepada Kevin apa yang terjadi tetapi handphonenya tidak dapat di hubungi. Sudah beberapa kali Ervan menelpon Kevin tetapi tidak pernah di aktif dan semakin bingung apa yang terjadi.
“Sebenarnya kayla kenapa sih kak?”tanya Lisa yang bingung dengan keadaan kayla yang menjadi lebih banyak berdiam diri.
“Kakak juga gak tau lis. Biarin aja nanti juga kayla bakalan cerita sama kita gak usah di paksa kalau memang dia tidak mau berbicara”ucap Ervan yang dimana ia sangat tidak suka memaksa orang lain apalagi kayla.
“Tapi takutnya kayla belum makan”ucap Lisa yang merasa cemas akan kayla walaupun ia sedikit kesal karena kayla yang bersama dengan Nathan tapi setidaknya dia juga masih memikirkan keadaan kayla.
“Mungkin memang tadi sudah makan sama Nathan”ucap Ervan ia yakin bahwa Nathan akan memberi makan kayla.
“Yaudah deh Lisa kembali lagi ke kamar”ucap Lisa yang berjalan kembali ke kamarnya untuk belajar dan masih dengan memikirkan Nathan yang selalu saja terbayang-bayang.
Kayla yang sedang berada di kamarnya menangis memikirkan Kevin sambil melihat poto dirinya dan Kevin serta kalung pemberian Kevin yang sebagai tanda lamaran tapi apa daya bukan lamaran yang ada hanya sebatas perpisahan yang menyakitkan tanpa sepata kata langsung terucap dari Kevin hanya sebuah pesan.
Sejak menerima pesan dari Kevin kayla tidak pernah menghidupkan ponselnya karena ia takut merasa sedih dan akan melihat pesan yang Kevin kirimkan kepadanya. Kayla tetap menangis tetapi ia juga harus belajar agar nilainya tidak turun karena masalah ini, sehingga ia melanjutkan belajarnya setelah sebelumnya membersihkan diri.
**
Pagi datang menyinari dunia dan semoga orang bersiap-siap untuk beraktivitas serta menjalani hari-harinya. Begitu pun dengan kayla yang sudah siap memakai seragam sekolahnya dan berjalan menuju ke arah meja makannya dimana sudah ada Bu wulan dan pak Farhan yang sedang menunggu mereka.
“Kamu gak apa-apa kay?”tanya Bu wulan yang melihat anaknya tampak berbeda.
“Enggak mah, tadi malam kayla cuman begadang aja belajar”ucap kayla berbohong padahal semalaman ia tidak bisa tertidur karena memikirkan Kevin walaupun ia sudah berusaha untuk tidak sakit hati dan melupakan Kevin tetap saja hatinya merasakan sakit dan hancur.
__ADS_1
“Yaudah kamu jangan terlalu banyak pikiran sama kecapean kay nanti kamu sakit”ucap Bu wulan melihat anaknya dan merasa khawatir saat melihat kayla yang tampak banyak masalah.
“Iya kay, jangan terlalu membebani diri sendiri”ucap pak Farhan yang tau bahwa mungkin kayla terlalu terbebani atas tuntutan yang akan ia berikan.
“Enggak pah tenang aja”ucap kayla tersenyum mencoba bahagia dan terlihat kuat, ia yang tidak ingin menambah beban kedua orang tuan angkatnya.
Dan tak lama Ervan dan Lisa duduk di tempat duduknya. Mereka berdua memandang ke arah kayla yang terlihat habis menangis tetapi Ervan maupun Lisa juga enggan ubtuk bertanya.
“Ayo makan nanti kesiangan”ucap Bu wulan tak kala anak-anaknya sudah kumpul di meja makan.
“Iya mah”ucap Lisa dan mereka pun memulai makannya, kayla pun makan karena ia tidak ingin pak Farhan dan Bu wulan merasakan khawatir akan dirinya.
