
Sontak para siswa melihat kedatangan pak Ridwan yang mulai masuk ke dalam kelas dan seketika mereka pun terdiam.
“Pah ini Lisa menjambak rambut aku”ucap Silvi dengan menangis agar sang ayah membela dirinya.
“Apa itu benar?”tanya pak Ridwan tak kala melihat Lisa.
“Saya gak bakalan memulai sesuatu kalau memang tidak orang lain memulai duluan”ucap Lisa dengan muka santai nya dan tanpa ada rasa takut.
“Lalu sebenarnya ada masalah apa? Kamu nyakitin anak saya?”tanya pak Ridwan
“Lebih baik anak-anak di bawa keruang BK saja pak disini tak enak”bisik Bu Ambar.
“Yaudah Lisa, Silvi ikut saya dan yang lainnya lanjutkan belajarnya”ucap pak Ridwan tak kala keluar dari dalam kelasnya.
“Lis aku ikut yah”ucap kayla yang merasa bersalah hal ini terjadi akibat dirinya.
“Gak usah lo tenang aja gue gak bakalan kenapa-kenapa kok”ucap Lisa menenangkan kayla.
“Lo yakin gak kenapa-kenapa?”tanya Ervan menghampiri sang adik.
“Enggak kak, kakak jangan khawatir jaga kayla aja Lisa mau keruang BK dulu”ucap Lisa tak kala keluar dari kelas XII.
“Gimana kalau lo di hukum?”tanya Sarah berbisik kepada Silvi.
“Santai aja ayah gue gak bakalan Biarin gue di hukum”ucap Silvi tak kala keluar.
“Kamu gak kenapa-kenapa kan?”tanya Ervan tak kala mendekat ke arahnya kayla.
“Enggak kak, kayla baik-baik aja”ucap kayla yang tidak ingin membuat Ervan khawatir.
“Yaudah kalian kembali ke kelas, Rizky stefanie bawa kayla ke kelas kalian”ucap Ervan
Dan seketika Rizky dan stefanie pun mengajak kayla untuk kekelasnya karena kemungkinan di kelas sudah ada guru dan mungkin mereka akan dihukum karena telat untuk masuk ke dalam kelasnya.
“Adik lo bar-bar juga”ucap edwar tak kala mereka duduk di kursinya.
__ADS_1
“Segitu baru sebagian lo lebih tau bar-barnya dia, dia berantem sama cowok aja gak ada takutnya apalagi cuman sama cewek”ucap Ervan.
“Hati-hati lo Nath kalau lo tolak dia terus bisa-bisa lo di bejek-bejek kaya perkedel”ucap Edwar sambil merinding.
“Udah lo ngomong terus, isi tugasnya dari pada nanti lo gak lulus”ucap Nathan yang enggan mendengar ucapan edwar dan ia kembali membuka bukunya.
Sedangkan Kevin yang mendekati ke arah Rose karena ia merasa marah akan kelakuan Rose terhadap kayla yang berani-beraninya dia menyakiti kayla.
“Lo ikut gue”ucap Kevin sambil menarik paksa Rose. Sedangkan Nasya yang melihat itu semua merasa bingung dan akhirnya dia mencoba untuk mendekat ke arah Kevin dan Rose.
“Vin lo sabar jangan emosi”ucap nasya yang sudah mendekat ke arah mereka.
“Santai aja nas gue cuman mau bicara”ucap Kevin tak kala menarik tangan Rose keluar dari kelasnya.
“Aww sakit Vin pelan-pelan”ucap Rose yang meringis kesakitan. Sedangkan Kevin tidak mendengarkan apa yang di ucapkan Rose dia yabg sudah terbakar emosi pun tetap menarik paksa Rose sampai ke taman belakang lalu melepaskan tangannya Rose.
“Apaan sih Vin”tanya Rose sambil mengusap tangannya.
“Gue cuman mau bilang sama lo jangan coba untuk sakiti kayla atau lo bakal gue buat lebih menderita”ucap Kevin sambil pergi meninggalkan Rose sendirian.
