Jakarta love Story

Jakarta love Story
Ervan belum memaafkan Nathan


__ADS_3

Bu wulan dan pak Farhan berpikir bagaimana baiknya apakah mereka harus mengizinkan kayla menjaga Lisa tetapi mereka juga khawatir dengan keadaan kayla yang tidak stabil tetapi kalau mereka tidak mengizinkan kayla akan tambah merasa bersalah.


“Yaudah sayang, kita gantian aja jaga Lisa nya”ucap pak Farhan dengan lembut agar kayla juga tidak merasa terbebani.


“Iya makasih pah”ucap kayla tersenyum sambil memeluk ayahnya tersebut, pak Farhan pun mengusap kepalanya kayla dan dia berpikir bagaimana jadinya kalau Lisa sampai tidak selamat apakah dunianya akan baik-baik saja atau tidak.


“Yaudah kamu mandi sama ganti baju dulu sayang, biar jaga Lisanya juga seger”ucap Bu wulan karena kayla yang masih memakai pakaian rumah sakit.


“Iya mah, kayla kembali lagi ke kamar buat mandi”ucap kayla karena dia juga yang merasa sangat gerah dan ingin segera mandi.


“Kamu pulang aja sayang, mandi di rumah biar enak”ucap Bu wulan.


“Mah, kayla mandi disini aja lagian kalau pulang pergi ke rumah cape juga mah”ucap kayla yang enggan untuk pulang, karena dia tak ingin jauh dari Lisa.


Tak lama saat mereka sedang berbicara datang Nathan dengan wajah yang penuh dengan bekas luka menghampiri mereka dengan rasa yang khawatir.


“Om gimana Lisa?”tanya Nathan yang datang-datang tanpa basa basi menanyakan kabarnya Lisa tanpa menyapa siapapun yang ada.


“Lisa koma Nath”ucap Bu wulan yang menangis karena anak kesayangannya yang dalam keadaan seperti itu.


“Boleh Nathan lihat Lisa tante”ucap Nathan yang memohon, dia ingin melihat Lisa dan dia juga yang merasa sangat bersalah dalam banyak hal.


“Ngapain lagi lo kesini?”tanya Ervan yang baru saja datang membawa makanan untuk kedua orang tuanya dan dia melihat Nathan dan seketika dia marah kembali.

__ADS_1


“Gue mau lihat Lisa van, izinkan dia gue lihat Lisa nath”ucap Nathan memohon dengan wajah yang sangat memelas.


“Sampai kapanpun gue gak bakalan kasih izin buat lo lihat Lisa”ucap Ervan dengan nada marah, tidak seperti biasanya Ervan sepeti itu dan membuat Bu wulan dan pak Farhan bingung.


“Van kenapa begitu? Biarin lah Nathan melihat Lisa pasti Lisa senang melihat Nathan datang”ucap Bu wulan karena dia tau bahwa Lisa sangat mencintai Nathan.


“Senang? Yang ada Lisa menderita mah melihat orang yang sudah membuatnya seperti ini, laki-laki yang tidak bertanggung jawab dan selalu membuatnya menderita”ucap Ervan yang masih tak akan pernah mengizinkan nathan untuk masuk ke dalam ruangan adiknya tersebut.


“Tapi van gue mohon, gue janji gue bakalan rubah sikap gue, gue janji gue akan selalu ada buat Lisa”ucap nathan memohon.


“Gue gak percaya, pergi lo dari sini”ucap Ervan yang mendorong nathan untuk pergi, Ervan begitu marah kepada nathan dan sampai kapanpun dia gak akan pernah bisa memaafkan nathan apalagi kalau adiknya tidak sadarkan diri.


“Van jangan begitu, ini pasti kesalahpahaman, izinkanlah nathan buat lihat lisa, papah yakin kok nathan akan berubah”ucap pak Farhan yang dimana dia selalu memberikan kesempatan kedua.


“Kak bawa kak Nathan pergi dari sini dulu”ucap kayla menyuruh Reynad untuk membawa Nathan karena takutnya Ervan akan semakin marah dan memukul lagi Nathan.


