
Kayla yang telah di dalam mobil yang dikendarai oleh Ervan dia terduduk dengan perasaan sakit dan juga hancur tetapi dia harus senantiasa kuat agar orang yang menyayanginya tidak mengkhawatirkannya.
“Kak, Lisa aku boleh minta tolong?”tanya kayla membuka obrolan yang sedari tadi semuanya berdiam.
“Minta tolong apa?”tanya Ervan yang tengah focus menyetir.
“Kayla minta masalah ini jangan sampai mamah sama papah tau, kayla gak mau bikin mamah dan papah khawatir”ucap kayla
“Tapi kan mamah dan papah orang tua kamu juga dia berhak tau”ucap Lisa yang berada disampingnya.
“Aku mohon aku gak mau merepotkan mamah dan papah biar ini menjadi masalah aku sendiri, kalian udah banyak bantu aku, aku gak mau hanya jadi beban.”ucap kayla sambil menghela napasnya.
“Tapi kita gak merasa terbebani kok, kita senang bisa selalu ada buat kamu dan kamu harus inget bahwa kamu itu udah kakak anggap adik bagaimana pun ibu kamu telah merawat kakak sejak kecil dan kamu jadi tanggung jawab kita”ucap Ervan yang berbicara setelah memberhentikan mobilnya.
“Kak please”ucap kayla yang tengah memohon.
“Van ikutin aja kata kayla, dia juga punya hak buat tutupin ini semua”ucap nasya yang sedari tadi hanya mendengarkan ucapan mereka.
“Yaudah aku gak akan bilang mamah”ucap Lisa
“Yaudah kakak gak akan bilang, tapi kalau ada apa-apa kamu harus ceritain sama kakak yah”ucap Ervan
“Makasih kak, makasih juga Lisa”ucap kayla sambil memeluk Lisa dengan perasaan terharu.
“Sekarang mau kemana? Mau kerja?”tanya Ervan yang bersiap akan mengendarai lagi mobilnya.
“Iya kak, kayla kerja”ucap kayla
Lalu Ervan pun melajukan mobilnya menuju ke arah cafe tempat kayla bekerja, dia tidak bisa melarang kayla untuk bekerja dia hanya bisa mendukung apa yang kayla inginkan.
“Kayla kerja dulu yah kak”ucap kayla setelah mobil berhenti di depan cafenya dan lalu turun.
“Iya hati-hati, nanti Kakak jemput”ucap Ervan setelah kayla turun dia melajukan mobilnya.
Kayla memasuki cafe tempatnya bekerja lalu dia segera membereskan barangnya dan berganti seragam dengan seragam cafe.
“Hai kenapa kaya gak semangat?”tanya Nadya sambil mencolek kayla.
__ADS_1
“Biasa anak sekolah banyak tugas”ucap kayla berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya.
“Kay ada yang nyari kamu tuh di kursi no 23”ucap Sonya yang masuk ke ruang ganti.
“Oh oke makasih kak”ucap kayla
“Ciee siapa yang nyariin lo, jangan-jangan si doi udah kangen”ucap Nadya menggoda kayla.
“Apaan sih kak, Yaudah kayla kesana dulu”ucap kayla seraya keluar menuju ke arah meja no 23 tapi siapa sangka di meja no 23 seorang ibu parubaya tengah menunggu dia mengenali orang tersebut sebenarnya dia enggan untuk menghampiri hanya saja dia seakan gak sopan.
“Permisi Bu, ibu nyari saya”ucap kayla seraya berdiri di hadapan seorang paruhbaya itu.
“Kamu duduk dulu”ucap Bu liliana menunjuk ke arah kursi, yah yang mencari kayla adalah Bu liliana.
“Sebelumnya ibu ada keperluan apa yang bertemu saja”ucap kayla dengan sopan.
“Kamu pasi tau kedatangan saya menemui kamu apa? Saya berharap kamu tinggalin Kevin, karena jalan kevin masih panjang dan dia pun harus berpasangan dengan orang yang satu level dengannya dan bagaimana pun dia adalah pewaris satu-satunya dari keluarga cortizo, saya gak mau dia mempunyai pendamping dari kalangan rendahan bisa menghancurkan imagenya”ucap Bu liliana panjang lebar tanpa basa basi.
