Jakarta love Story

Jakarta love Story
Lisa


__ADS_3

Sedangkan Nathan masih berdiam diri tidak menyapa Lisa yang berada di meja lain.


“Lo gak nyapa Lisa?”tanya edwar karena sahabatnya hanya diam saja.


“Entar aja Abis dia makan gue samperin”ucap Nathan yang malah asik dengan handphone nya.


Sedangkan di meja sana Lisa dan dua temannya tengah menunggu makanan datang.


“Lis jadi nontonnya?”tanya kayla karena ia tau bagaimana perasaannya Lisa.


“Kayanya Enggak deh. Kay gue balik duluan yah gue gak enak badan pengen istirahat”ucap Lisa yang beranjak dari duduknya ia sudah tak kuat lagi berada di sana.


“Lis lo kemana?”tanya Rizky saat melihat Lisa yang pergi. Lisa tidak menjawab pertanyaan dari Rizky dan terus saja berjalan.


“Lis tunggu, ini yah Ky buat bayar makanan lo abisin aja”ucap kayla memanggil Lisa dan menaruh uang di meja untuk membayar makanan, ia mengikuti Lisa dari belakang dan yang ia tau Lisa perlu untuk di hibur.


“Tapi kay”ucap Rizky karena bingung harus bagaimana ketika sahabatnya malah pergi.


Sedangkan stefanie yang melihat itu semua juga bingung dan bersiap akan beranjak dari duduknya.


“Kak Fanie pamit yah”ucap stefanie ingin berpamitan dengan edwar.


“Tunggu, mau kemana?”tanya edwar memegang tangannya stefanie.


“Mau ngejar Lisa”ucap stefanie karena tidak enak bila terjadi sesuatu dengan Lisa.


“Gak usah, kan udah ada kayla, lagian Lisa gak bakal mau di ganggu oleh orang lain”ucap edwar melanjutkan makannya.


Stefanie duduk kembali, ia akan memberi ruang untuk Lisa dan memilih Lisa untuk bercerita lebih dahulu kepada dia.


“Lo kenapa Diem”ucap nasya sambil melihat ke arahnya Nathan yang diam saja.


“Yah terus gue harus apa?”tanya Nathan bingung karena ia yang memang tidak merasa bersalah atas semua yang terjadi.

__ADS_1


“Kejar, lo laki-laki tapi gak pernah peka, percuma lo ganteng kalau gak pernah peka sama perasaan perempuan”ucap nasya yang marah kepada Nathan, karena bisa-bisanya Nathan hanya diam saja tidak mengejar Lisa, entah Nathan cuek atau bodoh.


“Sabar nas”ucap Nabila sambil menepuk pundaknya nasya yang marah, sedangkan Ervan enggan untuk ikut campur masalah adiknya dah sahabatnya karena Ervan ingin Lisa yang mengambil keputusan kedepannya bagaimana, sebenarnya juga dia marah ke pada Nathan hanya saja Nathan yang memang sudah begitu sikapnya.


“Yaudah gue pergi dulu”ucap Nathan yang beranjak dari tempat duduknya untuk mengejar Lisa yang tadi lari.


Rizky yang enggan sendirian akhirnya bergabung bersama teman-temannya yang masih berada di sana.


“Van kok lo gak ngejar Lisa sih?”tanya edwar bingung karena Ervan hanya diam saja.


“Gue gak mau ikut campur ed, sebelumnya gue juga udah sering nasehati Lisa bahwa sikap Nathan memang begitu dan gue juga gak bisa nyalahin Nathan karena gue tau adik gue juga salah ngejar-ngejar dia terus”ucap Ervan yang sebenarnya dia juga prustasi dengan semua itu hanya saja dia harus bagaimana.


“Memang kita gak bisa mengendalikan cinta”ucap stefanie sambil memakan makannya.


Sedangkan kayla yang mengejar Lisa tetapi Lisa yang berlari dengan cepat sehingga ia tak dapat mengejar Lisa sama sekali dan akhirnya malah Lisa yang sudah naik taksi.


“Yah ketinggalan”ucap kayla saat melihat Lisa yang sudah menaiki taksi. Dia berdiri menunggu taksi datang tetapi tak ada taksi yang menghampiri.


