
Stefanie yang tetap diam karena ia pun malu kalau harus mengakui bahwa ia yang cemburu melihat edwar, walaupun bukan cemburu lebih tepatnya ia hanya tidak suka aja, entah rasa cintanya yang belum terasa.
“Kamu cemburu sama aku”ucap edwar yang tersenyum mengenal stefanie.
“Apaan sih kak, lebih baik jalan, aku udah laper”ucap stefanie ia yang dari sekolah meminta supirnya untuk mengantarnya ke kampus tempat edwar kuliah karena ia yang di rumah merasa kesepian.
“Kamu belum makan?”tanya edwar melihat ke arahnya stefanie yang tengah cemberut.
“Belum, tadi istirahat mau makan, cuman jadi gak selera karena lihat kayla yang sedih”ucap stefanie menarik nafasnya ia yang juga tau bagaimana hatinya kayla tapi ia juga tak bisa menghibur kayla hanya bisa selalu berada di sampingnya saja.
“Kayla sedih kenapa lagi?”tanya edwar penasaran dengan apa yang terjadi di sekolah.
“Kayanya kayla sedih gara-gara mikirin kak Kevin deh”ucap stefanie dengan lesunya.
“Ia Kevin benar-bener brengsek, tega dia lakuin itu semua sama orang yang sebaik kayla”ucap edwar yang malah ia marah letika mengingat bagaimana Kevin meninggalkan kayla tanpa sepatah kata pun.
“Kok jadi Kakak yah marah sih, lebih baik jalan aja kak dari pada bahas kayla nanti kakak tambah emosi”ucap stefanie tak kala melihat edwar yang sudah emosi ia yang merasa bersalah karena ia yang mengungkit kayla.
“Tapi aku masih gak terima gitu. Orang sebaik kayla sayang, kalau orang yang gak sebaik kayla mungkin aku bisa memaklumi tapi ini, aku gak bisa berkata-kata”ucap edwar tak bisa mengeluarkan perkataan apapun ia yang kesal dengan Kevin.
“Yaudah kak jangan emosi lebih baik kita jalan aku udah laper”ucap stefanie berusaha meredakan emosinya edwar yang tengah marah.
Setelah emosinya edwar yang sudah turun akhirnya ia melajukan mobilnya menuju ke rumah makan.
**
Reynad yang menjalankan motornya dengan kecepatan sedang, ia yang akan menjemput kayla ketempat dimana ia tengah wawancara untuk bekerja.
__ADS_1
Reynad sampai ketempat itu tetapi belum melihat kayla, nyatanya kayla mungkin belum beres wawancara akhirnya ia berdiri dan menunggu kayla keluar, ia memainkan handphone nya sambil sesekali ada orang yang melihat ke arahnya, yah siapa sangka Reynad memang sangat tampan tak jauh dari Kevin, apalagi Reynad yang memakai jaket hitam dan semakin saja terlihat kegantengan nya.
“Eumm kak boleh minta nomor telpon”ucap salah seorang siswa SMA menghampiri Reynad.
Sebelum Reynad membalas ucapannya siswa tersebut kayla sudah tampak keluar dari tempat bimbel tersebut, Reynad segera berjalan menghampiri kayla dan meninggalkan anak SMA yang genit tersebut.
“Hah ternyata udah punya pacar”ucap siswa tersebut dan ia berjalan.
“Ciee di yang dapat gebetan”ejek kayla tak kala Reynad yang menghampiri dirinya yang sedang berjalan.
“Enggak lah, cuman anak kecil yang iseng”ucap Reynad karena tak ingin kayla salah paham atas apa yang dilihatnya.
“Mentang-mentang udah kuliah jadi beranggapan anak SMA masih kecil”ucap kayla yang tersenyum ke arahnya Reynad padahal ia berusaha untuk menghibur dirinya agar ia yang tidak bersedih.
“Maksudnya bukan kamu, tapi mereka”ucap Reynad yang gelagapan dan bingung harus bereaksi bagaimana.