Sedangkan di tempat lain di ruang bk Lisa yang sedang bersebelahan dengan Silvi dan di depannya ada pak Ridwan.
“Ada masalah apa kalian berantem?”tanya pak Ridwan sambil melihat ke arah Silvi dan Lisa.
“Itu pah Lisa duluan yang datang-datang marah-marah dan menjambak rambut aku”ucap Silvi dengan tangisan agar tidak di hukum oleh sang ayah.
“Enggak pak kak Silvi duluan, dia nyiram kayla pake telur dan tepung, saya gak bakalan memulai kalau memang tidak di mulai duluan”ucap Lisa dengan tegasnya.
“Apa itu benar Silvi?”tanya pak Ridwan sambil melihat ke arah sang anak yang sedang menangis buaya.
“Enggak pah bohong dia”ucap Silvi yang tetap tidak mau mengaku.
“Yaudah pak kalau begitu saya bawa saksi biar bapak percaya sama saya sekalian buktinya”ucap Lisa yang untung saja dia tadi memotret kayla saat sedang penuh dengan tepung dan telur karena memang berniat ingin bilang kepada orang tuanya tentang apa yang terjadi.
“Pah jangan dengerin kata Lisa itu bohong pah, lagian Silvi juga gak sengaja”ucap Silvi memohon.
__ADS_1
“Pokoknya apapun yang terjadi dan siapa penyebabnya kalian saya hukum beres-beres lapangan sampai bersih”ucap pak Ridwan sebenarnya dia enggan untuk menghukum anaknya hanya saja lawannya adalah anak pemilik sekolah jadi mau tidak mau ia harus bersikap adil.
“Tapi pah?”ucap Silvi sambil mengeluarkan air matanya.
“Gak ada yang bisa bantah pokoknya kalian bersihkan sekarang sampai bersih dan ingat jangan sampai terulang lagi kalau tidak saya akan panggil orang tua kalian”ucap pak Ridwan
“Baik pak”ucap Lisa yang siap menerima konsekuensinya atas apa yang ia perbuat.
Dan pak Ridwan pun keluar dari ruangan BK tanpa memperdulikan sang anak.
“Siapa yang salah jadi gue yang disalahin padahal kan bukan cuman gue aja yang salah”batin Silvi
“Berani Lo sama gue, gue bakalan buat lo menderita”ucap Lisa tak kala keluar dari ruangan BK.
Mereka pun yang mau tidak mau akhirnya menerima hukuman tersebut dan berjalan menuju lapangan.
“Gimana gue beresin ini lapangan”ucap Lisa tak kala melihat lapangan yang sangat luas dengan terik matahari yang panas.
“Sial perawatan gue rusak, awas aja kalian gue gak bakalan lupain, gue bakal balas”gumam Silvi sambil melihat ke arah Lisa.
Mereka pun akhirnya mulai membersihkan lapangan dengan di berbeda sisi di terik matahari yang panas dengan terasa hausnya.
“Haus lupa lagi tadi gue gak beli minum”ucap Lisa saat menyeka keringatnya tapi tanpa sadar orang yang memberikan air putih sama sapu tangan.
“Kak Nathan”ucap Lisa sambil melihat siapa yang memberikan minum kepadanya ternyata sang pujaan hatinya.
“Minum dulu jangan malah lihat gue”ucap Nathan dengan juteknya.
“Gak perlu minum sudah lihat kak Nathan aja udah adem dan sejuk”ucap Lisa sambil terus melihat ke arah Nathan.
“Yaudah kalau gak mau minum gue bawa lagi”ucap Nathan tak kala melangkah berpura-pura meninggalkan Lisa dengan membawa minumnya kembali.
“Jangan dong kak haus tau panas”ucap Lisa sambil mengambil air minum dan segera meminumnya.
“Makannya jangan so soan bar-bar jadi cewek main labrak segala”ucap Nathan
__ADS_1
“Kalau di perhatiin kak Nathan kayanya aku bakalan tiap hari deh ngelabrak orang biar dihukum dan kak Nathan memberi aku minum”ucap Lisa sambil tersenyum.