Mereka selesai makannya dan bersiap untuk sekolah.
“Maaf yah kakak hari ini gak bisa anterin kalian”ucap Ervan yang memang ia ada urusan sehingga ia tidak dapat mengantar kedua adiknya.
“Yaudah kalau begitu, cepet berangkat pah nanti telat”ucap Bu wulan karena waktu yang menunjukkan pukul setengah tujuh dan sebentar lagi mereka akan telat kalau tidak buru-buru berangkat.
“Yaudah mah papah berangkat”ucap pak Farhan. Setelah berpamitan pak Farhan dan anak-anaknya memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya oleh supir, mereka melajukan mobilnya tanpa di selingi pembicaraan, Lisa yang ingin bertanya kepada kayla pun ia urungkan karena takut orang tuanya tau apa yang terjadi dan semakin membebani mereka.
Di tempat lain Nathan masih memikirkan kata hatinya masih merasa bingung apa yang harus ia lakukan akan Lisa, ia merasa tidak mencintai Lisa terapi melihat Lisa yang bersama dengan orang lain membuatnya merasakan sakit hati dan kecewa apakah cinta Nathan untuk Lisa telah tumbuh.
“Kamu kenapa Nath pagi-pagi udah bengong?”tanya Bu andita orang tuanya Nathan.
__ADS_1
“Enggak mah Kevin lagi mikirin kuliah aja”ucap Nathan berbohong padahal ia lagi memikirkan Lisa.
“Mikirin kuliah apa mikirin kuliah”ucap Bu andita yang tak percaya akan jawaban dari anaknya tak kala melihat raut wajah anaknya.
“Terus kalau bukan mikirin kuliah mikirin apa lagi mah”ucap Nathan
“Pasti lagi mikirin perempuan, kamu udah lulus SMA masih jomblo aja”ucap Bu andita karena memang anaknya tidak pernah berpacaran dan tidak pernah membawa perempuan kerumahnya.
“Perempuan mana sih mah”ucap Nathan yang merasa bingung atas ucapan dari ibunya.
“Kalau kamu belum punya pacar, mamah setuju Nath kamu sama Lisa”ucap Bu andita yang memang sudah mengetahui tentang Lisa yang selalu saja datang dan mengganggu Nathan.
“Enggak mah, Nathan gak suka sama Lisa”ucap Nathan yang terus berbohong akan hatinya dan sekali saja mengatakan bahwa ia memang tidak menyukai Lisa.
“Apanya yang gak di suka dari Lisa, lisa itu anak yang baik ramah dan daro keluarga yang baik-baik”ucap Bu andita karena memang sudah lama mengenal keluarga lisa yang merupakan sahabatnya.
”Lisa bukan tipe Nathan mah, Udahlah jangan bahas lagi lisa”ucap Nathan yang enggan untuk membahas lisa lebih jauh lagi karena ia yang tambah teringat akan lisa.
“Terserah kamu deh, mamah tinggal dulu”ucap Bu andita yang berjalan meninggalkan Nathan yang tengah duduk sendirian di taman sambil bengong.
Bayang-bayang lisa terus terlintas di pikiran Nathan, hampir setiap hari sekarang ia wajahnya lisa selalu saja terlintas apa cinta Nathan mulai tumbuh untuk lisa tetapi karena ego nya yang tinggi sehingga ia enggan untuk mengungkapkan kata hatinya.
“Gue kenapa sih mikirin lisa terus”ucap Nathan yang kesal karena dia selalu saja terpikir lisa.
__ADS_1
“Apa gue suka sama lisa yah?”tanya Nathan pada dirinya sendiri apakah dia mencintai dan menyayangi lisa atau saja karena mereka selalu bersama sehingga sudah terbiasa dan tak bisa berjauhan.
Dari pada Nathan memikirkan Lisa terus dia segera bersiap-siap karena hari ini akan bertemu dengan edwar dan Ervan.