
Kayla yang sekarang berada di ruangannya tampak bingung karena ia yang tak tau harus bagaimana agar sang kakak mau menikah tanpa menunggu dirinya menikah.
“Bu, permisi”ucap karyawan yang mencoba mengetuk pintu mencoba memanggil kayla.
“Ia Silahkan masuk”ucap kayla yang tersadar dari lamunannya.
“Bu kayla ada orang di depan yang ribut-ribut mau bertemu Bu kayla”ucap seorang karyawan yang datang.
“Siapa ?”tanya kayla yang bingung siapa yang datang menemuinya.
“Saya kurang tau Bu, perempuan itu akan terus berada di sana dan membuat keributan kalau bu kayla gak turun”ucap karyawan tersebut.
“Baik saya turun”ucap kayla yang keluar bersama dengan karyawan tersebut, ia segera keluar karena takutnya masalah ini akan mempengaruhi perusahaan dan takutnya masalah ini terdengar ketelinga sang ayah.
Kayla berjalan mendekat ke arah orang tersebut dan siapa lagi yang datang marah-marah kalau bukan Rose, yah Rose yang Selalu mengganggu kayla dan selalu mencari keributan.
“Saya mau ketemu kayla”ucap Rose yang marah karena dia yang di usir oleh satpam.
“Jangan membuat keributan disini saya mohon mbak”ucap pak satpam yang bingung harus bagimana menangani orang ini.
“Lepaskan pak, biar saya bicara baik-baik dengan dia”ucap kayla yang mencoba melerai.
__ADS_1
“Baik bu”ucap pak satpam melepaskan karena kayla yang sudah meminta melepaskan tangannya.
“Ada perlu apa kak ?”tanya kayla dengan sopan walaupu ia sudah tau bahwa Rose datang hanya mencari gara-gara saja tetapi ia mencoba sabar dan menghadapinya dengan pikiran yang baik.
“Perlu apa? Lo jangan so polos yah kayla, gue udah berapa kali bilang sama lo jangan pernah lo deketin Kevin lagi lo gak denger hah”ucap Rose yang marah sambil menunjuk-nunjuk kayla yang berdiri tepat di hadapannya. Sedangkan karyawan yang berada disana melihat itu semua dengan tatapan yang kaget.
“Aku gak pernah deketin kak Kevin dan aku sama kak Kevin gak ada hubungan apa-apa jadi aku mohon kamu pergi dari sini”ucap kayla yang mencoba berbicara baik-baik dan menyuruh Rose pulang karena takutnya Rose akan semakin menjadi-jadi seperti yang sudah-sudah.
“Gak pernah deketin? Lo lihat ini photo lo sama Kevin? Dan lo berdua disana apa lagi kalau lo gak berusaha menggoda Kevin. Lo harus tau dan sadar bahwa Kevin itu tunangan gue dan sampai kapanpun juga dia akan jadi milik gue”ucap Rose sambil menujukan photo dimana mereka berdua saat makan siang di sebuah restoran.
“Photo itu? Kita hanya makan setelah dia jemput aku dari rumahnya kak Reynad tapi aku memang tidak ada hubungan apapun dengan Kevin dan makan siang ini juga karena kak Kevin yang memamg memaksa aku buat ikut dia”ucap kayla berusaha menjelaskan apa yang terjadi.
“Udah kak stop, jangan bahas itu lagi, aku minta kak Rose pergi”ucap kayla yang syok dan kembali trauma dengan pernyataan itu.
“Lo bilang Stop, gue gak akan pernah berhenti, lo itu perempuan pembawa sial, yang selalu mengganggu kehidupan orang lain, semua keluarga lo mati gara-gara lo. Pacar lo juga mati gara-gara lo dan gue harap lo jangan pernah deket-deket tunangan gue lagi takutnya nanti dia juga ikutan mati”ucap Rose dengan suara lantangnya dan terdengar oleh semua orang yang ada disana.
Kayla yang diam seribu bahasa dan ia yang gemetar karena lagi dan lagi ia teringat orang terdekatnya yang pergi meninggalkannya tak lama di tengah pertengkaran itu datang Kevin, edwar dan juga stefanie.
“Udah lo ngapain sih datang kesini”ucap Kevin yang datang tiba-tiba ke hadapan mereka,”kay lo gak apa-apa kan?”tanya Kevin yang mencoba mengecek keadaanya kayla yang terlihat tidak baik-baik saja.
“Ko itu tunangan gue dan seharusnya yang lo tanyain itu keadaan gue bukan perempuan sialan itu”ucap Rose sambil menunjuk ke arahnya kayla yang hanya diam saja.
__ADS_1
“Udah lo diam Rose, gue gak pernah tunangan sama lo dan sampai kapanpun juga gue gak akan mau dan sudi tunangan sama lo”ucap Kevin sambil menunjuk ke arah Rose.
“Lo berubah begini gara-gara kayla? Kita udah bertunangan dan orang tua kita juga udah merestui kita, teganya lo campakkan gue cuman untuk perempuan seperti kayla yang selalu saja membawa kesialan”ucap Rose dengan menangis dan seakan ia korban dari kayla.
“Udah lo diam Rose, kayla bukan perempuan sialan, kayla perempuan baik-baik dan sangat gue cintai sampai kapanpun gue berharap lo jangan pernah menemui kayla lagi dan kalau lo sakiti kayla gue gak akan segan-segan untuk membuat perhitungan sama lo”ucap Kevin yang menunjuk-nunjuk Rose dengan tanpa ampun dan mereka ribut dan masih dilihat oleh semua orang yang ada disana.”ed gue mohon bawa Rose pergi”ucap Kevin saat melihat kayla hanya diam saja, ia tau bahwa kayla mungkin ketakutan dan trauma atas semua yang terjadi.
“Siap Vin”ucap edwar yang segera membawa Rose, ia yang sekarang sudah menjadi anak buahnya Kevin karena edwar memilih kerja bersama Kevin dari pada kerja di perusahaan ayahnya.
“Lepasin ed, lo gak ada urusan sama gue”ucap Rose yang berteriak karena edwar yang menariknya dan membawa keluar dari kantornya kayla dan semakin menjerit saja, untung saja dengan kekuatan tangannya edwar, edwar bisa membawa Rose walaupun tadi ia yang masih sedikit berontak karena tak ingin ikut dengan edwar.
“Kay lo gak apa-apa kan?”tanya Stefanie yang sedari tadi memegang pundaknya kayla yang dimana kayla sudah gemetar dan ketakutan.
“Aku baik-baik aja kok”ucap kayla mencoba menangkan dirinya agar ia kembali lagi fokus karena memamg ia yang masih ada pekerjaan dan tujuan Kevin datang juga memamg untuk membahas pekerjaan saja.
“Kay kamu gak apa-apa?”tanya Kevin yang mengecek keadaanya kayla.
“Aku baik-baik aja”ucap kayla tapi ia yang malah terduduk lesu mungkin karena rasa traumanya yang tak bisa ia tahan dan ia yang mulai jatuh tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya.
“Kayla lo baik-baik aja kan? Perlu gue bawa ke dokter?”tanya stefanie yang khawatir kepada kayla yang tiba-tiba duduk terjatuh.
“Aku baik-baik aja kok, cuma lemas aja”ucap kayla yang berusaha bangkit tapi tidak bisa karena ia yang sangat lemas.
__ADS_1