“Oke, ayo Nath kita pergi dulu”ucap Reynad yang berusaha membawa Nathan walaupun Nathan enggan tetapi kalau dia berada di sana suasana akan semakin kacau.


Yang mau tidak mau Nathan pergi, dia akan memikirkan cara bagaimana agar Ervan mengizinkannya untuk bertemu dengan Lisa.


“Van kenapa kamu marah sama Nathan?”tanya Bu wulan karena mereka memang tidak tau permasalahan yang terjadi di antara anaknya sebelum Lisa kecelakaan, Bu wulan yang panik sehingga tidak sempat bertanya apapun.


“Gara-gara Nathan Lisa kecelakaan mah, sebelum Lisa kecelakaan mereka ribut dulu”ucap Ervan menjelaskan karena memang dia yang tidak mau menyembunyikan apapun kepada orang tuanya.

__ADS_1


“Tapi itu bukan kesalahan Nathan van, mungkin udah takdirnya Lisa harus seperti ini”ucap pak Farhan yang tidak ingin menyalahkan siapapun atas musibah yang mereka terima.


“Tapi kan mah, pah, andai hari itu mereka tidak bertengkar pasti Lisa gak akan kecelakaan”ucap Ervan yang terus menyalahkan nathan”dan bukan itu juga mah, selama ini nathan selalu menyia-nyiakan Lisa dan buat apa juga hubungan mereka di lanjutin kalau harus Lisa yang berjuang sendirian”ucap Ervan yang tak ingin adiknya terus sakit hati terus, berjuang sendirian itu lelah, ketika mempunyai hubungan itu harus dua orang yang berjuang tidak sendirian.


“Iya kak, kayla ngerti tapi untuk saat ini biarkan kak Nathan bertemu lisa dan semoga aja setelah ini kak Nathan berubah menjadi lebih baik lagi dan menghargai cintanya lisa”ucap kayla yang mencoba berbicara dengan Ervan agar Ervan terbuka hatinya.


“Iya kay, hanya saja kakak tetap gak terima, kakak yang sudah mencoba sabar tapi tetap saja kakak gak mampu buat menghadapi Nathan yang selalu menyia-nyiakan Lisa”ucap Ervan yang ia sudah sabar selama ini hanya saja untuk kali ini dia sudah tidak tahan lagi.


“Yaudah, untuk sekarang kakak tenangkan diri kakak sendiri, bukannya kakak ada ujian lebih baik Kakak ke kampus aja biar mamah dan Lisa kayla jagain”ucap kayla yang dimana dia tau bahwa hari ini ada jadwal Ervan untuk kuliah, Ervan memilih tidak berkuliah dalam keadaan ini.


“Tapi kan kamu juga belum sembuh? Gimana kamu udah sehat?”tanya Ervan yang baru Sadar bahwa sedari tadi kayla sudah berada disini.


“Kayla baik-baik aja kok kak, kakak fokus aja kuliah yah, biar kayla yang jaga”ucap kayla karena tak ingin Ervan kuliahnya terganggu.


“Tapi bukannya kamu ada test hari Senin kan perlu belajar”ucap Ervan yang mendengar dari orang lain bahwa ada test.


“Kakak tenang aja kak, kayla udah dapat jalur undangan”ucap kayla tersenyum.


“Oh hebat kay, Yaudah kalau begitu kakak ke kampus dulu yah jaga mamah dan papah, pah mah Ervan pamit yah”ucap Ervan yang dimana dia enggan untuk ke kampus hanya saja ada jadwal ujian yang perlu dia harus hadir agar mendapatkan nilai yang baik.


“Yaudah hati-hati van”ucap pak Farhan saat melihat anaknya yang pergi menuju kampus.


“Papah dan mamah istirahat dulu biar kayla jaga Lisa, kayla yakin papah lelah perjalanan tadi”ucap kayla yang pak Farhan baru saja pulang dari luar kota dan ia tau bahwa mereka sangat lelah.

__ADS_1


__ADS_2