
Pak Dimas yang marah dan merasa malu dengan apa yang di perbuat oleh anaknya.
“Papah kecewa sama kamu Nath, papah gak menyangka kamu sampai bisa menghamili Lisa”ucap pak Dimas yang berdiri sambil memijat pelipisnya yang mulai pusing.
“Nath kamu beneran menghamili Lisa?”tanya Bu Sinta yang dia masih tidak percaya dengan apa yang anaknya lakukan kepada Lisa.
“Dengerin dulu ucapan Nathan mah pah. Jangan langsung emosi, kejadiannya bukan begitu”ucap Nathan yang bagaimana bisa orang tuanya berpikiran seperti itu, dia boro-boro menghamili Lisa untuk ketemu dengan Lisa pun dia sangat enggan.
“Ayo Nath, ceritakan apa yang terjadi?”ucap pak Dimas yang kembali duduk dan dia akan mendengarkan apa penjelasan anaknya tersebut. Sebenarnya dia kecewa hanya saja dia harus bisa menerima apa yang terjadi.
“Jadi gini mah, pah, saat ini Lisa masih koma dan belum sadar dan Nathan merasa bersalah atas kejadian itu dan Nathan harap kalau Nathan menikahi Lisa, Lisa akan sadar dan bisa berkumpul lagi bersama dengan kita”ucap Nathan menjelaskan keadaan sebenarnya yang ada di benaknya bukan apa yang di pikirkan orang tuanya.
“Beneran Nath kamu tidak menghamili Lisa? Mamah minta kamu jujur”ucap Bu Sinta yang masih penasaran apakah Nathan benar tidak menghamili Lisa.
“Enggak mah, Nathan gak menghamili Lisa kok”ucap Nathan mulai prustasi kepada orang tuanya.
“Terus kamu kenapa mau menikahi Lisa? Dan kenapa kamu harus bertanggung jawab?”tanya Bu Sinta karena dia yang ingin tau alasan dari anaknya yang ingin menikahi Lisa.
“Lisa ingin tanggung jawab karena gara-gara Nathan Lisa menjadi seperti ini, Nathan ingin Lisa sadar kembali dan semoga aja ketika Nathan sudah menikahi Lisa, Lisa segera sadar”ucap Nathan.
“Apakah pak Farhan memaksa kamu untuk bertanggung jawab atas semua ini?”tanya pak Dimas ingin tau juga apakah ini kemauan Nathan atau di paksa oleh pak Farhan agar anaknya sadar.
__ADS_1
“Om Farhan tidak memaksa Nathan untuk menikahi Lisa pah mah, tapi Nathan sendiri yang ingin menikahi Lisa karena Nathan berharap Lisa sadar”ucap Nathan yang menjelaskan semua keinginannya.
“Tapi Nath kamu masih sangat muda dan apa gak ada jalan lain lagi untuk Lisa sadar dan kamu bertanggung jawab?”tanya pak Dimas yang ia pikirkan anaknya masih sangat muda dan masih 19 tahun mana mungkin anaknya harus menikah sedangkan dia juga dahulu menikah setelah selesai kuliah.
“Enggak pah, Nathan hanya meminta izin dan restu papah dan Nathan berharap papah merestui Nathan menikahi Lisa”ucap Nathan dengan memohon karena dia yang sudah fiks akan menikahi Lisa.
“Gimana mah? Mamah mau restuin Nathan?”tanya pak Dimas karena dia yang masih ragu untuk mengizinkan anaknya menikah.
“Kalau mamah setuju aja Nath. Memangnya kapan kamu mau nikahin Lisa?”Ucap Bu Sinta sambil melihat ke arahnya Nathan.
“Hari ini mah”ucap Nathan dengan tegas.
“Kan supaya Lisa cepat Sadar pah. Apa papah dan mamah gak merasa kasihan sama Lisa dan keluarganya”ucap Nathan yang dengan tegas ingin segera menikahi Lisa kalau bisa hari ini juga atau malam ini juga.
