
Setelah tadi membersihkan aula karena Kevin berjanji akan mentraktir sahabatnya yang membantu membersihkan aula, akhirnya Kevin mentraktir sahabatnya di cafe tempat kayla bekerja karena dengan begitu Kevin dapat memantau kayla dan teman-temannya pun tidak merasa keberatan.
Setelah selesai makan sambil mengobrol akhirnya mereka pun pulang dan Kevin pun mengantarkan kayla menuju kerumah Ervan, walaupun Mobil Ervan kosong tapi Kevin selalu ingin mengantar kayla pulang. Dan tak lama mereka pun sampai ke rumahnya Ervan.
“Makasih kak”ucap kayla sambil memberikan helm kepada sang kekasih.
“Sama-sama sayang”ucap Kevin sambil mengusap rambutnya kayla.
“Lo mau mampir dulu Vin?”tanya Ervan yang baru saja keluar dari mobilnya.
“Gak usah van, udah malem, gue pamit aja kalian juga harus istirahat”ucap Kevin yang enggan mengganggu waktu istirahat orang lain apalagi waktu menunjukkan tengah malam.
“Yaudah hati-hati lo”ucap Ervan sambil menepuk pundak Ervan
“Hati-hati juga kak, jangan ngebut”ucap kayla
“Aku pamit yah, langsung tidur”ucap Kevin seraya menaiki motornya.
“Iya kak”ucap kayla
Ervan, kayla dan Lisa pun masuk kerumahnya untuk beristirahat karena sudah sangat lelah dan waktu sudah tengah malam.
Sedangkan kevin pulang menuju rumahnya dengan menaiki motornya dengan angin yang sepoi-sepoi dengan pemandangan kota Jakarta yang tak pernah sepi selama 24 jam, dimana anak muda masih banyak berkeliaran, pedagang pun masih banyak yang berjualan. Tak lama kevin sampai kerumahnya dan seperti biasanya mungkin rumahnya akan kosong selain ada pembantunya saja karena orang tua nya yang sibuk mengembangkan bisnis mereka sehingga kevin kurang di perhatikan.
Kevin melangkahkan kakinya memasuki rumah tapi ada yang berbeda saat memasuki rumah tidak seperti biasanya terdengar ada suara saut-saut tv di ruang keluarga yang sudah lama tidak terdengar.
“Vin kamu baru pulang?”tanya pak David ayah dari kevin
“Loh kok papah sama mamah ada di Jakarta?”tanya kevin yang tengah melangkah menuju kedua orang tuanya.
“Iya papah ada bisnis disini kemungkinan kita akan tinggal disini cukup lama”ucap pak David menjelaskan kenapa mereka berada di Jakarta.
“Kamu dari mana saja Vin jam segini baru pulang?”tanya Bu liliana yang mana mungkin sekolah pulangnya tengah malam.
“Kevin Abis nongkrong mah sama teman-teman”ucap kevin yang memang dia Abis nongkrong bersama temannya.
__ADS_1
“Kamu itu bukannya belajar udah kelas tiga malah nongkrong”ucap Bu liliana yang tak habis pikir dengan anaknya.
“Iya Vin, kamu itu sebentar lagi sudah lulus SMA jangan asik-asikan nongkrong kamu itu anak papah dan mamah satu-satunya kamu itu harus belajar, kamu itu harus nerusin perusahaan papah”ucap pak David menasehati anaknya.
“Kevin gak minat lanjutin usaha papah, kevin punya cita-cita sendiri pah”ucap kevin yang enggan terjun kedunia bisnis.
“Papah tidak memberikan pilihan tapi itu kewajiban kamu Vin”ucap pak David yang mulai marah terhadap anaknya.
“Iya kamu harus pikirin masa depan Vin, inget jangan nongkrong gak jelas lagi”ucap Bu liliana yang tidak mau anaknya gagal.