“Iya iya kak, kayla ngerti kok”ucap kayla yang tersenyum ke arahnya Reynad yang tengah panik karena bingung menjawab pertanyaan dari kayla.
“Kenapa kakak panik santai aja kak, kayla tau kok kakak gak bakalan ngasihin nomor kakak untuk orang lain”ucap kayla percaya kepada Reynad, ia pun yang berusaha berbicara santai agar Reynad yang tidak panik.
“Iya makasih yah kay, Giamna udah beres?”tanya Reynad.
“Udah kak, Alhamdulilah kayla di terima”ucap kayla tersenyum bahagia karena akhirnya ia bisa menghasilkan uang kembali dengan jeri payahnya tanpa merepotkan orang lain apalagi keluarganya Lisa.
“Apa kamu sanggup kay? Apa kamu gak merasa kecapean?”tanya Reynad yang khawatir atas itu semua, ia takut kalau kayla bekerja akan menghambat sekolahnya kayla.
“Kakak tenang aja kayla itu kuat kak, ini Enggak seberapa, dulu kayla kerja lebih cape lagi dari ini”ucap kayla tersenyum berusaha menyakinkan Reynad.
__ADS_1
“Yaudah deh Kakak hanya bisa dukung kamu, asal yang terbaik aja buat kamu”ucap Reynad tersenyum ia yang tidak bisa mencegah kayla apalagi dia yang bukan siapa-siapa kayla hanya sebatas teman saja belum ke tahap pacaran.
“Makasih Kaka”ucap kayla.
“Yaudah ayo pulang, keburu sore nanti yang di rumah nyariin”ucap Reynad menarik tangannya kayla dan berjalan menuju ke motornya, kayla sudah memakai jaket dan helm lalu menaiki motornya Reynad.
Motornya Reynad melaju dengan kecepatan standar ia yang biasa dengan kecepatan tinggi pun memilih tidak ngebut karena ia yang khawatir kayla akan kaget dan takut terjadi apa-apa.
Kayla yang merasa lelah dan ngantuk akhirnya ia berpegangan dan dagunya menyentuh pundaknya Reynad, ia hari ini merasa sangat lelah mungkin karena sedari tadi jam istirahat ia menangis, sedangkan Reynad hanya tersenyum bahagia tak kala kayla seperti itu, ia bahagia kayla yang tak pernah mau berpegangan akhirnya berpegangan apakah akhirnya kayla dapat membalas cintanya atau tidak dan semoga saja perjuangannya membuahkan hasil yang baik.
Perjalanan cukup lama karena jalanan yang cukup padat, banyak orang yang pulang dari bekerja atau sekolah, dan akhirnya sampai di rumahnya kayla.
“Makasih kak”ucap kayla tak kala ia turun dari motornya Reynad dengan memberikan helm dan jaketnya Reynad.
“Sama-sama kakak pamit dulu yah”ucap Reynad ia yang akan pamit karena ia merasa tidak enak kalau harus mampir apalagi kayla yang tidak meminta ia untuk mampir.
“Eh sayang udah pulang”ucap Bu liliana tak kala kayla yang baru saja sampai.
“Iya mah, kayla udah pulang”ucap kayla tersenyum sambil bersalaman kepada orang tuanya.
“Rey pamit dulu yah tante”ucap Reynad berpamitan dengan tersenyum ramahnya.
“Kok pamit sih, ayo mampir dulu rey, kebetulan tante bikin kue ayo cobain”ucap Bu wulan dengan ramah, karena pada dasarnya Bu wulan sangat baik kepada siapapun.
“Gak usah tante terima kasih”ucap Reynad yang menolak karena ia yang merasa tidak enak.
“Jangan begitu, ayo kay ajak Reynad, kalau gak mampir jangan jemput kayla lagi”ucap Bu wulan dengan candaannya agar Reynad mau mampir.
__ADS_1
“Iya kak, ayo mampir dulu”ucap kayla pun.
“Yaudah, Reynad mampir tante”ucap Reynad turun dari motornya dan berjalan mengikuti Bu wulan dan kayla.