Jakarta love Story

Jakarta love Story
Selamat wisuda


__ADS_3

Kayla sudah sampai bersama keluarganya di kampus tercinta begitupun dengan Rizky dan Stefanie yang juga datang bersama keluarganya.


“Ayo kayla masuk”ucap Rizky yang mengajak sahabatnya itu masuk ke dalam ruangan yang sudah di sediakan.


“Iya bentar Ky”ucap kayla ia yang ingin berbicara dulu kepada ibunya”mamah gak apa-apa nunggu takutnya lama”ucap kayla karena dia yang merasa tidak enak ibunya harus menunggunya.


“Gak apa-apa sayang. Mamah nunggu kamu kok, kamu sama papah aja yah”ucap Bu wulan ia tau mungkin anaknya merasa tidak enak tetapi ia yang rela melakukan apapun untuknya karena baginya tidak akan membeda-bedakan anaknya entah itu Ervan, Lisa maupun kayla.


“Yaudah Layla masuk yah, kak Ervan jaga mamah yah, lis aku masuk yah, Arsen mamah masuk dulu yah”ucap kayla berpamitan, ia akan masuk di temani oleh ayahnya karena memang teman-temannya juga banyak di temenin oleh ayahnya.


“Iya kayla santai aja”ucap Ervan sambil tersenyum, ia bahagia dan bangga kepada adiknya walaupun Ervan yang bertemu kayla baru 7 tahun tetapi ia sebagai kakak sangat bangga dengan apa yang di raih kayla.


“Iya kay, sukses yah”ucap Lisa tersenyum walaupun ia sendiri belum wisuda tetapi ia bahagia untuk kayla.


“Dadah mamah kayla”ucap Arsen dengan imut dan lucunya.


Kayla masuk bersama dengan pak Farhan ia yang tampak gugup dan juga bahagia karena akhirnya pencapaiannya


Kayla duduk kursi depan Sedabgkan pak Farhan di kursi belakang bersama dengan orang Tua yang lainnya.


Pembukaan wisuda sudah di mulai dengan beberapa sambutan dari rektor dan tamu undangan yang lainnya dan tak lama wisudawan sudah di panggil oleh pembawa acara untuk maju kedepan.

__ADS_1


Sekarang giliran kayla yang di panggil, pak Farhan melihat anak angkatnya yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri apalagi Bu Aminah ibunya kayla yang sudah bekerja cukup lama bersama dengan keluarga mereka. Bagaimana tidak bangga lagi dan lagi kayla yang merupakan lulusan terbaik di kampusnya, selama kayla tinggal di rumahnya kayla tidak pernah membuat pak Farhan kecewa hanya kebagaan dan prestasi yang selalu kayla berikan.


“Selamat yah pak Farhan kayla jadi lulusan terbaik”ucap pak dave ayahnya stefanie yang duduk di sampingnya pak Farhan.


“Iya pak, terima kasih. Saya bangga sama kayla walaupun kayla yang tak seberuntung anak lain”ucap pak Farhan meneteskan air matanya karena ia yang merasa sedih dengan kehidupan kayla di usianya yang masih sangat muda sudah di tinggalkan oleh orang tuanya dan baru saja beberapa bulan kebelakang ia yang si tinggalkan oleh orang yang sangat di sayanginya.


“Iya pak saya juga ikut sedih atas apa yang menimpa kayla, tapi kayla yang beruntung karena mempunyai orang tua yang menyayangi nya sebaik dan setulus pak Farhan”ucap pak Dave sambil menepuk pundaknya pak Farhan untuk memberikan kekuatan.


“Bukan kayla yang beruntung mempunyai orang tua seperti saya tapi saya yang beruntung mempunyai anak seperti kayla yang selalu mengerti dan selalu nurut apa yang saya ucapkan”ucap pak Farhan apalagi ia yang Selalu mengingat bagaimana kayla berkuliah jurusan itu padahal ia tau bahwa kayla tak ingin mengambil jurusan itu tetapi deminya agar tenang dan juga demi kakak-kakaknya kuliah sesuai keingannnya ia rela melepaskan cita-citanya.