“Papah sama mamah pulang itu bukan nanyain kabar anaknya malah berdebat, papah dan mamah itu gak mikirin kevin hanya mikirin perusahaan terus sedangkan kevin harus selalu jadi yang papah dan mamah harapkan tapi mamah dan papah tidak mengerti maunya kevin”ucap kevin yang melangkah meninggalkan kedua orang tuanya dengan hati yang sakit dan rasa marah bagaimana mungkin orang tua nya sama sekali tidak menyayanginya dan malah yang dipikirkan hanya bisnis semata.
“Vin mamah belum selesai bicara”ucap Bu liliana yang merasa geram akan tingkah laku anaknya.
“Kamu sih terlalu memanjakan dia”ucap pak David
“Besok kita bicarakan lagi saja pah, lebih baik sekarang kita tidur mamah sudah ngantuk dan cape”ucap Bu liliana meninggalkan ruang kekuarga menuju ke kamarnya dan disusul oleh pak David.
**
Mereka tengah sarapan di meja makan.
“Kayla kamu gak lelah sayang bekerja sambil sekolah?”tanya Bu wulan yang merasa khawatir apalagi melihat kayla yang semakin kurus karena kecapean.
“Enggak kok mah. Kayla senang bisa bekerja”ucap kayla sambil tersenyum.
“Papah berharap kamu jangan bekerja kay. Papah masih bisa ngurus kamu, kamu focus saja sama sekolah biar biaya hidup kamu papah yang pikirkan”ucap pak Farhan
“Kayla gak apa-apa kok pah, kalau kayla udah cape nanti kayla bilang sama papah dan mamah kok”ucap kayla yang tetap tidak mau merepotkan.
“Iya kay, kakak berharap kamu berhenti bekerja saja”ucap Ervan yang merasa khawatir akan kesehatan kayla.
“Iya kay, lo jangan kerja lah, gue kan kesepian”ucap Lisa
“Nanti kayla pikirkan lagi yah”ucap kayla yang merasa bingung harus bagaimana apakah harus terus bekerja atau keluar saja.
__ADS_1
“Ya sudah lebih baik kita sarapan”ucap Bu wulan sambil memberikan makanan kepada suaminya.
Mereka pun akhirnya sarapan dengan tidak ada percakapan setelah selesai sarapan merek pun akhirnya pergi ke sekolah.
**
Di kediaman rumahnya kevin dimana kedua orang tuanya sudah menunggu kevin di meja makan dan tak lama kevin sedang menapaki anak tangganya dan sampai ke arah meja makan.
“Tuh kan kamu kesiangan Vin. Makannya kamu jangan pulang malam-malam”ucap Bu liliana menasehati anaknya.
“Iya Vin, pulang lebih awal lalu belajar”ucap pak David
“Iya pah, mah”ucap kevin dengan tidak semangat.
“Oh yah, Rose kembali ke Indonesia kan?”tanya Bu liliana.
“Iya mah”ucap kevin dengan singkat
“Lalu bagaimana hubungan kamu sama Rose?”tanya Bu liliana penuh harap agar kevin sama Rose masih bersama.
“Jangan bahas dia mh, kita sarapan aja”ucap kevin yang enggan untuk membahas masa lalu dia dengan Rose, karena sakit hati di tinggalkan Rose seakan tidak dapat di obati.
“Oh iya sarapan dulu saja”ucap Bu liliana.
Mereka pun akhirnya sarapan dengan tanpa adanya percakapan.
“Mah, pah kevin pamit yah”ucap kevin seraya menyalami kedua orang tuanya.
“Hari-hati Vin, nanti jangan pulang malam karena jam 7 kita ada makan malam”ucap Bu wulan memberitahukan bahwa nanti malam ada makan malam.
“Makan malam apa mah?”tanya kevin yang merasa enggan untuk mengikuti makan malam.
“Pokoknya kamu pulang saja, jangan banyak bicara”ucap pak David dengan tegas.
“Iya mah,pah”ucap kevin seraya berjalan keluar rumah meninggalkan kedua orang tuanya menuju kesekolah.
__ADS_1