
Ervan yang keluar dari ruangannya Lisa dan membiarkan sang ibu yang berada di sana, karena Ervan yang gak tahan melihat ibunya menangis, Serta dia juga yang merasa bersalah karena membiarkan adiknya pulang sendirian karena dia percaya kepada Nathan bahwa Nathan dapat membujuk lisa.
“Van gimana Lisa”tanya Nathan tak kala melihat Ervan yang keluar dari ruangannya Lisa dengan wajah yang cukup kacau.
“Ngapain lo kesini?”ucap ervan tak kala melihat adanya Nathan disini.
“Gue mau jenguk Lisa lah”ucap Nathan dengan wajah yang sudah mulai merasa bersalah.
“Jenguk Lisa, lo masih perduli sama adik gue, Adik gue gak butuh lo, laki-laki brengsek yang gak bisa menghargai cintai adik gue, lebih baik lo pergi”ucap Ervan yang marah kepada Nathan sambil memukul wajahnya Nathan karena selama ini Ervan sudah cukup sabar tetapi untuk kali ini Ervan sudah tidak bisa memaafkan Nathan.
“Gue minta maaf van, gue salah”ucap Nathan yang merasa sambil memegang wajahnya yang di pukul oleh Ervan.
“Gue gak akan pernah Maafin lo, pergi lo brengsek jangan pernah muncul di hadapan gue lagi”ucap Ervan yang kembali memukul Nathan dengan sangat keras sampai Nathan terjatuh dan Ervan masih tetap ingin memukulnya.
“Van udah van ini rumah sakit”ucap edwar yang melihat sahabatnya itu malah bertengkar.
“Van udah van sabar”ucap nasya yang mencoba melerai Ervan yang terus memukul Nathan.
“Dasar brengsek sialan lo, andai aja adik gue gak pacaran sama lo pasti dia gak akan menderita, andai aja lo perlakuan adik gue dengan baik dia gak bakalan seperti ini”ucap Nathan yang terus marah dan seakan mengeluarkan unek-uneknya yang selama ini dia pendam.
“Udah van ini rumah sakit”ucap Nabila karena Ervan yang semakin marah.
Reynad yang keluar dari ruangannya kayla karena mendengar keributan yang ada di luar, Reynad yang melihat Ervan memukul Nathan.
“Van lo sabar, jangan buat suasana semakin kacau, lo harusnya berdoa untuk kesembuhan lisa”ucap Reynad mencoba menenangkan Ervan.
“Lo pergi dari sini sialan, jangan muncul di hadapan gue atau adik gue”ucap Ervan dengan mendorong Nathan yang sudah babak belur.
__ADS_1
“Ayo Nath kita pergi dulu, tunggu Ervan tenang dulu”ucap edwar yang berusaha membawa Nathan jauh dari Ervan karena takutnya Ervan akan semakin marah dan tidak berpikiran yang positif.
“Tapi ed Lisa ed”ucap Nathan yang seakan sangat rapuh.
“Nath lo pulang dulu, dan obatin luka lo dulu baru lo kesini lagi kalau Ervan sudah merasa lebih baik”ucap Nasya dengan lembut agar Nathan mau pulang dahulu.
“Iya nath, lebih baik lo pulang dulu, setelah keadaan membaik dan lisa sadar gue bakalan kasih tau lo”ucap Reynad agar Nathan mau pergi.
“Pergi sana jangan datang kesini lagi, gue gak sudi adik gue sama lo”ucap Ervan yang marah sambil melihat Nathan yang tak berdaya, dia sudah mulai berpikir bahwa mulai hari ini dia tidak akan pernah lagi mengizinkan Lisa berhubungan dengan Nathan lagi kedepannya dia akan lebih memperhatikan adiknya tersebut.
“Udah van sabar dulu, minum dulu nih”ucap nasya sambil memberikan minuman kepada Ervan agar dia tidak marah lagi dan membawa Ervan duduk kembali.
Reynad tau bagaimana perasaannya Ervan yang pasti sangat marah ketika adiknya di sakiti orang lain tapi bukan waktunya untuk seperti ini, sekarang waktunya untuk dia berdoa dan memohon kepada sang pencipta agar semua baik-baik saja.
“Rey kayla gimana?”tanya Ervan setelah tenang dan tidak emosi lagi dia mengingat bahwa adiknya yang satu lagi juga tidak baik-baik saja.
“Yaudah, tolong lo jaga kayla yah, takutnya gue dan mamah sibuk buat jaga lisa”ucap Ervan bukannya dia gak sayang dan perhatian sama kayla hanya saja lisa yang kondisinya lebih memperihatinkan.
“Santai aja van, gue akan selalu ada buat kayla, gue pamit ke ruangan kayla lagi yah”ucap Reynad yang dimana memang kayla tidak ada yang menjaga takutnya kayla sadar.
“Oke, kabarin kalau kayla udah sadar”ucap Ervan yang sudah cukup tenang.
Reynad hanya mengangguk dan kembali ke ruangannya kayla, kayla yang masih saja belum siuman dan Reynad yang sangat cemas dengan keadaan seperti ini, dia takut kayla kenapa-kenapa, Reynad terus berdoa agar kayla bisa sadar kembali.
**
Stefanie yang berada di rumah syok tak kala mendengar dari edwar bahwa kedua sahabatnya itu di rumah sakit dia yang khawatir dan seger menelpon Rizky karena takutnya Rizky tidak tahu karena tidak ada yang mengabari.
__ADS_1
Stefanie segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit dengan terburu-buru.
“Fanie mau kemana? Kenapa buru-buru”tanya Bu dinar melihat anaknya yang begitu tergesa-gesa dan panik.
“Itu mah Fanie mau ke ruang sakit, Lisa kecelakaan dan kritis sedangkan kayla drop dan di rawat juga”jawab stefanie dengan panik.
“Yaudah kamu tunggu dulu, biar mamah Anter kamu ke rumah sakitnya”ucap Bu dinar karena dia tidak ingin anaknya pergi sendirian takutnya anaknya terjadi apa-apa.
“Yaudah deh mah”ucap stefanie yang nurut saja kepada ibunya.
Tak lama Bu Dinar siap dan segera menuju mobilnya bersama dengan stefanie dan di antar oleh supir, stefanie yang sangat gelisah karena dia khawatir dengan keadaan kedua sahabatnya tersebut.
“Tenang sayang, mamah yakin kok mereka akan baik-baik saja”ucap Bu dinar yang melihat anaknya sangat gelisah dan terus-terusan berdoa.
“Iya mah, pak ini masih lama”ucap stefanie karena menurutnya mobil yang di tumpangi nya begitu lama sehingga tidak sampai-sampai.
“Bentar lagi non”ucap pak supir yang dia juga malah ikutan panik.
“Sabar sayang, jangan buat pak supir panik keselamatan kita adalah yang utama”ucap Bu dinar mendengar anaknya yang terus bertanya kepada pak supir.
Akhirnya mereka sampai dan stefanie segera berlari keluar dari mobilnya dan berlari sedangkan Bu dinar tidak dapat mengejar stefanie yang sangat panik.
“Fanie pelan-pelan”teriak hi dinar tak kala anaknya berlari tetapi tidak di tanggapi sama sekali dan dia memilih terus berlari.
“Kak Gimana keadaan lisa dan kayla”tanya stefanie dengan napas yang masih memburu dia tidak sabar ingin menanyakan keadaan sahabatnya tersebut.
“Kamu tenang dulu Fanie, lebih baik minum dulu”ucap nasya menenangkan stefanie yang panik dengan napas yang tersengal-Senggal.
__ADS_1