“Yah kok tumben taksi gak ada”ucap kayla sambil melihat ke arah belakang dan berharap ada taksi.


“Lisa gak bisa aku kejar kak, Lisa udah pulang lebih dulu naik taksi”ucap kayla sambil melihat handphonenya.


“Yaudah ayo naik”ucap Nathan sambil memberikan helmnya kepada kayla.


“Iya naik, dari pada nunggu taksi lama kan, lebih baik kita kejar Lisa”ucap Nathan Dimana dia akan mengejar Lisa.


“Yaudah deh”ucap kayla mengambil helm dari Nathan dan memakainya serta menaiki motornya Nathan.


Nathan mengajukan motornya dengan cukup cepat karena memang Nathan hobby ngebut dan untung saja kayla sudah terbiasa menaiki motor. Sedangkan Lisa di dalam perjalanan menangis memikirkan Nathan yang sama sekali tidak perhatian kepadanya, dia tidak pernah meminta Nathan untuk menjemputnya tiap hari tetapi dia hanya minta saat waktu senggang Nathan menjemputnya seperti orang lain.


Lisa mengira saat Nathan sudah menjadi pacarnya dia akan perhatian dan selalu ada untuknya tetapi tetap saja semua tidak ada yang berubah Nathan masih saja cuek kepadanya dan tidak pernah menganggap dia ada di dunia ini.


Perjalanan Lisa pun akhirnya sampai di rumahnya dan dia sudah di sambut kedua orang tuanya yang ingin tau bagaimana ujian anaknya tersebut.

__ADS_1


“Lis Gimana ujiannya?”tanya Bu wulan saat anaknya datang.


“Lisa cape mah, Lisa istirahat dulu”ucap Lisa sambil berjalan meninggalkan kedua orang tuanya berjalan menaiki anak tangganya, sedangkan kedua orang tuanya bingung ada apa dengan Lisa mereka tidak mengerti sama sekali.


“Biarin aja mah, mungkin Lisa cape, lebih baik kita duduk aja ayo”ucap pak Farhan mengajak Istrinya untuk duduk.


“Tapi pah kayla kemana?”tanya Bu wulan karena ia sadar bahwa kayla tidak pulang bersama dengan Lisa.


“Mungkin kayla pergi sama Reynad mah, nanti juga pulang”ucap pak Farhan yang memang dia sudah merestui kayla dengan reyand dan siapapun pilihan anaknya.


“Mah Lisa mana?”tanya kayla berlari dan terlihat kecapean.


“Lisa Lagi di kamar nya sayang. Ada apa kamu lari-lari?”tanya Bu wulan bingung.


“Enggak mah, ini ada kak Nathan mau ketemu Lisa”ucap kayla yang memang datang bersama dengan Nathan.


“Selamat siang om tante”ucap Nathan dengan penuh sopan.


“Siang Nathan”ucap pak Farhan.


“Siang juga Nathan, Yaudah kamu panggil aja kay”ucap Bu wulan menyuruh kayla memanggil lisa.


“Yaudah kayla panggil dulu lisa yah”ucap lisa berjalan meninggalkan kedua orang tuanya dan Nathan, ia akan menemui lisa yang berada di atas.


“Duduk Nathan”ucap Bu wulan mempersilahkan Nathan untuk duduk.


“Iya tante makasih”ucap Nathan tang duduk mengikuti orang tuanya lisa.


“Bentar yah tante kebelakang dulu”ucap Bu wulan meninggalkan Nathan dan pak Farhan yang tengah duduk di ruang keluarga.


“Iya tante”ucap Nathan.


“Gimana kuliah kamu?”tanya pak Farhan yang memang mereka sudah akrab.

__ADS_1


“Alhamdulilah baik om, hanya saja lebih sibuk dari SMA”ucap Nathan tersenyum.


“Iyalah beda nath, apalagi kamu ngambil kedokteran yang jelas akan sangat sibuk di bandingkan jurusan lain”ucap pak Farhan mengetahui bagaimana sibuknya karena saat dulu Bu wulan yang berkuliah kedokteran sering tidak ada waktu.


__ADS_2