“Iya pak, saya juga beruntung Fanie mengenal kayla karena dengan begini nilai dia naik pesat dan jadi semangat belajar”ucap pak dave yang sangat beruntung kayla menjadi temannya Stefanie.


Di tengah obrolan yang mengasika itu tanpa sadar acara demi acara sudah selesai dan tinggal photo seluruh angkatan dan jurusan.


“Aku kayla kita photo bertiga”ucap stefanie sambil mengarahkan handphonenya kedepan sahabatnya.


“Ayo”ucap kayla tersenyum ia yang berphoto bersama sahabatnya itu.


“Jangan lama-lama kasihan orang tua menunggu”ucap Rizky yang memang keluarganya sudah menunggu.


“Yaudah ayo keluar”ucap kayla karena pasti orang tuanya juga sudah menunggunya.

__ADS_1


Kayla dan sahabatnya keluar dan benar saja keluarga sudah menunggunya bukan hanya orang tuanya saja tetapi orang tuanya Reynad juga datang, walaupun kayla sudah tidak ada hubungan lagi dengan Reynad karena Reynad yang sudah meninggal tetapi mereka masih menyayangi kayla setidaknya Reynad meninggalkan orang yang sangat ia cintai dan orang tuanya Reynad juga akan menjaga kayla agar Reynad tenang di alam sana, kayla juga semenjak kepergian Reynad masih sering datang ke rumahnya untuk melihat orang tuanya Reynad.


“Selamat yah sayang”ucap Bu wulan yang memeluk anaknya dan memberikan bunga uang, ia sangat bangga dengan apa yang anaknya raih.


“Selamat yah adik kakak udah lulus”ucap Ervan memeluk kayla dan mamberikan bunga kesukaan kayla.


“Kay selamat yah”ucap Lisa yang memeberikan hadiah juga dan tak lupa si kecil Arsen juga yang ikut-ikutan membawakan hadiah untuk kayla.


“Selamat yah sayang, ini hadiahnya”ucap pak Farhan ia yang memberikan saham perusahaan kepada kayla walaupun hanya 10%nya saja karena sahamnya tetap di bagi rata untuk Ervan dan Lisa.


“Makasih semaunya”ucap kayla yang terharu walaupun ia yang tidak mempunyai orang tua tetapi ia yang di pertemukan dengan orang yang sangat baik.


“Kayla”panggil Bu Amelia.


“Eh om,tante, makasih yah udah datang”ucap kayla yang merasa bahagia karena kedua orang tuanya Reynad datang dan mengobati sedikit kesedihannya.


“Iya sayang. Selamat yah, semoga sukses selalu”ucap Bu Amelia memeluk kayla begitupun dengan pak Revan yang memeluk kayla, ia juga yang terkadang ketika melihat kayla seakan Reynad masih ada di sisinya.


“Kayla sayang. Ini hadiah yang udah Reynad berikan dan pesan sebelum Reynad pergi”ucap Bu Amelia, mungkin Reynad sudah mempersiapkan semuanya karena dia yang tidak tau kedepannya ia akan bagaimana apakah masih hidup atau sudah tiada dan benar saja Reynad sudah tiada, Allah lebih sayang Reynad sehingga memanggilnya lebih cepat.


“Makasih tante, makasih udah datang dan semepetin waktu untuk datang ke wisudanya kayla”ucap kayla yang menerima hadiahnya, ia yang sangat sedih karena berharap saat wisuda Reynad akan ada bersamanya tetapi Reynad sudah pergi terlebih dahulu ternyata manusia hanya bisa berencana dan Allah yang berkehendak.

__ADS_1


“Iya sayang sama-sama, udah jangan menangis”ucap Bu Amelia mengusap air mata kayla yang jatuh padahal ia sendiri juga ingin menangis tetapi ia yang mencoba kuat agar kayla pun kuat juga.


__ADS_2