Jakarta love Story

Jakarta love Story
Kayla gelisah


__ADS_3

Nathan yang mendengar itu pun hanya bisa diam karena mungkin keputusan yang terbaik untuk tidak memberitahukan masalah ini kepada kayla apalagi kayla yang sekarang sibuk dengan kerjaan dan skripsinya dan Nathan juga tidak ingin kayla bersedih.


“Saya ngerti tante dan saya juga janji gak akan memberitahukan kayla tentang masalah ini kecuali Reynad memang sudah siap memberitahukannya”ucap Nathan yang ikut berdiri di sana.


“Makasih yah dok sudah mengerti keadaan ini”ucap Bu Amelia dengan menangis karena dokter yang di dalam juga tak kunjung keluar, pak Revan hanya bisa menenangkan istri nya yang menangis begitupun Nathan yang masih berada disana karena dia juga khawatir dan ingin tau bagaimana kedaanya Reynad.


Tak lama dokter pun keluar dari ruangannya Reynad Dan Reynad sudah mulai stabil kedaanya dan membuat Bu Amelia merasa lega tetapi Reynad yang masih harus berada di rumah sakit.


“Tante om, yang kuat yah. Saya yakin Reynad sembuh”ucap nathah memcoba memberikan kekuatan kepada orang Tuanya Reynad.


“Iya makasih dok, kami masuk dulu ke dalam yah melihat keadaanya Reynad”ucap pak Revan berpamitan dan Nathan pun kembali ke ruangannya karena belum boleh banyak orang yang melihat keadaanya Reynad. Di kantornya Nathan masih bengong memikirkan ini bagiamana kalau sampai kayla tau bahwa Reynad sakit pasti ia sangat sedih dan merasa bersalah atas semua yang terjadi terhadap orang terdekatnya.


**


Nasya dan Nabila sudah pulang lebih dahulu karena ada beberapa hal yang harus mereka kerjakan apalagi Nabila yang sebentar lagi akan menikah.


Sedangkan kayla yang masih berbicara dengan kedua sahabatnya karena Rizky sudah pulang sedangkan Arsen tengah tidur, kayla yang haus dan hendak mengambil minumnya tiba-tiba gelasnya terjatuh tanpa sengaja.


Brakk suara gelas yang jatuh.


“Kay lo kenapa?”tanya stefanie saat mendengar suara benda jatuh.


“Enggak kok, gelasnya licin jadi jatuh”ucap kayla padahal ia yang dari tadi tidak enak hati dan merasa sedih entah apa yang terjadi tapi hatinya gelisah seperti ia mempunyai masalah saja.


“Tapi lo gak apa-apa kan? Lo kalau ada masalah cerita”ucap Lisa yang tau dan ia melihat bahwa kayla yang terlihat murung.


“Aku baik-baik aja kok”ucap kayla yang tak ingin membuat orang lain khawatir karena dirinya.

__ADS_1


“Yaudah kalau lo lelah istirahat aja kay jangan maksain buat bicara sama kita”ucap Stefanie yang tau sahabatnya itu sibuk apalagi kayla yang kerja dan kuliah.


“Enggak kok aku baik aja, Yaudah kalian kesana dulu deh biar aku beresin ini”ucap kayla yang membereskan pecahan kacanya sambil dia terus memikirkan Reynad dan berharap Reynad baik-baik saja.


Kayla membereskan pecahan kacanya dan tak lama setelah selesai ia menghampiri sahabatnya yang masih berada di kursi ruang keluarga.


“Kay gue beneran gak ganggu?”tanya stefanie karena dia takut menganggu kayla.


“Enggak santai aja, lagian kan kita juga jarang bertemu jadi gak apa-apa”ucap kayla yang tersenyum dia juga bahagia apabila sahabatnya ada disini dan bisa bertukar cerita walaupun mungkin pembahasan mereka sudah berbeda saat SMA dan saat ini.


“Gue masih gak percaya Rizky mau nikah”ucap Lisa yang dimana dia tidak menyangka sahabat lelakinya itu menikah lebih dahulu di bandingkan kayla dan stefanie.