“Kalau ibu memang datang kesini hanya untuk menyuruh saya meninggalkan kak kevin, saya sudah meninggalkan dia sebelum Ibu menyuruh saya”ucap kayla
“Mohon maaf Bu sebelumnya saya tidak pernah bermuatan untuk mengejar kak kevin karena hartanya saya bersama dia karena memang saya mencintai dia”ucap kayla yang sebenarnya sudah mulai berkaca-kaca tapi dia tahan.
“Saya tidak pernah percaya karena orang miskin hanya memerlukan harta bukan cinta”ucap Bu liliana.
“Kalau memang sudah selesai saya kembali kebelakang dulu, nanti bos saya mencari saya”ucap kayla seraya berdiri dan berjalan meninggalkan Bu liliana.
“Heran kevin bisa cinta sama dia”ucap Bu liliana seraya beranjak dari tempat duduknya berjalan meninggalkan cafe tersebut.
Sedangkan kayla yang kembali kebelakang tidak dapat membendung air mata lagi dan akhirnya yang tadi di tahan-tahan air matanya keluar juga.
“Hiks”tangis kayla
“Kamu kenapa kay? Ada masalah?”tanya Nadya yang merasa khawatir
“Enggak kak, kayla baik-baik aja”sambil mengusap air matanya.
“Yaudah ayo kerja lagi”ucap Nadya seraya merangkul bahu kayla.
__ADS_1
Dan kayla pun berusaha untuk menahan tangisannya bagaimana pun dia harus bekerja. Tepatnya jam 10 akhirnya kayla yang telah selesai bekerja segera mengambil barang-barangnya untuk pulang ke rumah karena takutnya kak Ervan pun sudah menunggu. Tapi siapa sangka saat dia keluar dari cafe bersama dengan nadya dan Sonya dia di kejutkan dengan 3 laki-laki yang menunggunya untuk pulang.
“Wae ganteng-ganteng banget”ucap nadya yang terpesona.
“Wah asli ganteng”ucap Sonya juga yang melihat mereka bertiga.
“Kay ayo pulang sama aku, sekalian aku mau bicara”ucap Kevin seraya mendekati ke arah kayla.
“Lo pulang sama gue aja, gue udah nunggu lo”ucap Reynad yang sama-sama menghampiri kayla.
“Kita pulang yah kak bye”ucap nadya seraya meninggalkan kayla yang telah di kerumuni.
“Kak”ucap kayla yang merasa enggan untuk di tinggalkan.
“Kayla pulang sama gue, dia tanggung jawab gue”ucap Ervan seraya ikut mendekat.
“Van lo gak berhak buat ngatur-ngatur dia. Gue masih sayang sama kayla dan lo gak usah ikut campur”ucap Kevin
“Lo lupa Vin lo udah punya tunangan”ucap Reynad sambil tersenyum sinisnya.
“Gue berhak atas dia karena dia adik gue, gue bakalan jagain dia dari laki-laki kaya kalian berdua”ucap Ervan sambil menarik tangan kayla.
“Van lo gak bisa dong halangan PDKT gue sama kayla”ucap Reynad yang tak terima kayla di bawa oleh Ervan.
“Aku pulang sama kak Ervan”ucap kayla seraya melangkah mengikuti Ervan dan segera masuk ke dalam mobilnya.
“Gara-gara lo sih”ucap Kevin yang merasa kesal Reynad ikut menjemput kayla.
“Lo udah putus dan udah punya tunangan masih aja ngejar-ngejar perempuan lain”ucap Reynad
“Males gue berdebat sama lo”ucap Kevin seraya menaiki motornya begitu pun dengan Reynad.
Kayla yang sedang berada di dalam mobil sambil melihat ke arah jendela melihat dimana kota Jakarta yang sangat indah dan jadi impiannya untuk tinggal di Jakarta tak kala melihat ftv atau sinetron tetapi saat sudah dijakarta dia mengalami berbagai kesedihan.
***
Terima kasih yang sudah senantiasa membaca.
__ADS_1