“Tapi Nath? Papah baru aja pulang, papah masih lelah tunggu papah mandi dulu yah”ucap pak Dimas yang hanya bisa merestuinya apalagi mereka juga yang sudah mengenal Lisa dan keluarganya dari dulu.
“Iya Nath. Mamah sama papah mau istirahat dan mandi dulu ke kamar, kamu tunggu di kamar aja nanti mamah panggil”ucap Bu Sinta dan pak Dimas berjalan menuju ke arah kamarnya dia yang masih heran dengan ucapannya Nathan sedangkan Nathan sudah merasa lega dan dia juga pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Pak Dimas duduk di ranjang tempat tidurnya sambil berpikir apakah keputusan ini baik atau tidak, apalagi Nathan dan Lisa yang masih sangat muda sehingga tidak gampang untuk menikah.
“Pah kenapa bengong? Papah masih ragu sama pernikahan mereka?”tanya Bu Sinta melihat suaminya dengan raut wajah yang berbeda sambil melamun entah memikirkan apa yang pasti suaminya sedang memikirkan ucapan dari Nathan.
__ADS_1
“Mah papah hanya kaget saja dan tidak menyangka anak kita akan menikah semuda itu, dan takutnya itu hanya sebatas emosi sesaat Nathan dan tidak sungguh-sungguh apalagi sebelumnya Nathan terlihat cuek terhadap lisa”ucap pak Dimas yang dimana kepribadian Nathan memang selalu berubah-ubah tidak tentu.
“Mamah juga kaget pah, hanya saja mungkin itu jalan yang terbaik untuk kebaikan bersama dan mamah sangat berharap kalau Lisa bisa segera sadar kembali dan berkumpul bersama kita kembali”ucap Bu Sinta yang ia akan merestuinya walaupun dia yang masih belum yakin, tetapi yah seorang laki-laki harus bisa bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan.
“Yaudah mah, kalau mamah sudah setuju juga papah juga setuju dan semoga aja Nathan menjadi orang yang bertanggung jawab dan dapat membahagiakan Lisa”ucap pak Dimas yang beranjak dari tempat duduknya.
“Mau kemana pah?”tanya Bu Sinta saat pak dimas yang berdiri.
“Mamah ami mandi mah. Mau siap-siap dulu, kita nikahkan Nathan hari ini juga supaya Lisa cepat Sadar juga”ucap pak Dimas yang berjalan menuju ke arah toiletnya sedangkan Bu Sinta melihat suaminya ia sedikit lega karena suaminya tidak memarahi Nathan dan juga dia setuju bahwa Nathan menikahi Lisa. Karena Bu Sinta sebagai orang tua hanya bisa selalu berdoa dan semoga saja ini adalah jalan terbaik untuk mereka.
Sedangkan Nathan yang berada di kamarnya dia bersiap-siap juga karena tidak mungkin dia datang dengan keadaan seperti tadi saat pulang kuliah.
Tak perlu waktu lama akhirnya kedua orang tua nathan sudah siap sedangkan adiknya nathan Naufal di rumah karena ada ART yang menjaga rumah dan takutnya mereka pulang malam dan menganggu belajarnya Naufal.
Pak Dimas juga sudah memanggil penghulu untuk menikahkan mereka di rumah sakit.
“Gimana udah siap semua?”tanya pak Dimas saat melihat nathan dah Bu Sinta yang baru saja datang.
“Udah pah, gimana pah persiapan papah udah siap?”tanya Bu Sinta karena takutnya ada hal-hal yang terlewatkan.
“Udah mah. Nath kamu gimana udah siap?”tanya pak Dimas karena dia takutny nathan akan berubah pikiran dan memalukan keluarganya. Apalagi Nathan yang selalu berubah-ubah apalagi ini adalah hal yang serius dan besar sehingga harus persiapan dengan baik.
__ADS_1