“Iya gue juga masih gak menyangka, masa gue di duluin sih lis”ucap stefanie yang merasa sedih karena sahabat lelakinya sudah akan menikah sedangkan kisah cinta dia masih berada di tempat saja. Entah bagiamana perasaan stefanie sekarang apakah dia sudah mencintai edwar dengan tulus atau masih saja berharap sama orang lain yang belum tentu jodohnya.


“Kenapa kamu gak minta kak edwar nikahin kamu aja?”tanya kayla apalagi kan edwar dan stefanie sudah lama berpacaran dan apa salahnya mereka menikah.


“Yaudah sabar, menikah itu juga perlu persiapan matang Fanie, gak asal menikah saja”ucap kayla yang hanya bisa menghibur sahabatnya.


“Oh iya Kay, kenapa lo gak mau menikah sekarang sama kak Rey?”tanya stefanie penasaran.


“Aku masih ingin berkarir Fanie dan aku juga masih ingin sukses dan membahagiakan papah sama mamah, apalagi perusahaan juga kan yang masih harus di kembangkan lagi”ucap kayla yang pikiran utamanya sekarang adalah perusahaan ia tak ingin membuat orang tuanya kecewa kepadanya.


“Kay Maafin gue yah, gara-gara gue sama kak Ervan lo yang harus bertanggung jawab atas perusahaan”ucap Lisa yang merasa bersalah atas semua itu.


“Enggak apa-apa lis santai aja aku baik-baik aja dan aku menikmati semua itu jadi kamu jangan merasa bersalah yah”ucap kayla yang tersenyum kepada Lisa.


“Lo emang yang terbaik deh kay”ucap Stefanie yang memeluk kayla begitupun dengan Lisa.

__ADS_1


Saat mereka sedang berpelukan datang Nathan yang baru saja bekerja, ia menghampiri Lisa dan yang lainnya dengan tatapan yang sangat lelah.


“Kenapa sayang? Cape mau makan?”tanya Lisa yang bertanya kepada Nathan yang terlihat sangat lelah.


“Yah lumayan”ucap Nathan simpel dan Lisa membawakan minuman agar Nathan semangat lagi dan tidak merasa lelah.


“Ini kay kadonya”ucap Nathan yang mengeluarkan kotak kado untuk kayla.


“Buat aku kak?”tanya kayla yang takutnya kado tersebut untuk Lisa.


“Iya ini buat lo, kan lo yang ulang tahunnya”ucap Nathan sambil meminum minuman yang telah Lisa sediakan.


“Makasih kak”ucap kayla yang tersenyum dan membuka kotak kadonya dan kayla yang bahagia.


“Buat aku gak kamu beliin?”tanya Lisa yang berharap ia juga di berikan hadiah oleh suaminya tersebut.


“Nanti aja yah, tadi hanya sempat beli buat kayla aja”ucap Nathan yang sangat sibuk sehingga dia hanya mampu membeli barang untuk kayla saja dan itupu dari online.


“Yaudah deh gak apa-apa, lagian baru bulan kemarin kamu ngasih aku”ucap Lisa bersikap biasa saja.


“Lis kamu gak keberatan kalau ini buat aku?”tanya kayla yang takutnya Lisa akan marah.


“Enggak kayla santai aja, lagian kalau jam tangan aku masih punya banyak kok yang bagus”ucap Lisa yang dimana memang dia tidak cemburu kepada kayla dan sudah hal yang wajar apabila Nathan memberikan hadiah kepada kayla karena Nathan juga yang sudah menganggap kayla sebagai adiknya.


“Kok gue jadi iri yah, gue juga ingin punya adik atau Kakak biar gue gak sendirian”ucap stefanie dengan bersedih.


“Lo kan punya kita, lo boleh kok anggap kita keluarga”ucap Lisa yang memeluk stefanie, kayla pun begitu sedangkan Nathan sudah hal biasa melihat mereka seperti itu yang terkadang mereka seperti anak kecil.

__ADS_1


__ADS_2